TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat Keberlanjutan Jelang Pascatambang, ABN Fokus pada Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Agus Haryanto
24 February 2026 | 18:52
rubrik: Event
Perkuat Keberlanjutan Jelang Pascatambang, ABN Fokus pada Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Jakarta, TopBusiness — PT Adimitra Baratama Nusantara atau ABN kembali menegaskan komitmennya dalam pengelolaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) dengan berpartisipasi untuk kedua kalinya dalam ajang TOP CSR Awards 2026.

Sebelumnya, perusahaan berhasil meraih predikat TOP CSR Awards 2025 #STAR 4, capaian yang menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas serta dampak program CSR secara berkelanjutan.

Direktur PT ABN, Sudarmono Saragih, menyampaikan bahwa partisipasi tahun ini menjadi momentum penting untuk mempertahankan bahkan melampaui capaian sebelumnya.

“Kami berharap pada tahun kedua ini bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Paling tidak, kami dapat mempertahankan capaian yang sudah diraih sebelumnya,” ujar Sudarmono, yang akrab disapa Mono, saat wawancara penjurian secara daring di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Dalam proses wawancara tersebut, Sudarmono didampingi jajaran manajemen yang terlibat aktif dalam pelaksanaan program CSR, yakni GM Operation Djoko Budi Susilo, Manager External Relation Bambang Takariyanto, serta Superintendent Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Sugeng Rahayu.

Menurut Sudarmono, capaian TOP CSR Awards 2025 #STAR 4 menjadi bukti bahwa program yang dijalankan perusahaan telah berada pada jalur yang tepat. Namun, ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses evaluasi untuk memperkuat tata kelola dan implementasi CSR.

“Mudah-mudahan dengan bimbingan dan masukan dari proses wawancara ini dapat kami manfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kinerja CSR perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara manajemen operasional, fungsi hubungan eksternal, serta tim pengembangan dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan program CSR berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dengan dukungan penuh seluruh jajaran manajemen, PT ABN optimistis mampu mempertahankan predikat yang telah diraih sekaligus meningkatkan kontribusi sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:   Inovasi Digital Perumda Tirta Mulia, Dongkrak PAD Kabupaten Pemalang

Fokus Pascatambang

Memasuki periode lima hingga enam tahun menjelang masa pascatambang, perusahaan memperkuat arah kebijakan CSR dengan menitikberatkan pada keberlanjutan dan kemandirian masyarakat.

Bambang Takariyanto menjelaskan bahwa strategi CSR disusun untuk menjawab kekhawatiran pemerintah dan masyarakat terkait kondisi ekonomi daerah setelah operasional tambang berakhir.

“Sesuai perizinan dan rencana tambang yang kami miliki, dalam lima sampai enam tahun ke depan kami akan memasuki masa pascatambang. Hal ini tentu memengaruhi perencanaan program CSR. Karena itu, kami mempersiapkan program-program yang bersifat berkelanjutan dan tidak bergantung pada keberadaan perusahaan,” ujarnya.

Menurut Bambang, kekhawatiran masyarakat tentang masa depan ekonomi daerah merupakan hal yang wajar. Namun, perusahaan memilih bersikap antisipatif dengan memperkuat program jangka panjang.

“Kami memahami ada kekhawatiran, ‘nanti kalau sudah habis bagaimana’. Namun, kapan pun itu pasti akan terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana kami mempersiapkan masyarakat agar tetap mandiri,” katanya.

ABN memprioritaskan program yang menyentuh kebutuhan dasar dan berdampak luas, seperti penguatan kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, serta sektor pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pada sektor ketahanan pangan, perusahaan mencatat peningkatan signifikan dalam program cetak sawah. Tahun lalu, luas lahan yang dicetak mencapai sekitar 35 hektare, sedangkan saat ini telah meningkat menjadi 50 hektare. “Kami berharap program ini dapat menjadi contoh dan acuan bagi perusahaan lain,” ujar Bambang.

Selain itu, pembangunan infrastruktur sosial turut menjadi perhatian perusahaan, antara lain pembangunan jembatan, pos pelayanan terpadu (posyandu), pos keamanan lingkungan (pos kamling), serta tempat ibadah.

Program CSR tersebut tidak hanya dijalankan oleh Departemen External Relations, melainkan melibatkan berbagai departemen lain, seperti Civil, Engineering, serta Health, Safety, and Environment (HSE). Kolaborasi lintas departemen dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

BACA JUGA:   Ini Peran HC dalam Pencapaian Bisnis Bank BPR Sumsel

“Program CSR bukan hanya tanggung jawab satu departemen. Kami selalu berkolaborasi dengan departemen lain dalam struktur manajemen agar pelaksanaannya optimal,” jelas Bambang.

Perusahaan juga berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui hibah aset. Baru-baru ini, ABN menghibahkan lahan seluas 3.900 meter persegi untuk pembangunan kantor lurah terpadu di wilayah Ring 1. Sebelumnya, kantor lurah tersebut hanya berdiri di atas lahan seluas 200 meter persegi.

Selain itu, perusahaan menyerahkan lahan kepada PDAM Tirta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk pembangunan fasilitas distribusi air bersih yang akan menyuplai kebutuhan dua kecamatan, yakni Sanga-Sanga dan Muara Jawa.

“Ini merupakan dukungan untuk kepentingan jangka panjang masyarakat. Kami ingin memastikan manfaatnya tetap dirasakan meskipun nanti kami sudah memasuki masa pascatambang,” katanya.

Dia menegaskan bahwa komitmen jajaran pimpinan perusahaan, baik secara moral maupun finansial, menjadi faktor penting dalam keberhasilan program CSR yang dijalankan. Sejumlah program unggulan bahkan telah memperoleh apresiasi dari pemerintah dan dijadikan acuan di tingkat kabupaten maupun provinsi, salah satunya program Bedah Rumah.

“Kami berharap apa yang sudah kami lakukan tidak hanya berdampak bagi masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain,” tutup Bambang.

Previous Post

MGRM Bidik BUMD Terbaik Kaltim di 2027, Perkuat PI Migas dan Diversifikasi Usaha

Next Post

Tinjau Bendung Pante Lhong, Menteri Dody Pastikan Air Irigasi Mengalir ke Sawah Setelah Ramadan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR