Jakarta, TopBusiness—Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Lae Nciho Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, terus menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan layanan air bersih sekaligus kontribusi terhadap pendapatan daerah. Di tahun buku 2025, perusahaan daerah ini tercatat berada dalam kategori sehat dan mencetak laba.
Direktur Perumda Lae Nciho, Wahlin Munthe, mengatakan bahwa peningkatan kinerja perusahaan merupakan hasil dari konsistensi manajemen dalam memperkuat sistem pelayanan, tata kelola, dan sumber daya manusia. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air minum yang andal sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Perumda Lae Nciho terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, memperluas cakupan wilayah, serta menjaga kinerja keuangan agar tetap sehat dan mandiri,” ujar Wahlin Munthe dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2026 (11/2/2026).
Pada presentasi itu, Wahlin Munthe didampingi oleh beberapa kepala bagian. Yakni, Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Perumda Lae Nciho, Jamari Manulu; Kepala SPI Perumda Lae Nciho, Jonni Ujung; Kepala Hubungan Langganan Perumda Lae Nchiho, Ridwan D. Girsang; Kepala Bagian Teknik Perumda Lae Nciho, Jakson Sihombing.
Berdasarkan indikator kinerja BPPSPAM, tingkat kinerja Perumda Lae Nciho pada tahun buku 2025 mencapai skor 3,00 atau masuk kategori “sehat”. Sementara itu, mengacu ke Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999, tingkat kinerja perusahaan tercatat sebesar 60,36 atau berada dalam kategori “baik”.
Dari sisi pelayanan, jumlah sambungan langganan telah mencapai 24.475 sambungan, dengan cakupan layanan teknis sebesar 67,64 persen dan administratif 32,34 persen. Rata-rata jam layanan air mencapai 22 jam per hari, sementara tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) tercatat sebesar 19,44 persen.
Dalam bidang keuangan, Perumda Lae Nciho berhasil mempertahankan tata kelola yang baik. Laporan keuangan perusahaan yang diaudit oleh BPKP dan Kantor Akuntan Publik memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut sejak 2024 hingga 2025. Capaian tersebut menjadi dasar kepercayaan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terhadap pengelolaan perusahaan.
Wahlin menjelaskan, pencapaian tersebut turut didukung oleh berbagai inovasi, termasuk sistem penjualan rekening secara daring serta kemudahan sambungan kredit bagi pelanggan baru. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas basis pelanggan.
Selain memperkuat kinerja bisnis, Perumda Lae Nciho juga menjalankan fungsi sosial sebagai penyedia layanan publik. Proporsi orientasi usaha perusahaan ditetapkan sebesar 60 persen untuk laba dan 40 persen untuk layanan publik. Kebijakan ini diarahkan agar perusahaan tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat tanpa mengabaikan keberlanjutan usaha.
Dalam aspek manajemen sumber daya manusia, perusahaan menerapkan sistem penilaian kinerja berbasis target, monitoring, serta mekanisme reward and punishment. Pegawai juga dibekali melalui bimbingan teknis dan studi banding ke perusahaan air minum yang lebih maju. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan.
Terkait kontribusi terhadap daerah, Perumda Lae Nciho berkomitmen terus meningkatkan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kabupaten Dairi.
Tahun pembukuan 2025, BUMD tersebut mencatatkan laba Rp1,5 miliar. “Dan, kami sudah mulai menyetorkan PAD (pendapatan asli daerah),” kata Wahlin Munthe lagi.
Selain itu, perusahaan juga membuka lapangan kerja, mendukung pemerataan akses air bersih, serta berperan dalam menjaga kelestarian sumber air.
Meski demikian, Wahlin Munthe menjelaskan, perusahaan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain rendahnya konsumsi air domestik dan berkurangnya debit air saat musim kemarau. Untuk mengatasi hal tersebut, manajemen melakukan optimalisasi jaringan distribusi, penguatan konservasi sumber air, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat.
Wahlin menegaskan, ke depan Perumda Lae Nciho akan terus berfokus pada peningkatan cakupan layanan, penguatan sistem digital, serta pemeliharaan infrastruktur. Dengan strategi tersebut, perusahaan diharapkan mampu menjaga kinerja positif sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kami ingin Perumda Lae Nciho menjadi BUMD yang sehat, profesional, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta pemerintah daerah,” kata Wahlin.
Melalui konsistensi dalam tata kelola, inovasi layanan, dan komitmen terhadap pelayanan publik, Perumda Lae Nciho menegaskan posisinya sebagai salah satu BUMD yang terus menggenjot kinerja sekaligus berperan aktif dalam memperkuat perekonomian daerah.
