Jakarta, TopBusiness – Di tengah kompetisi industri keuangan daerah yang makin ketat dan tantangan pemulihan ekonomi pascapandemi, PT BPR Syariah Magetan (Perseroda) justru mencatatkan tren pertumbuhan bisnis sepanjang 2025. Bank milik Pemerintah Kabupaten Magetan itu mampu meningkatkan pembiayaan, pendapatan, hingga jumlah nasabah, dengan ditopang permodalan yang kuat dan percepatan digitalisasi layanan.
Sepanjang tahun buku 2025, penghimpunan dana mencapai Rp 50,72 miliar atau 102% dari target. Penyaluran pembiayaan terealisasi Rp 63,49 miliar atau 103% dari rencana bisnis. Pendapatan melampaui target hingga 118%, sementara laba tercatat sekitar Rp 1,5 miliar. Total aset bank juga meningkat dan telah mencapai sekitar Rp 86 miliar.
Direktur Utama PT BPR Syariah Magetan (Perseroda) Endah Kundarti mengatakan kinerja tersebut ditopang fokus perusahaan pada pembiayaan sektor ekonomi riil masyarakat.
“Visi kami adalah memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Magetan dengan fokus pada segmen usaha kecil, khususnya bidang perdagangan, pertanian, peternakan, serta ASN di lingkungan Kabupaten Magetan. Alhamdulillah pada periode 2024–2025 kinerja kami cukup baik,” kata Endah Kundarti dalam kegiatan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara daring pada Senin (9/2/2026).
Kesehatan Bank Terjaga, Kinerja Pun Lampaui Target
Ia menuturkan dari sisi kesehatan bank, BPRS Magetan berada pada kondisi stabil. Rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 48,04%, jauh di atas ketentuan minimum perbankan. Kondisi ini menunjukkan kemampuan bank dalam menanggung risiko sekaligus menopang ekspansi pembiayaan.
Kualitas aset produktif berada pada level 86,64% (kategori baik). Profitabilitas juga kuat dengan Return on Assets (ROA) 4,16%. Efisiensi operasional tercermin dari rasio BOPO 79,30%, sementara likuiditas aman dengan cash ratio 43,12%.
Meskin demikan, Endah mengakui rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) sekitar 18,9% masih menjadi perhatian, meski mulai membaik seiring pemulihan usaha nasabah.
“Untuk ringkasan kinerja tingkat kesehatan bank, rasio CAR kami sebesar 48,04%. Kualitas Aktiva Produktif sebesar 86,64%. Kemudian NPF, Return on Asset, BOPO dan Cash Ratio secara umum masih dalam kondisi sangat baik,” ujar Endah.
“Hal tersebut terjadi karena setelah pandemi banyak nasabah kami, terutama sektor pariwisata, yang menutup usahanya sehingga mempengaruhi peningkatan NPF. Namun saat ini sudah mulai terkondisi,” tambah dia.
Endah mengungkapkan pihaknya mencatat hampir seluruh target operasional 2025 tercapai bahkan melampaui rencana. Pertumbuhan juga terjadi pada hampir seluruh indikator dibanding tahun sebelumnya, termasuk aset dan laba.
“Target kinerja tahun 2025 telah tercapai, bahkan di atas 100%, terutama pada pendapatan dan biaya. Laba berada di 100% karena merupakan target OJK. Aset kami pada akhir tahun mencapai Rp86 miliar,” ungkap Endah.
Secara tahunan, kata Endah, laba meningkat sekitar 41% dibanding 2024, sementara aset tumbuh lebih dari 23%. Pertumbuhan dua digit juga terjadi pada dana pihak ketiga dan pembiayaan, menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah daerah tersebut.
Digitalisasi Jadi Penggerak Produktivitas
Selain ekspansi bisnis, Endah juga menjelaskan bahwa perusahaan melakukan modernisasi sistem operasional melalui pergantian Core Banking System (CBS) pada 2025. Bank juga meluncurkan layanan mobile banking Sharing yang memungkinkan transaksi nontunai, transfer, QRIS hingga pembayaran zakat, infak dan sedekah.
“Dalam digitalisasi operasional, pada semester II 2025 kami mengganti vendor Core Banking System bekerja sama dengan Mitrasoft. Fitur sudah sesuai ketentuan OJK dan prinsip syariah, keamanan tersertifikasi, proses lebih cepat, perhitungan akuntansi by system, serta laporan terintegrasi,” jelas Endah.
Digitalisasi tersebut tidak hanya mempercepat proses operasional, tetapi juga mendukung penempatan dana masyarakat tingkat RT/RW sekitar 4.400 rekening dengan nilai sekitar Rp16 miliar.
Selain digitalisasi, Peningkatan kinerja juga ditopang strategi pemasaran berbasis edukasi. Bank aktif melakukan literasi keuangan ke desa, sekolah, dan lingkungan ASN. Promosi dilakukan melalui media sosial serta layanan mobil kas keliling. Jumlah nasabah juga meningkat dari 1.933 menjadi 2.058 nasabah pada 2025.
“Terobosan inovasi pada bidang pemasaran dan layanan pelanggan kami lakukan melalui kegiatan sosialisasi di lingkungan ASN Pemerintah Kabupaten Magetan, sekolah-sekolah, serta desa-desa di seluruh Kabupaten Magetan untuk edukasi literasi keuangan sekaligus memperkenalkan PT BPR Syariah Magetan (Perseroda),” tutur Endah.
Sebagai BUMD, BPRS Magetan telah turut berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Total dividen yang telah disetor mencapai sekitar Rp6,46 miliar. Bank juga menjalankan pembiayaan mikro tanpa agunan untuk pelaku usaha kecil.
“Program pembiayaan Muthabarok Bunda Sejahtera membantu masyarakat terhindar dari rentenir. Pembiayaan tanpa jaminan maksimal Rp5 juta, nasabah menerima dana utuh dan mendapatkan asuransi gratis,” imbuh Endah
Program tersebut menyasar masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan formal sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.
