Jakarta, TopBusiness — Perumda Tirta Uli terus memperkuat perannya sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang andal dalam menyediakan akses air minum aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Pematangsiantar.
Lewat inovasi digital, Perumda Tirta Uli berhasil menjaga kinerja bisnis tetap sehat sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik, sejalan dengan tema TOP BUMD Awards 2026 yaitu “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”.
Direktur Utama Perumda Tirta Uli, Arianto, S.T., M.M., dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring, Senin (9/2/2026 menegaskan bahwa digitalisasi menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjawab tantangan layanan air minum perkotaan yang semakin kompleks.
Dalam paparannya, Arianto menjelaskan bahwa visi Perumda Tirta Uli adalah menjadi perusahaan umum daerah yang maju, dengan kualitas pelayanan yang prima, sehat dan ikut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Misi kami adalah meningkatkan kemampuan tata kelola perusahaan untuk menjamin pendistribusian air minum yang aman kepada masyarakat Kota Pematangsiantar dan sekitarnya secara lebih baik dan berkesinambungan,” ujar Arianto.
Dalam penjurian ini, Arianto didampingi Andarianto, ST (Direktur Teknik), Muliadi, SE., MM. (Direktur Umum), Budiman R.S. Tanjung, SE., M.Si (Kepala Bagian Keuangan), dan Jostar Simamora, SE (Kepala Litbang & PDE).
Sedangkan dewan juri yang hadir; Prof, Dr. Wahyudin Zarkasyi, SE, MSi (Guru Besar Unpad), Dr. Sigit Adjar Susilo (LKN/Dewas LPJK PUPR), Febrizal Efendi (Aspiluki), dan Sentot Baskoro (Asosiasi GRK Indonesia) yang juga moderator dalam penjurian ini.
Berdasarkan penilaian Kementerian PUPR, Perumda Tirta Uli mencatat nilai kinerja 4,07 pada 2024, menempatkannya sebagai peringkat pertama di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Dari sisi layanan, jumlah sambungan langganan mencapai 71.858 pelanggan, dengan cakupan pelayanan administrasi 99,22% dan teknis 89,16%. “ Secara umum, kita akan lakukan penambahan sabungan rumah menuju akses air layak 100%,” kata dia.
Saat ini, orientasi usaha Perumda Tirta Uli adalah 60% layanan publik dan 40% laba. Sedangkan rata-rata jam layanan air Perumda Tirta Uli tercatat 22,84 jam per hari, mencerminkan tingkat kontinuitas distribusi yang tinggi.
Meski tingkat kehilangan air (NRW) masih berada di angka 30,55%, perusahaan terus melakukan rehabilitasi jaringan perpipaan dan pemantauan tekanan jaringan berbasis teknologi untuk menurunkannya secara bertahap.
“Kami sadar NRW masih menjadi pekerjaan rumah. Karena itu, investasi jaringan, pemantauan berbasis data logger, serta SCADA terus kami dorong agar tekanan dan distribusi air semakin optimal,” jelas Arianto.
Laba Tumbuh dan Kontribusi ke Daerah
Dari sisi keuangan, Perumda Tirta Uli menunjukkan tren positif. Laba perusahaan meningkat dari Rp 2 miliar pada 2023 menjadi Rp 2,47 miliar pada 2024. “Kami menjadi satu-satunya BUMD yang sehat dan dapat memberikan kontribusi kepada Pemko Pematangsiantar,” ujar Arianto.
Sejalan dengan itu, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat, dengan setoran dividen Rp 1 miliar pada 2025, naik 199,57 juta dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 800,42 juta. “Insya Allah tahun ini kami targetkan naik lagi menjadi sekitar Rp 1,2 miliar,” kata Arianto.
Kontribusi lainnya dalam bentuk membayaran pajak air tanah (AT) dan air permukaan (AP).
Mendukung target nasional pada program 3 juta rumah dengan kesediaan dan mampu mendistribusikan air aman melalui jaringan perpipaan di daerah pelayanan
Inovasi Digital dari Hulu ke Hilir
Inovasi menjadi kekuatan utama Perumda Tirta Uli. Perusahaan membangun sistem informasi manajemen terintegrasi, mulai dari e-office, SIM kepegawaian, akuntansi berbasis web, hingga GIS jaringan perpipaan dan SCADA untuk monitoring distribusi serta kualitas air.
Di sisi layanan pelanggan, Perumda Tirta Uli mengembangkan call center terpadu dengan target penyelesaian pengaduan 100%, sistem pembayaran rekening air secara daring, serta repoint posisi pelanggan berbasis web untuk meningkatkan akurasi data.
Tak hanya itu, Perumda Tirta Uli juga menjadi pilot project nasional pelayanan air minum siap minum (ZAMP), yang telah diterapkan di kawasan perumahan Meranti Permai, Kota Pematangsiantar.
“ZAMP adalah wujud komitmen kami menghadirkan air aman yang langsung bisa dikonsumsi, sekaligus mendukung efisiensi dan pengurangan penggunaan air kemasan,” ujarnya.
Tata Kelola dan SDM
Perumda Tirta Uli juga melakukan penguatan tata Kelola melalui penerapan sistem manajemen kinerja berbasis RKAP, KPI, serta mekanisme reward and punishment yang dievaluasi secara rutin setiap bulan.
Berdasarkan asesmen BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, penerapan Good Corporate Governance (GCG) Perumda Tirta Uli meraih predikat “Baik” dengan skor 75,37.
Di bidang manajemen SDM, Perumda Tirta Uli aktif meningkatkan kompetensi pegawai melalui pendidikan dan pelatihan, kerja sama dengan Perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung, serta sertifikasi ahli air minum bagi seluruh pejabat struktural.
“Seluruh pengembangan SDM kami sesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan, namun tetap berorientasi pada peningkatan kualitas layanan,” kata Arianto.
Konsisten Berprestasi di Ajang TOP BUMD Awards
Atas konsistensi kinerja dan inovasinya, Perumda Tirta Uli meraih TOP BUMD Awards Bintang 5 pada 2024 dan 2025, serta mempertahankan peringkat pertama di Sumatera Utara selama empat tahun berturut-turut. Arianto sendiri dianugerahi TOP CEO Award Bintang 5 selama tiga tahun berturut-turut, dari 2023 hingga 2025.
Dengan capaian tersebut, Perumda Tirta Uli kini menjadi rujukan nasional dan lokasi studi tiru bagi banyak Perumda air minum di Sumatera Utara dan Aceh.
“Kami sangat terbuka bagi Perumda lain maupun stakeholder yang ingin berdiskusi atau melakukan studi tiru. Harapannya, praktik baik ini bisa mendorong peningkatan layanan air minum di daerah lain,” tutup Arianto.
