TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Menguat pada Pembukaan Perdagangan Senin

Agus Haryanto
9 February 2026 | 09:20
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat signifikan pada awal perdagangan Senin (9/2/2026). Indeks melonjak 19,04 poin atau setara 0,24 persen ke posisi 7.954,30 pada pukul pembukaan, mencerminkan sentimen positif awal pasar setelah tekanan pekan lalu. Kelompok saham unggulan LQ45 juga bergerak positif dengan kenaikan 2,60 poin atau 0,32 persen ke 818,18.

Berdasarkan data intraday pembukaan, aktivitas pasar tampak lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata jangka panjang:

  • Frekuensi transaksi: tercatat sekitar 122.474 kali transaksi, mencerminkan minat perdagangan yang relatif moderat.
  • Volume perdagangan: sebanyak 2,09 miliar saham berpindah tangan di pasar regular pada sesi pembukaan.
  • Nilai transaksi: total nilai perdagangan mencapai sekitar Rp1,006 triliun pada sesi pembukaan awal pekan.
  • Kapitalisasi pasar: total kapitalisasi saham BEI berada di kisaran Rp14.362,98 triliun, menunjukkan valuasi gabungan seluruh saham tercatat di bursa.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG dibuka di zona hijau, aktivitas perdagangan belum benar-benar pulih ke level normal karena tekanan pasar yang masih terasa dari pekan lalu.

Perdagangan sepanjang pekan sebelumnya (2–6 Februari 2026) menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam di berbagai indikator BEI:

  • IHSG menurun sekitar 4,73 persen, dengan level penutupan minggu lalu di 7.935,26.
  • Frekuensi transaksi harian rata-rata turun sekitar 28,6% menjadi sekitar 2,72 juta transaksi dari pekan sebelumnya.
  • Volume transaksi harian turun 31,75%, menjadi sekitar 43,2 miliar saham per hari.
  • Nilai transaksi rata-rata juga terpangkas 43,45% menjadi sekitar Rp24,75 triliun per hari.
  • Kapitalisasi pasar terkoreksi sekitar 4,69% menjadi ±Rp14.341 triliun dari level sebelumnya.

Penurunan substansial ini menggambarkan likuiditas pasar yang melemah dalam beberapa sesi terakhir, meskipun terdapat aksi beli bersih dari investor asing pada akhir pekan lalu.

BACA JUGA:   IHSG bisa Rebound Terbatas di Penutupan Akhir Tahun, Pantau Enam Saham Ini

Penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan Senin ini dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong, antara lain:

  1. Rebound awal setelah tekanan pekan lalu, di mana indeks bergerak membaik dari posisi terendah minggu sebelumnya.
  2. Sentimen positif dari pasar global, termasuk data bursa Asia yang tengah menguat di sesi perdagangan pagi hari — membantu pasar domestik mengangkat IHSG.
  3. Perbaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sedikit menguat dapat memperbaiki sentimen investor domestik dan asing.

Meski dibuka menguat, pasar saham Indonesia masih menghadapi sejumlah risiko:

  • Penurunan peringkat outlook pasar modal oleh lembaga pemeringkat global menyebabkan tekanan jual dan peningkatan outflows investor asing sepanjang awal 2026, memengaruhi sentimen jangka menengah.
  • Likuiditas yang turun signifikan pekan lalu menunjukkan kehati-hatian pelaku pasar dalam melakukan perdagangan aktif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
  • Sentimen eksternal seperti data ekonomi AS dan tingginya volatilitas pasar global dapat berdampak terhadap arah IHSG dalam sesi selanjutnya.

Analis pasar memandang bahwa penguatan pada pembukaan perdagangan mungkin masih akan diuji oleh data ekonomi global dan aksi investor yang berhati-hati. Meskipun IHSG mengawali dagang di zona positif, volatilitas pasar masih berpotensi tinggi dalam sesi siang dan sore.

IHSG dibuka menguat pada awal perdagangan Senin setelah pekan sebelumnya terkoreksi tajam. Aktivitas pasar menunjukkan volume dan frekuensi yang moderat, sementara kapitalisasi pasar masih tertekan. Sentimen positif sementara ini perlu didukung oleh data makro yang kuat dan perbaikan likuiditas untuk memastikan tren lanjutan yang lebih stabil.

(Sumber Data: AI)

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Ide Trading Awal Pekan, Koleksi Saham JPFA, HRTA, BUMI, ANTM, ARCI, dan AGII

Next Post

Transformasi Bank Jakarta: Mengorkestrasi Ekosistem untuk Jakarta yang Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR