Jakarta, BusinessNews Indonesia—Deputi Direktur Kebijakan Ekonomi Bank Indonesia (BI), Riza Tyas, mengatakan di Jakarta (15/3/2018) bahwa ekonomi Indonesia belakangan ini masuk sebuah proses rebalancing.
“Kita di tahun 2016 sempat mendapatkan pertumbuhan ekonomi di 4%-an. Dan kini ada di 5%-an. Hal ini adalah proses rebalancing,” kata dia dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Kementerian Keuangan RI.
Kemudian, dia menjelaskan bahwa kini ekonomi Indonesia lebih kebal dari goncangan ekonomi dunia.
“Defisit neraca perdagangan kita lebih baik. Dan cadangan devisa naik pesat,” kata dia.
Cadangan devisa pada Januari 2018 ada di USD 132 miliar.
“Ini adalah angka yang terbesar dalam sejarah. Angka ini cukup untuk delapan bulan kewajiban utang luar negeri dan pembayaran impor. Padahal standarnya cukup tiga bulan,” dia menjelaskan.
