TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dukung Ketahanan Pangan, Mendag Busan Dorong Pemanfaatan Gudang SRG oleh Bulog

Agus Haryanto
25 February 2026 | 11:20
rubrik: Business Info
Dukung Ketahanan Pangan, Mendag Busan Dorong Pemanfaatan Gudang SRG oleh Bulog

sumber: kemendag.go.id

Jakarta, TopBusiness – Menteri Perdagangan Budi Santoso atau Busan menegaskan peran strategis Sistem Resi Gudang (SRG) dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Ia pun mendorong agar gudang-gudang SRG dapat dimanfaatkan Bulog untuk menyimpan komoditas pangan seperti gabah, beras, dan jagung.

Menurut Busan, sinergi ini menjadi bukti optimalisasi pemanfaatan gudang SRG dalam strategi penguatan cadangan pangan guna mendukung Program Asta Cita Presiden RI di bidang swasembada pangan.

Penegasan tersebut disampaikan Busan usai meninjau Gudang SRG Kecamatan Glumpang Tiga di Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (23/2). Turut mendampingi Mendag Busan, yaitu Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Tirta Karma Senjaya, dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal S. Shofwan.

“Gudang-gudang SRG saat ini dimanfaatkan Bulog yang membutuhkan dukungan infrastruktur penyimpanan yang memadai. SRG telah menjadi bagian penting dalam memperkuat cadangan pangan,” ujar Busan dalam laman kemendag.go.id.

Gudang SRG Kabupaten Pidie saat ini menampung beras Bulog sebanyak 2.300 ton untuk mendukung program bantuan pangan periode Februari–Maret 2026.

Selain Pidie, di Aceh terdapat pula gudang SRG yang dimanfaatkan untuk menyimpan komoditas beras Bulog, yaitu di Pidie Jaya sebanyak 1.817 ton dan Bireuen sebanyak 1.394 ton. Menurut Mendag Busan, optimalisasi ini menunjukkan bahwa SRG dapat berfungsi sebagai manajemen stok untuk mengatur ketersediaan dan distribusi bahan pangan.

Busan menambahkan, pemanfaatan SRG akan dilakukan secara berkelanjutan dalam siklus pengelolaan cadangan beras. “Setelah stok tersalurkan, gudang akan diisi kembali dari panen 2026. Artinya, SRG menjadi bagian dari sistem pengelolaan cadangan pangan yang berkesinambungan,” tegasnya.

Gudang SRG Kabupaten Pidie dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Kementerian Perdagangan Tahun Anggaran 2010 dan telah memperoleh persetujuan menjadi gudang SRG dari Bappebti. Gudang ini dikelola Koperasi Jasa Beumakmu dan dimanfaatkan untuk penyimpanan beras yang mendukung Program Swasembada Pangan Bulog.

BACA JUGA:   Bikin Mengelus Dada, Produsen Canai Lantai Tiongkok Diselidiki Komite Anti Dumping
Tags: kemendag
Previous Post

Mandiri Sekuritas: IHSG Masih Atraktif, Saham Perbankan Jadi Andalan

Next Post

BSI dan HokBen Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama 4.500 Anak Yatim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR