Jakarta, TopBusiness – Perjalanan kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Minahasa Utara dalam empat tahun terakhir menunjukkan grafik pemulihan tajam. Setelah rugi miliaran rupiah pada 2021, BUMD ini di bawah kepemimpinan Roland Maringka mampu memangkas defisit secara konsisten dan bahkan berbalik untung dalam dua tahun terakhir ini.
Direktur Utama Perumdam Minahasa Utara Roland Maringka menegaskan bahwa pembenahan tata kelola menjadi fondasi utama kebangkitan Perumdam Minahasa Utara dari kondisi kritis menuju perusahaan daerah air minum yang sehat dan berkelanjutan.
Transformasi itu dimulai sejak ia ditunjuk memimpin perusahaan pada Februari 2022 melalui proses seleksi terbuka oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
Roland menjelaskan, sebelum menjadi direktur utama, dirinya pernah menjabat dewan pengawas serta memiliki pengalaman mengelola proyek kelistrikan bersama PT PLN (Persero) di wilayah Kabupaten Minahasa Utara. Pengalaman tersebut menurutnya membantu mempercepat adaptasi dalam menerapkan standar operasional, sistem kontrol, dan praktik tata kelola korporasi di BUMD.
“Saat saya masuk tahun 2022, kondisi perusahaan dinilai sakit berdasarkan evaluasi BPKP. Bahkan ada tunggakan gaji hampir Rp 3,3 miliar dengan jumlah karyawan 102 orang,” ujarnya dalam presentasi penilaian BUMD Awards.
Saat ini jumlah pelanggan tercatat 13.187 sambungan, namun yang aktif baru sekitar 5.138 pelanggan. Dengan angka tersebut, perusahaan masih tergolong BUMD air minum skala kecil. “Cakupan layanan kami saat ini sekitar 31 persen,” kata Roland dalam sesi presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang dilakukan secara daring, Jumat (14/2/2026).
Warisan Masalah Struktural
Perumdam Minahasa Utara merupakan hasil pemekaran dari perusahaan induknya pada 2014. Selain membawa aset, perusahaan juga mewarisi beban utang dan persoalan struktural lama. Rasio jumlah pegawai tidak ideal karena praktik penempatan tenaga kerja nonproduktif yang terjadi pada periode sebelumnya.
“Idealnya 1.000 pelanggan dilayani 4 sampai 6 pegawai. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. BUMD sering jadi tempat titipan, sehingga sulit maju kalau praktik seperti ini dibiarkan,” kata Roland.
Ia mengaku langkah awal yang dilakukan adalah berkoordinasi intensif dengan auditor dan aparat penegak hukum guna membedah persoalan perusahaan satu per satu. Pembenahan dilakukan di dua sisi sekaligus, yaitu teknis operasional dan administrasi.
Salah satu kebijakan paling berdampak adalah penataan ulang SDM melalui rotasi dan mutasi. Kebijakan ini mengungkap fakta bahwa sebagian pegawai tidak aktif bekerja meski tercatat sebagai karyawan.
“Begitu dilakukan rotasi, ada yang menghilang setelah SK dibacakan. Artinya selama ini perusahaan membayar orang yang tidak bekerja,” ungkapnya.
Perbaiki NRW
Tantangan paling krusial adalah tingkat kehilangan air (non revenue water/NRW) yang mencapai 81 persen. Roland mengakui angka tersebut masih sangat tinggi, meskipun perusahaan tetap bertahan secara operasional. “Jujur sebenarnya malu. NRW kita di sini 81 persen. Tapi perusahaan ini masih hidup,” ujarnya.
Ia menjelaskan perhitungan NRW masih menggunakan metode asumsi teknis karena perusahaan belum memiliki meter induk di setiap sistem penyediaan air minum (SPAM). Harga satu meter induk bisa mencapai Rp 300–400 juta, sehingga belum dapat direalisasikan seluruhnya.
Menurut Roland, kebocoran air di Perumdam Minahasa Utara terdiri atas dua kategori, yakni teknis dan nonteknis. Kebocoran teknis banyak disebabkan usia jaringan pipa yang sudah 20–30 tahun karena merupakan warisan sistem lama sejak pemekaran dari perusahaan induk sebelumnya. Pipa tua rentan rusak akibat korosi, tekanan tanah, hingga akar pohon.
Sementara itu, faktor nonteknis lebih terkait tata kelola dan perilaku SDM. Roland menilai praktik lama yang tidak disiplin membuka celah manipulasi data dan penyalahgunaan pembayaran pelanggan.
Untuk menekan potensi kebocoran nonteknis, perusahaan menerapkan sistem digitalisasi penuh pada proses penagihan dan pencatatan. Petugas lapangan kini dibekali perangkat billing system dan printer portabel agar transaksi tercatat langsung di sistem.
“Sekarang sistem digital sudah 100 persen. Pelanggan baru wajib setor melalui bank dulu baru diproses. Tanpa bukti pembayaran tidak dilayani,” tegasnya.
Langkah ini memungkinkan manajemen memantau secara real time apakah dana pelanggan sudah masuk rekening perusahaan atau masih berada di tangan petugas. Roland menilai sistem tersebut efektif menekan risiko penyalahgunaan.
Perusahaan juga menerapkan kewajiban penyetoran harian ke bank agar tidak ada lagi dana mengendap di kantor. “Tidak boleh ada lagi uang disimpan di kantor. Semua harus melalui bank setiap hari. Tata kelola keuangan harus akuntabel,” tegasnya.
Perusahaan juga membuka layanan hotline pengaduan serta menerapkan pencatatan meter air berbasis foto untuk memastikan tagihan sesuai konsumsi riil pelanggan. Sistem ini sekaligus menutup celah manipulasi pencatatan yang sebelumnya kerap terjadi.
Perbaikan Kinerja Keuangan Bertahap
Hasil reformasi tersebut mulai terlihat pada kinerja keuangan. Berdasarkan audit kantor akuntan publik, kerugian perusahaan turun signifikan dalam tiga tahun terakhir.
- 2021: rugi Rp3,2 miliar
- 2022: rugi Rp198 juta
- 2023: rugi Rp91 juta
- 2024: laba Rp23 juta
- 2025: laba sementara Rp151 juta (unaudited)
Roland menilai tren ini menunjukkan arah pemulihan yang konsisten. “Kami fokus efisiensi dan memastikan setiap rupiah biaya benar-benar diperlukan. Banyak pengeluaran dulu tidak terkendali, sekarang kita disiplinkan,” katanya.
Salah satu sumber peningkatan pendapatan berasal dari program penggantian meter pelanggan secara berkala. Sejak berdiri, perusahaan belum pernah mengganti meter sehingga tagihan pelanggan hanya berdasarkan estimasi blok tarif awal.
“Setelah meter diganti, konsumsi riil terbaca. Ada pelanggan niaga yang sebelumnya rata-rata hanya bayar sekitar Rp200 ribuan, sekarang bisa sampai Rp4 juta karena pemakaian sebenarnya terlihat,” jelasnya.
Fokus Infrastruktur dan Kualitas Air
Di sisi layanan, perusahaan memperkuat kualitas dan kontinuitas pasokan air melalui pemeliharaan jaringan, optimalisasi pompa, serta pemantauan kebocoran pipa. Pengujian kualitas air dilakukan rutin setiap bulan, baik secara kimia maupun bakteriologi.
Roland menekankan bahwa sektor air minum merupakan industri berbiaya tinggi sehingga BUMD kecil sulit membangun infrastruktur tanpa dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum. Karena itu, perusahaan juga membuka peluang kerja sama business-to-business untuk mempercepat pengembangan layanan.
Dukungan Program Nasional dan Pariwisata
Salah satu proyek strategis yang memperluas cakupan layanan adalah pengelolaan SPAM kawasan pariwisata super prioritas Likupang, destinasi unggulan di Sulawesi Utara.
Sistem tersebut memiliki kapasitas sekitar 10 liter per detik dan telah melayani sekitar 450 sambungan rumah, termasuk sektor perhotelan dan cottage.
“Dengan tambahan sistem ini, cakupan pelayanan kami meningkat dan dapat menunjang kebutuhan hotel serta fasilitas pariwisata,” katanya.
Selain memimpin perusahaan, Roland juga aktif di organisasi profesi Perpamsi, bahkan dipercaya sebagai wakil ketua pusat sejak Desember 2025. Pengalaman tersebut memberinya perspektif luas mengenai tantangan BUMD air minum di berbagai daerah.
Tantangan Politik dan Komitmen Profesionalisme
Roland tidak menutup mata bahwa tantangan terbesar dalam reformasi BUMD bukan hanya teknis, melainkan juga faktor nonbisnis seperti tekanan politik. Ia menegaskan komitmennya menolak praktik intervensi yang dapat merusak profesionalisme perusahaan.
“Saya tidak bisa menerima praktik titipan. Risiko dicopot jabatan itu ada, tapi perusahaan harus dijalankan dengan tata kelola yang benar supaya bisa sehat,” tegasnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah yang objektif menjadi faktor penting keberhasilan transformasi. Ia berharap semakin banyak BUMD air minum di Indonesia mampu memperbaiki manajemen sehingga layanan publik meningkat.
Ke depan, Perumdam Minahasa Utara menargetkan menjadi perusahaan air minum daerah yang sehat secara finansial, operasional, dan tata kelola. Fokus utamanya adalah menjaga kontinuitas pasokan air bersih, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta memperkuat kesejahteraan karyawan.
Keberhasilan manajemen Perumdam Minahasa Utara dalam memperbaiki kinerja perusahaan membuat BUMD ini menjadi kandidat peraih TOP BUMD Awards 2026.
