Jakarta, TopBusiness — Dalam rangka mendukung percepatan transisi energi bersih serta pengembangan transportasi ramah lingkungan di Indonesia, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menghadirkan program strategis melalui Pelatihan Perakitan Baterai Motor Listrik (Molis). Inisiatif ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN untuk memperkuat kesiapan masyarakat dan industri dalam menghadapi perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendorong peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik yang lebih berkelanjutan. Baterai sebagai komponen utama motor listrik memiliki peranan penting dalam menentukan performa, daya tahan, serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik secara umum.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan kendaraan rendah emisi, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan industri baterai motor listrik, baik dari sisi sosial maupun ketenagakerjaan.
Meski kendaraan listrik semakin dikenal luas, masih terdapat hambatan dalam penerimaan masyarakat terhadap penggunaan motor listrik. Salah satu tantangan utama adalah minimnya pengetahuan serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap daya tahan baterai.
Baterai kendaraan listrik kerap dianggap sebagai komponen yang mahal, rentan, serta membutuhkan penanganan khusus. Hal tersebut memunculkan keraguan masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik.
Selain itu, minat masyarakat dalam menggunakan motor listrik juga masih tergolong rendah, dipengaruhi oleh stigma bahwa motor listrik lebih sulit dalam perawatan dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman komprehensif mengenai teknologi baterai. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Dari sisi industri, pengembangan kendaraan listrik membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja. Namun saat ini, kurikulum inovasi perakitan baterai motor listrik masih sangat minim sehingga belum banyak institusi pendidikan atau pelatihan yang secara khusus menyiapkan tenaga terampil di bidang tersebut.
Keterbatasan kurikulum berdampak pada rendahnya jumlah SDM siap kerja yang memiliki kemampuan teknis dalam perakitan, pemeliharaan, hingga inovasi baterai kendaraan listrik.
Fajar Eka Surya sebagai Asman TJSL PLN UID Lampung, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam menjawab kebutuhan tersebut. “Pada tahun 2025, kami melaksanakan program pelatihan perakitan dan servis baterai motor listrik. Pelatihan perakitan baterai motor listrik ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh,” ujar Fajar dalam penjurian TOP CSR Awards 2026 kepada Dewan Juri, di Jakarta, melalui aplikasi zoom meeting, Senin (9/02/2026).
Dalam sesi penjurian bertema ‘Energi Bersih & Pengelolaan Lingkungan’, turut hadir Rio Widiya Nugraha selaku Senior Manager KKU, Darma Saputra (Manajer Komunikasi & TJSL), serta Rido Apriansyah (Officer TJSL).
Selain aspek SDM, ekosistem kendaraan listrik juga masih memerlukan penguatan, terutama dalam hal layanan purna jual. Saat ini, bengkel atau pusat servis khusus baterai kendaraan listrik belum tersedia secara merata.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat ragu beralih ke motor listrik karena kekhawatiran terkait ketersediaan perawatan jika terjadi kerusakan atau penurunan performa baterai.
Menurut Fajar, berdasarkan hasil social mapping, masyarakat di wilayah Sumatera, khususnya Lampung Utara, masih memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap ekosistem kendaraan listrik. “Atas dasar itu, kami melaksanakan pelatihan baterai motor listrik. Program ini merupakan tahun ketiga, setelah pada tahun 2023–2024, kami melaksanakan workshop konversi kendaraan listrik. Program ini merupakan keberlanjutan (sustainability),” kata Fajar.
Kendaraan bermotor konvensional masih menjadi salah satu penyumbang utama polusi udara di kawasan perkotaan. Oleh sebab itu, pengembangan kendaraan listrik menjadi langkah penting untuk menekan emisi sekaligus mendukung target nasional dalam pengurangan polusi.
Pelatihan Perakitan Baterai Motor Listrik ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik, sehingga polusi yang dihasilkan kendaraan konvensional dapat ditekan secara bertahap.
Program ini juga menjadi bagian dari agenda besar transisi energi bersih yang tengah didorong pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi upaya strategis dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih siap, inovatif, dan berdaya saing.
Dengan meningkatnya kompetensi tenaga kerja, tersedianya kurikulum inovasi yang lebih kuat, serta tumbuhnya layanan servis baterai listrik, Indonesia diharapkan dapat mempercepat langkah menuju transportasi masa depan yang ramah lingkungan.
“Kami berharap program ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi bersih serta menciptakan transportasi yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” tutup Fajar.
Pelatihan Perakitan Baterai Motor Listrik (Molis) merupakan program peningkatan kapasitas yang bertujuan mencetak tenaga kerja terampil dalam bidang perakitan dan inovasi baterai kendaraan listrik, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju transportasi rendah emisi di Indonesia.
