Jakarta, TopBusiness – Dengan wilayah operasional kerja yang cukup luas, yaitu: Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Provinsi DKI Jakarta, maka Bank Sumsel Babel mengembangkan strategi bisnis secara terukur. Baik seperti misalnya, mendasarkan pada RBBR, GCG, CDD, dan ISO 9001 : 2008. Selaras dengan hal tersebut, Bank Sumsel Babel kemudian mengembangkan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan, di mana pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran yang selaras dengan strategi bisnis.
Menurut Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hukum Bank Sumsel Babel M. Taufan Yulistian dalam Wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2021, strategi bisnis perusahaan diantaranya adalah masuk pada segmen-segmen pasar retail yang character bisnis dikuasai dan mudah pengelolaannya. Karena itu, salah satu sektor penyaluran CSR adalah pada bidang ekonomi (bina mitra) di mana mitra yang dibantu secara otomatis sekaligus menjadi mitra binaan Bank Sumsel Babel.
Beberapa program CSR bina mitra yang dilaksanakan di tahun 2020, menurut M. Taufan Yulistian kembali adalah sebagai berikut.
Pertama. Pelatihan Barista Kopi Organik Sumatera Selatan. Kedua. Bantuan Prasarana UMKM, diantaranya alat angkinan, etalase, bantuan usaha budidaya ikan dan kangkung dalam ember (budikdamber), bantuan usaha kolam ikan terpal, bantuan fasilitasi moulding Kopiah Resam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan bantuan prasarana bagi UKM Jumputan Gambo Ginde Sugih Kabupaten Musi Banyuasin. Ketiga. Penataan Kampung dan Galeri UMKM, diantaranya Kampung Kuliner Bingen Khas Palembang, Galeri Kampoeng Rafika Duri di Kabupaten Bangka, dan Galeri Gambo Kabupaten Musi Banyuasin.
3 Program Unggulan
Dari semua program CSR yang dilaksanakan Bank Sumsel Babel, yaitu sebuah bank yang memperoleh penilaian Tingkat Kesehatan Bank tahun 2019 secara Self Assessment Tanggal 27 Januari 2020 dengan hasil “Peringkat Komposit 2 (Sehat)”, terdapat 3 program CSR unggulan. Ketiganya adalah sebagai berikut.
- Penataan Kampung Binaan dan Galeri UMKM
Program ini pada dasarnya terdiri dari 2 program. Pertama. Program Penataan Kampung dan Galeri UMKM, diantaranya Kampung Kuliner Bingen Khas Palembang, Galeri Kampoeng Rafika Duri di Kabupaten Bangka, dan Galeri Gambo Kabupaten Musi Banyuasin. Kedua. Pengembangan Kampung Anggrek Talang Kepuh. Keunggulan program ini adalah meningkatkan kapasitas usaha masyarakat berbasis potensi sumber daya setempat sebagai stimulan upaya pemberdayaan ekonomi untuk turut serta memotivasi dan mendorong produktivitas masyarakat yang mendiami lingkungan tertentu.
2. Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Keagamaan
Program ini terdiri dari 4 program utama. Pertama. Program pelaksanaan bantuan pembangunan/renovasi/rehab rumah ibadah. Kedua. Program pelaksanaan bantuan pembangunan/renovasi/rehab infrastruktur masyarakat, contoh: Panggung Alun-alun Kota Pangkalpinang, Gedung MCK Bumi Pramuka Sumatera Selatan. Ketiga. Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni di Kota Prabumulih dan Kabupaten Banyuasin. Keempat. Program bantuan pembuatan sumur bor, contoh di Bangka Selatan. Manfaat semua program tersebut adalah memberi kontribusi sosial guna turut peduli menghadirkan kelayakan infrastruktur umum bagi masyarakat.
3. Beasiswa dan Program Pendidikan
Program ini terdiri dari 5 program utama. Pertama. Program Beasiswa Wisudawan/ti Berprestasi Universitas Tridinanti. Kedua. Bantuan Beasiswa bagi 20 Pelajar Berprestasi Tingkat SD dan 20 Pelajar Berprestasi Tingkat SMP serta Bantuan Laptop Masing-masing 1 unit bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, 1 unit bagi SD Negeri 5 Badau, 1 unit bagi SD Negeri 7 Membalong, 1 unit bagi SD Negeri 8 Membalong, 1 unit bagi SMP Negeri 1 Membalong, 1 unit bagi SMP Negeri 4 Membalong, dan 1 unit bagi SMP Negeri 3 Sijuk. Ketiga. Program Bantuan 5.000 Eksemplar Buku Tulis untuk Pelajar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan. Keempat. Program Bantuan Peralatan Laboratorium Universitas Tridinanti Palembang. Kelima. Program bantuan 3 (tiga) unit Motor Perpustakaan Keliling bagi Pemerintah Kota Palembang. Manfaat program tersebut adalah ikut memperbesar akses dan sarana pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, akses literasi dengan jangkauan lebih luas.
Inisiatif CSR Kala Pandemi
Di tempat yang sama, Pemimpin Bagian Sekretariat dan Humas Bank Sumsel Babel Herlina mengatakan jika perusahaan juga dicatat aktif melakukan inisiatif dalam rangka ikut menangani dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di lingkungan Bank Sumsel Babel. Seperti misalnya, menggalakkan program #BSBTanggapCorona.
Program ini dilaksanakan di seluruh unit kerja Kantor Pusat dan Cabang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat dan rumah sakit – rumah sakit di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Provinsi DKI Jakarta. Pelaksanaannya di antaranya adalah dengan membantu penyediaan tempat cuci tangan portable di tempat-tempat strategis, membagikan masker dan handsanitizer kepada masyarakat, memberikan bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu yang kemampuan ekonominya terdampak pandemi Covid-19, serta membantu penyediaan baju APD, sarung tangan latex, kacamata gogle, dan sepatu boots bagi Tenaga Kesehatan.
Selain itu perusahaan juga menyediakan klinik/posko kesehatan di Kantor Pusat, menyediakan fasilitas kesehatan kepada pegawai apabila pegawai diindikasi mengalami gejala Covid-19 maupun pegawai yang pernah mengalami kontak dengan orang positif Covid-19 tetapi tanpa gejala.
Semua inisiatif tersebut menurut Herlina, dicatat mampu meminimalisasi dampak pandemi dan dapat mendukung kegiatan dan operasional perusahaan dari masa pandemi.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
