TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Transformasi Bank Jakarta: Mengorkestrasi Ekosistem untuk Jakarta yang Berkelanjutan

Busthomi
9 February 2026 | 09:50
rubrik: Capital Market
Transformasi Bank Jakarta: Mengorkestrasi Ekosistem untuk Jakarta yang Berkelanjutan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Bank Jakarta menegaskan perannya sebagai penggerak utama ekosistem ekonomi daerah yang berkelanjutan melalui penguatan kapabilitas digital, orkestrasi ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta penerapan tata kelola terintegrasi.

Arah transformasi tersebut dipaparkan dalam sesi presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2026, sebagai bagian dari komitmen Bank Jakarta membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan kepemilikan saham mayoritas hampir 100 persen, Bank Jakarta menempatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah sebagai fondasi strategi jangka panjang.

“Visi Bank Jakarta adalah menjadi mitra utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global melalui kapabilitas digital, orkestrasi ekosistem, dan keunggulan sumber daya manusia,” ujar Arie Fakhrizal, Group Head Perencanaan Strategis Bank Jakarta.

Pernyataan Arie ini disampaikan saat sesi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness, pada Jumat (6/2/2026) yang dilakukan secara daring.

Hadir dalam proses penjurian kali ini menemani Arie, adalah Fakhrurroji selaku Head Div Komunikasi Korporasi dan Zakiy Alfaris sebagai Head Dept Komunikasi Eksternal Bank DKI.

Dengan misinya adalah: pertama, menghadirkan layanan digital yang handal melalui penguatan kapabilitas teknologi. Kedua, membangun pertumbuhan berkelanjutan melalui orkestrasi ekosistem pemerintah Jakarta. Ketiga, memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan terintegrasi. Dan keempat, mengembangkan SDM unggul yang berbudaya EPICC.

Tata Kelola Fondasi Keberlanjutan

Penguatan kontribusi ekonomi berkelanjutan Bank Jakarta ditopang oleh tata kelola perusahaan yang sehat. Berdasarkan penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024 dan Juni 2025, tingkat kesehatan Bank Jakarta berada pada peringkat komposit 2 atau kategori sehat.

Peringkat ini mencerminkan keseimbangan antara pengelolaan risiko, kinerja keuangan, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Arie Fakhrizal menegaskan bahwa akuntabilitas merupakan prasyarat utama perbankan modern. “Penilaian tingkat kesehatan bank menjadi bagian penting dari akuntabilitas perbankan saat ini, dan Bank Jakarta berada pada kategori sehat,” katanya.

Dalam kerangka tata kelola, Bank Jakarta yang saat ini berada di KBMI 2 itu menerapkan governance, risk, and compliance (GRC) secara terintegrasi. Implementasi GRC tersebut tercermin dari penguatan kebijakan internal, manajemen risiko, serta kepatuhan yang menjadi dasar seluruh aktivitas bisnis.

Dalam hal tata kelola ini, Bank Jakarta juga terus menguatkan perannya dalam transformasi. Untuk diketahui, Bank Jakarta telah melakukan rebranding pada 22 Juni 2025 dari Bank DKI menjadi Bank Jakarta, bertepatan dengan peringatan ulang tahun Kota Jakarta.

BACA JUGA:   IHSG Terkoreksi di Sesi Pembukaan Perdagangan

Langkah ini menegaskan repositioning Bank Jakarta sebagai bank daerah yang berorientasi global dan adaptif terhadap perubahan.

Bank Jakarta juga membentuk Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Maluku Malut (Maluku Utara) sebagai bank induk, sejalan dengan ketentuan pemenuhan modal inti.

“Bank Jakarta berdasarkan Surat Otoritas Jakarta Nomor. S-230/KO/11/2025 Tanggal 24 Desember 2024 telah resmi melakukan KUB dengan Bank Maluku Malut, sehingga Bank Jakarta menjadi Induk Bank Maluku Malut,” kata dia.

Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan skala dan nilai perusahaan, tetapi juga memperkuat sinergi antardaerah dalam konteks pembangunan nasional.

“Kolaborasi melalui KUB memberikan peluang peningkatan nilai Bank Jakarta, termasuk konsolidasi aset dan potensi kontribusi dividen yang lebih besar kepada pemerintah daerah,” ujar Arie Fakhrizal.

Adapun manfaat KUB terhadap Bank Jakarta, kata dia, pertama, ekspansi strategis tanpa akuisisi penuh; kedua, peningkatan skala ekonomi dan sinergi bisnis; ketiga, peluang peningkatan fee-based income; keempat, reputasi dan pengaruh lebih luas di perbankan nasional; dan keempat, persiapan menuju IPO atau PBV lebih tinggi.

“Jadi, KUB ini memperkuat profil fundamental danGCG Bank Jakarta, menciptakan narasi kuatuntuk valuasi yang lebih baik saat IPO,” ungkap Arie.

Kinerja Keuangan dan Orkestrasi Ekosistem

Hingga September 2025 (unaudited), Bank Jakarta mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid. Aset tumbuh dua digit secara tahunan dan melampaui target, dana pihak ketiga (DPK) meningkat signifikan, serta laba bersih menunjukkan kenaikan yang mencerminkan efektivitas strategi transformasi.

Tercatat, hingga September 2025, asset mencapai Rp90,7 triliun atau meningkat 12,3% secara year on year (yoy). Juga lebih baik dari pencapaian akhir 2024 sebesar Rp82,4 triliun. Dengan total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp74,2 triliun atau terkerek 16,9%, pengucuran kredit Rp51,6 triliun, dan laba bersih mencapai Rp521 miliar atau naik tipis 1,5% secara yoy.

Dengan rasio perbankan yakni untuk CAR sangat kuat di posisi 27,01%, dengan posisi LDR di angka 69,53%, dengan NPL 2,54% (gross) dan nett-nya rendah di 1,06%.

BACA JUGA:   Ini Saham Rekomendasi Samuel Sekuritas Hari Ini

Kinerja tersebut memperkuat kemampuan Bank Jakarta untuk menjalankan fungsi intermediasi sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Kinerja keuangan yang positif juga tak lepas dari kiprah Bank Jakarta yang sudah mampu melakukan orkestrasi ekosistem di Jakarta dan Pemerintah Daerah. Makanya, keunikan model bisnis Bank Jakarta terletak pada perannya sebagai orkestrator ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dengan APBD DKI Jakarta yang besar, Bank Jakarta berfungsi sebagai treasurer berbagai transaksi pemerintah daerah untuk mendukung penyerapan anggaran yang optimal, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan transportasi.

Dengan APBD mencapai Rp91,34 triliun dengan jumlah belanja daerahnya hingga Rp82 triliun. Angka tersebut terbagi untuk sektor pendidikan Rp18,5 triliun, kesehatan Rp10,9 triliun, transportasi Rp7,3 triliun, konstruksi R7,3 triliun, pemkot Rp5,8 triliun, lingkungan Rp5,4 triliun, perumahan Rp1,7 triliun, tourism Rp578 miliar, dan lainnya sebanyak Rp3,6 triliun.

Selain melayani transaksi pemerintah daerah, Bank Jakarta juga memberikan layanan perbankan kepada sekitar 63 ribu aparatur sipil negara (ASN) dan lebih dari 110 ribu pegawai non-ASN dan honorer.

Peran ini memperluas dampak Bank Jakarta dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah secara langsung.

“Bank Jakarta akan sangat mengoptimalkan implementasi model bisnis ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang secara bertahap diperluas,” ujar Arie Fakhrizal.

Transformasi Digital dan Keuangan Berkelanjutan

Kontribusi Bank Jakarta terhadap ekonomi berkelanjutan diperkuat melalui transformasi digital yang konsisten. Bank Jakarta mengembangkan berbagai layanan digital, mulai dari perbankan ritel hingga layanan berbasis ekosistem, untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inklusi keuangan.

Saat ini, Bank Jakarta didukung oleh ratusan ATM, mesin CRM, dan ribuan EDC, serta berbagai platform digital seperti mobile banking, layanan kredit digital, dan agen Laku Pandai JakOne Abang. Layanan agen ini bahkan telah menjangkau wilayah Kepulauan Seribu, sehingga masyarakat dapat mengakses transaksi keuangan dasar tanpa harus datang ke kantor cabang.

“Penguatan kapabilitas digital menjadi bagian dari strategi Bank Jakarta untuk menghadirkan layanan yang andal sekaligus memperluas inklusi keuangan,” kata Arie Fakhrizal.

Digitalisasi juga memberikan dampak lingkungan yang positif. Pemanfaatan layanan digital, baik untuk operasional internal maupun layanan nasabah, berkontribusi pada pengurangan penggunaan kertas dan mendukung upaya penurunan jejak karbon.

BACA JUGA:   Bank Tegal Unjuk Peran Strategisnya dalam Membangun Ekonomi Berkelanjutan

“Bank Jakarta selalu memberikan upaya dan dukungan atas komitmen pelestarian lingkungan hidup sebagai tindakan yang nyata perlindungan lingkungan hidup, Bank Jakarta telah menerapkan beberapa tindakan untuk mendukung net zero emission,” ungkap dia.

Dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, Bank Jakarta mengembangkan portofolio keuangan berkelanjutan dengan nilai yang signifikan. Pembiayaan tersebut mencakup sektor pengelolaan air dan limbah, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, serta dukungan bagi UMKM.

Arie Fakhrizal menjelaskan bahwa penguatan portofolio berkelanjutan merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bank Jakarta. “Dengan layanan digital dan pembiayaan berkelanjutan, Bank Jakarta berkontribusi pada upaya penurunan penggunaan kertas dan mendukung target net zero emission tadi,” ujarnya.

Lebih jauh ditegaskannya, Babk Jakarta membangun paperless environment melalui pengembangan sejumlah aplikasi dan layanan perbankan digital untuk mendukung penurunan jejak karbon.

Di antaranya, distribusi memorandum surat menyurat internal menggunakan E-office, presensi digital berbasis aplikasi menggunakan Jak Team, fitur Jakone Mobile (Super Apps) Tarik tunai tanpa kartu di ATM, fitur Jakone Mobile (Super Apps) Pembukaan Rekening Secara Online, digital Lending Mikro, aplikasi internal Bank DKI yang merupakan platform untuk kegiatan program, pendidikan/pembelajaran/pelatihan dan assessment karyawan Bank DKI.

“Serta adanya CMS digunakan untuk nasabah korporasi untuk melakukan monitoring dan transaksi keuangan secara realtime dan online. Saat ini terdapat pengembangan 7 fitur baru pada CMS diantaranya Open API, MPNG3, Mobile Approval, VA Subaccount, Forex, Pembayaran PLN dan BI Fast,” ujar dia.

Selain itu, Bank Jakarta juga mengembangkan sarana operasional yang ramah lingkungan, termasuk penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung layanan perbankan keliling.

Komitmen Jangka Panjang

Melalui orkestrasi ekosistem, transformasi digital, dan penguatan tata kelola, Bank Jakarta menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Keseluruhan inisiatif ini dilakukan dalam bingkai governance, risk, and compliance (GRC) sebagai dasar dari seluruh aktivitas Bank Jakarta,” kata Arie Fakhrizal.

Dengan strategi yang terarah hingga 2030, Bank Jakarta menempatkan keberlanjutan sebagai inti transformasi, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan Jakarta dan kontribusi ekonomi nasional.

Tags: Bank JakartaTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

IHSG Menguat pada Pembukaan Perdagangan Senin

Next Post

Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 Dipercepat, Perkuat Akses Pendidikan yang Merata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR