Jakarta, TopBusiness—Kinerja PT BPR Rokan Hilir (Perseroda)/Bank Rohil pada 2025 melonjak signifikan dengan pertumbuhan bisnis di kisaran 30–40% di berbagai indikator utama. Aset, kredit, dan laba sama-sama mencatatkan kenaikan kuat, diikuti perbaikan kualitas kredit dan peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Direktur Utama BPR Rokan Hilir, Wan Muhamad Kudri, menjelaskan bahwa lonjakan kinerja tersebut merupakan hasil penerapan strategi pertumbuhan terkendali (growth terkendali) yang dibarengi penguatan manajemen risiko dan tata kelola.
“Kami tidak mengejar pertumbuhan semata, tetapi membangun pertumbuhan yang berkualitas melalui disiplin risiko dan dukungan fungsi legal yang kuat,” ujarnya saat presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2026, melalui Zoom (20/2/2026).
Pada kesempatan itu, direktur utama itu didampingi oleh Direktur BPR Rokan Hilir, Nurasiah. Ada pula Kabag Bisnis BPR Rokan Hilir, Ernawati; Kabag Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPR Rokan Hilir, Zulham Efendi; Kabag SKAI BPR Rokan Hilir, Azlan; Kabag Operasional BPR Rokan Hilir, Tomy Jefri; Kabag Legal BPR Rokan Hilir, Ilham Kurniawan.
Kudri menjelaskan, sepanjang 2025, aset Bank Rohil tumbuh 36,03% menjadi sekitar Rp270,21 miliar. Penyaluran kredit meningkat 35,76% menjadi Rp205,61 miliar, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Dana pihak ketiga (DPK) juga menguat, terutama tabungan yang tumbuh 41,97% menjadi Rp139,37 miliar. Laba bersih melonjak 45,02% menjadi Rp8,49 miliar.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun dari 7,62% menjadi 6,29%. Penurunan ini ditopang penguatan fungsi legal, penerapan early warning system, serta pendekatan risk-based banking sejak proses analisis kredit. “Penilaian risiko kami perketat sejak awal, sehingga kualitas kredit meningkat dan risiko bisa ditekan,” kata Kudri.
Apa yang mendorong pertumbuhan-pertumbuhan tersebut? Manajemen menekankan kombinasi antara perbaikan tata kelola, penataan organisasi berbasis kinerja, serta inovasi digital sederhana namun berdampak.
Pada semester II-2025, Bank Rohil meluncurkan aplikasi “Rohil Banking” berbasis read only yang memungkinkan nasabah memantau saldo, mutasi, dan kewajiban kredit secara real time tanpa fitur transaksi. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan transparansi dan memitigasi potensi fraud.
Di sisi internal, bank itu memerkuat fungsi legal dengan merekrut tenaga ahli hukum bersertifikat advokat untuk mempercepat penyelesaian kredit bermasalah. Selain itu, sistem KPI diterapkan secara berjenjang, disertai reward and punishment untuk membangun budaya kerja profesional dan berbasis merit.
Kontribusi terhadap daerah juga meningkat. Target dividen minimal Rp4,5 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir pada 2025 diproyeksikan terlampaui menjadi sekitar Rp4,62 miliar (unaudited), atau naik 45% dibanding tahun sebelumnya. Kinerja ini memperkuat posisi BPR sebagai salah satu sumber PAD berkelanjutan.
Ke depan, bank tersebut menargetkan perluasan layanan melalui pembukaan kantor kas lintas wilayah Riau–Sumatera Utara yang telah dimasukkan dalam Rencana Bisnis Bank 2025, dengan target operasional semester II-2026. Langkah ini diharapkan memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM dan masyarakat di daerah yang belum terlayani optimal.
“Dengan pertumbuhan agresif namun terukur, perbaikan kualitas aset, serta penguatan tata kelola, manajemen optimistis kinerja 2025 menjadi fondasi bagi ekspansi yang sehat dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” kata Kudri.
