Jakarta, TopBusiness — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Jumat (20/02/2026) dengan penguatan. Pada sesi pembukaan, IHSG naik 26,14 poin atau setara 0,32 persen ke level 8.300,22.
Kenaikan juga terjadi pada indeks LQ45 yang berisi 45 saham terlikuid dan berkapitalisasi besar. Indeks LQ45 menguat 2,76 poin atau 0,33 persen ke posisi 837,04 pada awal perdagangan.
Seiring dengan penguatan indeks, aktivitas transaksi di pasar reguler terpantau cukup aktif. Pada 30 menit pertama perdagangan, total volume saham yang diperdagangkan mencapai sekitar 2,1 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi lebih dari 165 ribu kali. Nilai transaksi harian di awal sesi tercatat menembus Rp1,4 triliun.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan ditopang oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan komoditas. Saham-saham perbankan terpantau menjadi penopang utama indeks, seiring sentimen positif terhadap stabilitas suku bunga domestik dan prospek pertumbuhan kredit tahun ini. Di sisi lain, saham berbasis komoditas turut menguat mengikuti tren kenaikan harga komoditas global.
Secara teknikal, pergerakan IHSG masih berada dalam tren penguatan jangka pendek setelah berhasil bertahan di atas level psikologis 8.250. Level 8.300 kini menjadi area uji ketahanan (resistance) terdekat. Jika mampu bertahan dan ditutup di atas level tersebut, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 8.350–8.380 dalam beberapa sesi ke depan.
Sebaliknya, level 8.250 menjadi area penopang (support) terdekat. Koreksi wajar berpotensi terjadi apabila pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking), terutama menjelang akhir pekan.
Dari sentimen eksternal, pelaku pasar mencermati pergerakan bursa global dan arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat. Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor yang memengaruhi minat investor asing di pasar saham domestik.
Analis melihat bahwa penguatan pada awal sesi ini mencerminkan optimisme investor terhadap kondisi fundamental ekonomi nasional yang relatif solid, didukung inflasi yang terkendali dan prospek pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026. Namun demikian, volatilitas tetap perlu diwaspadai mengingat dinamika global yang masih fluktuatif.
Dengan aktivitas transaksi yang cukup ramai sejak pembukaan, IHSG berpeluang melanjutkan tren positif sepanjang hari ini, selama tidak muncul sentimen negatif signifikan baik dari dalam maupun luar negeri.
