Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia atau BEI mencatat sejumlah kegiatan sepanjang pekan ini.
“Mengawali pekan ini pada Senin (9/2), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan konferensi pers perkembangan terkini pasar modal Indonesia,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, di Jakarta.
Dalam konferensi pers tersebut, OJK bersama BEI dan KSEI menyampaikan bahwa reformasi integritas pasar modal terus dipercepat melalui langkah yang komprehensif, terukur, dan berkelanjutan, mencakup peningkatan transparansi kepemilikan, penguatan data investor yang lebih granular, serta penyesuaian bertahap kebijakan free float.
Kemudian pada Rabu (11/2), BEI mempertegas peran strategisnya dalam mengakselerasi keuangan berkelanjutan dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Climate Forum (ACF) 2026 di Main Hall BEI. Forum internasional yang memasuki tahun ketiga ini merupakan hasil kolaborasi antara ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), ASEAN Alliance on Carbon Markets (AACM), Kadin Indonesia, Equatorise Advisory, serta dukungan penuh dari BEI. ACF 2026 menjadi wadah diskusi krusial untuk memfasilitasi transisi energi yang berkeadilan, investasi berbasis iklim, serta penguatan ekosistem pasar karbon di kawasan Asean. Acara ini dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Wakil Perdana Menteri Malaysia YAB Datuk Amar Haji Fadillah bin Haji Yusof, dan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik.
Dikatkan Kautsar, selama sepekan, terdapat 2 pencatatan obligasi dan 1 sukuk di BEI. Pada Kamis (12/2), Obligasi Berkelanjutan I Hino Finance Indonesia Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Hino Finance Indonesia mulai dicatatkan di BEI. Obligasi ini dicatatkan senilai Rp800 miliar dengan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi adalah idAA+ (Double A Plus) serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Pada Jumat (13/2), Obligasi Berkelanjutan VII Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2026 oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mulai dicatatkan di BEI. Masing-masing Obligasi dan Sukuk dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp889 miliar dan Rp210,1 miliar. Hasil pemeringkatan PT Fitch Ratings Indonesia untuk Obligasi dan Sukuk ini adalah AA+(idn) (Double A Plus) dengan Wali Amanat adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk.
Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 adalah 19 emisi dari 13 emiten senilai Rp14,56 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 671 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp548,61 triliun dan USD134,01 juta, diterbitkan oleh 133 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.674,24 triliun dan USD352,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp3,69 triliun.
