TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tarif Nol Persen AS untuk CPO, Saham Emiten Sawit Berpeluang Menguat

Nurdian Akhmad
19 February 2026 | 10:42
rubrik: Business Info
Lahan Sawit Perusahaan Ini Naik 9.000 Hektar

Ilustrasi Kebun Sawit. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Persetujuan tarif bea masuk 0 persen dari Amerika Serikat terhadap ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya asal Indonesia melalui skema Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dinilai menjadi katalis strategis bagi industri sawit sekaligus sentimen positif bagi emiten sektor perkebunan di bursa.

Kebijakan ini membuka peluang peningkatan ekspor langsung ke pasar AS dalam volume lebih besar. Selama ini, total ekspor sawit Indonesia ke AS diperkirakan mencapai sekitar 6 juta ton per tahun. Namun hanya sekitar sepertiga yang dikirim langsung, sementara sisanya masuk melalui negara-negara Uni Eropa seperti Prancis, Jerman, Spanyol, Belanda, dan Italia sebelum kembali ke AS sebagai barang re-ekspor.

Direktur Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute, Tungkot Sipayung, menilai kebijakan tarif nol persen merupakan sinyal kuat perubahan arah perdagangan global sawit. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan upaya AS memperkuat posisi dalam rantai pasok sekaligus berpotensi mengurangi dominasi Eropa sebagai perantara distribusi.

“Tarif nol persen akan mendorong ekspor langsung, membuat jalur distribusi lebih efisien, dan meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam negosiasi dagang global,” ujar Tungkot dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Terkait kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang kerap dianggap menghambat ekspor sawit, Tungkot menilai kekhawatiran tersebut berlebihan. Ia menilai tuntutan teknis seperti ketertelusuran hingga koordinat kebun sulit diterapkan secara luas oleh negara produsen, sehingga implementasinya berpotensi tidak optimal.

Di sisi lain, dengan dukungan pasar domestik melalui mandatori biodiesel B40 serta diversifikasi ekspor, ia menegaskan industri sawit Indonesia tidak akan mudah terguncang oleh tekanan regulasi eksternal.

Peluang Emiten CPO

Analis dari Mitra Andalan Sekuritas menilai perubahan pola arus dagang ini bukan sekadar sentimen jangka pendek, melainkan pergeseran struktural. Jika volume ekspor beralih langsung ke AS, maka peran Eropa sebagai hub perdagangan berpotensi berkurang, sementara posisi tawar Indonesia dalam negosiasi dagang global dapat meningkat.

BACA JUGA:   Tanjung Kelayang Ditetapkan Jadi KEK Pariwisata

Dari perspektif pasar, kebijakan tersebut dinilai membuka peluang penguatan kinerja emiten CPO, terutama perusahaan dengan eksposur ekspor tinggi. Diversifikasi pasar juga dinilai semakin kuat karena Indonesia memiliki alternatif tujuan ekspor besar seperti India, China, serta kawasan Afrika.

Di sisi lain, kebijakan ini juga berpotensi memengaruhi dinamika regulasi Eropa, khususnya terkait standar keberlanjutan seperti aturan anti-deforestasi. Jika kebijakan tersebut terlalu ketat, Eropa berisiko kehilangan pasokan karena eksportir dapat mengalihkan penjualan ke pasar lain yang lebih terbuka.

Selain itu, perkembangan perundingan Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menunjukkan sinyal bahwa blok Eropa mulai membuka akses lebih luas bagi produk Indonesia, meski proses negosiasi masih berlangsung.

Pelaku pasar menilai faktor risiko tetap ada, terutama terkait dinamika politik dagang global dan implementasi teknis perdagangan. Namun secara keseluruhan, tarif nol persen dari AS dipandang sebagai katalis strategis yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok sawit dunia sekaligus meningkatkan prospek sektor ini di bursa.

Tags: Emiten CPOtarif AS
Previous Post

Chubb Life Indonesia Tunjuk Naresh Krishnan sebagai Presiden Direktur

Next Post

Harga Bapok Terkendali Jelang Ramadan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR