Jakarta, TopBusiness – Terobosan dan inovasi digital menjadi kunci baru bagi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tugu Artha Sejahtera dalam memperkuat perannya dalam mendukung pelaku usaha, utamanya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan digitalisasi, kini layanan bergeser dari konvensional, mulai beradaptasi dengan teknologi digital yang bisa mempercepat, mempermudah, dan memperluas akses bagi nasabah, termasuk kemudahan layanan kredit dan pembiayaan.
Terobosan dan inovasi digital untuk layanan pelanggan, di antaranya transaksi cash in secara online dan realtime ke rekening di BPR Tugu Artha, menggunakan virtual account. Dengan sistem ini, transaksi dapat dilakukan dimana saja menggunakan platform pembayaran apa saja. Transaksi yang masuk, bisa dibukukan otomatis by system. Selain itu juga ada inovasi lain untuk mengakomodir pengajuan kredit secara online melalui website BPR.
Plt Direktur Utama PT BPR Tugu Artha Sejahtera, Lukman Nulhakim, S.Adm., MM, mengungkapkan, BPR Tugu Artha Sejahtera menjadikan strategi digitalisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing bisnis di tengah kemajuan teknologi informasi, sekaligus memudahkan layanan nasabah. “Salah satu wujud dan implementasi transformasi digital tersebut adalah pengajuan kredit secara online. Skema ini memberi kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan tanpa harus berulang kali datang ke kantor,” ungkapnya dalam wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2026” secara daring (13/02/2026), yang dihelat Majalah TopBusiness Jakarta.
Tak hanya pada sisi pengajuan kredit, transformasi digital juga menyentuh sistem pembayaran dan collection. Pemanfaatan virtual account dan mobile collection mempermudah transaksi angsuran, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan dana. Di sisi internal, ada sistem digital membantu manajemen dalam: Monitoring kualitas kredit secara real time, mengelola risiko lebih terukur, serta mempercepat pelaporan dan pengambilan Keputusan.
Transformasi digital BPR juga berdampak tidak langsung pada pelaku UMKM. Dengan terbiasa menggunakan layanan keuangan digital, pelaku usaha terdorong untuk lebih adaptif terhadap ekosistem ekonomi digital—mulai dari pembayaran non-tunai hingga pencatatan transaksi yang lebih rapi.
Tren Kinerja Bisnis Meningkat
Di tengah persaingan industri perbankan yang kian kompetitif, PT BPR Tugu Artha Sejahtera tetap mampu menorehkan kinerja impresif sepanjang 2025. BPR milik Pemerintah Kota Malang ini mencatat pertumbuhan laba hampir 10 persen, ditopang struktur permodalan yang kuat sebagai fondasi ekspansi bisnis ke depan. Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah melalui permodalan bagi pelaku UMKM.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2025, BPR Tugu Artha meraih Tingkat Kesehatan Peringkat 2 (Sehat). Dari sisi rentabilitas, Return on Assets (ROA) tercatat 4,96 persen—lebih dari dua kali lipat standar sangat baik. Rasio efisiensi BOPO terjaga di level 73,5 persen, sementara Net Interest Margin (NIM) mencapai 12,5 persen, menandakan kuatnya margin bunga.
Secara nominal, laba perseroan naik 9,65 persen menjadi Rp2,16 miliar pada 2025, dari Rp1,97 miliar pada 2024. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan kredit menjadi Rp35,69 miliar serta total aset yang tumbuh menjadi Rp56,21 miliar.
Penghimpunan dana masyarakat juga menunjukkan tren positif. Tabungan tumbuh 10,60 persen, sementara deposito melampaui target dengan pertumbuhan signifikan. Strategi penguatan dana murah melalui berbagai produk simpanan dinilai efektif menjaga likuiditas sekaligus menopang ekspansi kredit. “Pertumbuhan ini menunjukkan fundamental bisnis kami semakin kokoh. Laba meningkat, efisiensi terjaga, dan struktur modal sangat kuat untuk mendukung ekspansi yang sehat,” ujar Lukman.
Salah satu indikator paling menonjol adalah rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang mencapai 76,79 persen—jauh di atas ketentuan regulator. Bahkan rasio Modal Inti terhadap Aset Produktif Bermasalah menembus 853,18 persen.
Angka tersebut mencerminkan bantalan modal yang sangat tebal, memberi ruang luas bagi perseroan untuk memperbesar pembiayaan tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian. Secara umum, indikator kesehatan bank menunjukkan profil stabil dengan tata kelola baik, rentabilitas sangat baik, dan permodalan sangat kuat.
Dalam kaitan kontribusi sebagai BUMD dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan, sepanjang 2025 di antaranya penyaluran kredit kepada UMKM dan pelaku usaha lokal. Dari total baki debet Rp. 35.698.844.207,- sebesar pedagang/umum, UMKM 1%, UMKM 0,75%, dan OJIR sebesar Rp. 15.291.087.026 yang membantu pelunasan utang kepada rentenir.
Menurut Lukman, fokus pada pembiayaan produktif menjadi strategi utama perseroan dalam menjaga margin sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi Kota Malang. Kami memastikan pembiayaan tetap tumbuh dengan risiko yang terkelola untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan,” katanya.
