Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Pegadaian (Persero) meluncurkan layanan gadai tanpa bunga berbasis aplikasi mobile bernama Pegadaian Digital Service (PDS).
Peluncuran PDS dilangsungkan dalam acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pegadaian ke-117 yang digelar di Lapangan Aldiron, Jakarta, Minggu (1/4/2018).
Dalam sambutannya, Direktur Utama Pegadaian Sunarso mengatakan bahwa kehadiran layanan PDS ini dapat menjadi solusi bagi kalangan masyarakat yang membutuhkannya. “Kami berharap program ini dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat serta memperluas basis nasabah, khususnya mahasiswa, buruh pabrik, dan kalangan masyarakat lainnya,” ujar dia.
Dengan hadirnya PDS ini, Sunarso pun berharap jumlah nasabah Pegadaian dapat meningkat dari yang sebelumnya sebanyak 9,5 juta nasabah di tahun 2017 bisa menjadi 11,5 juta nasabah pada tahun 2018.
Direktur Produk Pegadaian Haryanto Widodo menjelaskan, tahun ini perseroan menargetkan omset sebesar Rp143,9 triliun. Pendapatan usaha pun ditargetkan menjadi Rp12,5 triliun atau tumbuh sekitar 19% dari pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp10,5 triliun. “Sedangkan laba bersih pada 2018 sebesar Rp2,7 triliun, meningkat 7,14 persen dari capaian tahun lalu sebesar Rp2,5 triliun,” kata dia.
Adapun Menteri BUMN Rini Soemarno yang turut hadir dalam acara itu menuturkan bahwa masih eksisnya Pegadaian hingga sekarang tentu tak lepas dari peran dirut-dirut sebelumnya.
“Karena bisa sampai ke umur 117 itu tidak mudah. Dan memang inilah yang selalu saya ingatkan kepada dirut-dirut BUMN bahwa pemimpin-pemimpin itu harus berpikir bagaimana mengembangkan usahanya di BUMN-BUMN tersebut, menjaga dan melakukan aktifitas usaha yang good governance sehingga BUMN-BUMN kita bisa kita wariskan ke anak-cucu-cicit kita,” tutur Rini Soemarno.
Dia pun berharap Pegadaian dapat eksis hingga ratusan tahun ke depan dengan telah menyadari bahwa sekarang adalah era digitalisasi dan betul-betul melakukan transformasi.
“Dan tentunya terimakasih juga karena Pegadian devidennya tahun ini Alhamdulillah bisa lebih dari 1 triliun rupiah. Bayar pajaknya juga 1,6 triliun rupiah,” pungkas dia.
