Jakarta, TopBusiness – Perseroda BPR Kuningan atau Bank Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem manajemen sumber daya manusia (SDM) yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan. Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan usaha yang sehat, produktif, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perseroda BPR Kuningan, H. Dodo Warda, SE, MM, saat memaparkan strategi pengelolaan sumber daya manusia atau SDM bank dalam materi presentasi berjudul ‘Terus Tumbuh dan Berkembang’ kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta, Rabu, secara online melalui aplikasi zoom meeting.
Pemaparan tersebut dilakukan dengan didampingi Ketua Dewan Pengawas/Komisaris Drs. H. Kamil Ganda Permadi, MM, dan Direktur Kepatuhan Deni Heryana, S.Sos, MM, serta Henda Hendrayana, SE selaku Pejabat Eksekutif Audit Intern.
Menurut Dodo, keselarasan antara manajemen SDM dengan strategi bisnis menjadi kunci utama agar Bank Kuningan mampu tumbuh secara sehat, menjaga kualitas aset, serta tetap adaptif terhadap kebutuhan ekonomi daerah.
“Kami meyakini bahwa SDM adalah fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan bank yang sehat. Keselarasan strategi bisnis dengan pengelolaan pegawai menjadi faktor penting agar Bank Kuningan tetap prudent dan berkelanjutan,” ujar Dodo.
Bank Kuningan menempatkan pegawai sesuai dengan kompetensi dan kemampuan di bidang tugas masing-masing. Penempatan ini dilakukan secara terstruktur agar setiap fungsi operasional maupun pengawasan dapat berjalan optimal, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, proses rekrutmen pegawai dilakukan secara selektif dengan mengutamakan integritas serta pemahaman terhadap karakter ekonomi daerah. Langkah ini dinilai penting agar pegawai memiliki kemampuan adaptasi yang kuat dalam mendukung pengembangan sektor UMKM dan memperkuat peran BPR sebagai bank milik daerah.
Dia menjelaskan bahwa Bank Kuningan juga menerapkan sistem penilaian kinerja yang dikaitkan langsung dengan pencapaian target perusahaan. Namun demikian, target tersebut disusun secara seimbang antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset agar pertumbuhan bank tetap sehat dan berkelanjutan. “Produktivitas penting, tetapi kualitas aset dan prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama agar pertumbuhan bank benar-benar sehat,” katanya.
Tidak hanya fokus pada kinerja bisnis, Bank Kuningan pun memperkuat fungsi pengawasan internal secara proporsional melalui penguatan unit kepatuhan, manajemen risiko, serta audit intern. Penguatan fungsi tersebut menjadi bagian dari komitmen bank dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten untuk mendukung keberlanjutan usaha dan menjaga kepercayaan publik.
Upaya peningkatan kualitas SDM juga dilakukan melalui program pelatihan berkelanjutan dan sertifikasi sesuai bidang tugas masing-masing pegawai guna mendukung pelaksanaan strategi bisnis serta pengendalian risiko. Direksi dan Dewan Pengawas turut mengikuti pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kepemimpinan, tata kelola, manajemen strategis, serta regulasi perbankan untuk memperkuat fungsi pengelolaan bank.
Dodo menegaskan bahwa peningkatan kompetensi seluruh organ bank menjadi bagian penting dalam memastikan Perseroda BPR Kuningan tumbuh lebih profesional, sehat, dan berkelanjutan.
“Dengan SDM yang kompeten serta tata kelola yang kuat, kami optimistis Bank Kuningan dapat terus berkembang sebagai bank daerah yang stabil, prudent, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.
