Jakarta, TopBusiness – PT PLN (Persero) UIP Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui strategi dan implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam ajang TOP CSR Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness, Jumat, 20 Februari 2026.
Dalam presentasi bertajuk “Strategi dan Implementasi Program TJSL PT PLN (Persero) UIP Sumbagsel dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan dan Pengelolaan Dampak Sosial”, perusahaan memaparkan bahwa TJSL dirancang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Program tersebut menjadi bagian integral dari pengelolaan dampak sosial proyek ketenagalistrikan di wilayah Ring-1 operasional.
Officer Komunikasi dan TJSL PLN UIP Sumbagsel, Rudiansyah, menjelaskan bahwa pendekatan TJSL tidak sekadar berbasis bantuan sosial, tetapi berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
“Kami melakukan social mapping terlebih dahulu untuk memastikan program tepat sasaran dan relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya dalam wawancara penjurian.
Ia menambahkan, program TJSL berperan strategis menjaga social license to operate, menurunkan risiko sosial proyek, serta memperkuat penerimaan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur kelistrikan.
“Setiap program kami rancang terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan agar manfaat sosial berjalan seiring dengan keberlanjutan operasional,” kata Rudiansyah.
Salah satu program unggulan adalah Desa Berdaya BENDERANG di Desa Air Sempiang, Kabupaten Kepahiang. Program ini mengusung pendekatan ekosistem dengan penguatan UMKM, pengembangan desa wisata, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan kelembagaan desa. Total investasi tercatat Rp297 juta dengan total present value manfaat Rp1.035.145.356 dan nilai SROI 3,48:1. Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 94,66 atau kategori Mutu A (Sangat Baik) .
Program unggulan lainnya, PAGAR AYU, berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui pengolahan komoditas jahe menjadi produk bernilai tambah. Program ini mencatat investasi Rp204 juta dengan total present value manfaat Rp374 juta dan SROI 2,51:1. Indeks Kepuasan Masyarakat tercatat 93,39 atau Mutu A .
Menurut Rudiansyah, pengukuran dampak melalui SROI menjadi bukti efektivitas penggunaan dana TJSL. “Setiap Rp 1 investasi harus menghasilkan nilai sosial ekonomi yang terukur dan berkelanjutan,” tegasnya.
PLN UIP Sumbagsel juga menerapkan monitoring dan evaluasi terstruktur mencakup pengukuran output, outcome, hingga dampak jangka menengah. Hasil evaluasi menjadi dasar penyempurnaan model pendampingan dan rencana replikasi di wilayah operasional lain.
Melalui strategi TJSL terintegrasi berbasis ESG, PLN UIP Sumbagsel menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan selaras dengan pemberdayaan masyarakat dan penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan.
