Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.04%, disertai dengan net sell asing ~409 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, INKP, BBNI, ANTM dan EXCL.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, IHSG akan mencoba untuk tes support di 8200 dan jika kuat disana potensi short term teknikal rebound. Tapi jika break under 8200, bisa koreksi hingga 8050.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 8126-8200 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 8280-8320,” ujar dia, dalam risetnya, Jumat (27/2/2026).
Trading Idea hari ini: MBMA, MDKA, BIPI, NCKL, HUMI, dan BUMI
- MBMA Buy on Weakness dengan area beli di 750-785, cutloss di bawah 740. Target dekat di 840-875.
- MDKA Buy on Weakness dengan area beli di 3560-3600, cutloss di bawah 3540. Target dekat di 3670-3740.
- BIPI Buy on Weakness dengan area beli di 290-310, cutloss di bawah 284. Target dekat di 322-342.
- NCKL Buy on Weakness dengan area beli di 1400-1430, cutloss di bawah 1390. Target dekat di 1475-1525.
- HUMI Spec Buy dengan area beli di 230-232, cutloss di bawah 226. Target dekat di 242-250.
- BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 254-258, cutloss di bawah 250. Target dekat di 262-264.
Global Overnight Review
Wall Street Melemah, Saham Nvidia Terkoreksi. Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup turun pada perdagangan Kamis (27/2), setelah laporan keuangan Nvidia dan perusahaan perangkat lunak Salesforce belum mampu mengangkat sentimen pasar secara keseluruhan.
Indeks S&P 500 turun 0,54%, Nasdaq Composite melemah 1,18%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,03%.
Tekanan utama setelah saham Nvidia yang anjlok lebih dari 5%, meskipun perusahaan berhasil membukukan laba dan pendapatan kuartal IV di atas ekspektasi.
Selain itu, saham-saham chip lain turut melemah, seperti Broadcom, Lam Research, Western Digital, dan Applied Materials yang juga mencatat penurunan.
Di sisi lain, saham Salesforce melonjak 4% setelah membukukan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi dari sisi pendapatan maupun laba.
Namun, perusahaan memberikan proyeksi pendapatan 2027F yang melemah dari perkiraan pasar. Sektor perangkat lunak secara umum menguat, tercermin dari kenaikan sekitar 2% pada iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV).
Meskipun demikian, ETF tersebut masih berada di wilayah bear market karena telah turun sekitar 30% dari posisi tertingginya. Selain sektor teknologi, saham sektor keuangan, energi, dan properti juga mencatat kenaikan. Beberapa emiten yang menjadi pendorong antara lain JPMorgan Chase dan CBRE Group.
Bursa Asia Bervariasi. Bursa saham Asia-Pasifik beragam dengan mayoritas naik pada perdagangan Kamis (26/2), setelah laporan kinerja Nvidia melampaui ekspektasi pasar dan meredakan kekhawatiran atas keberlanjutan belanja besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan chip tersebut memproyeksikan pendapatan kuartal I di atas ekspektasi, didorong oleh belanja raksasa teknologi (Big Tech) yang masih agresif untuk prosesor AI.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,29% dan Topix menguat 0,97%. Sementara itu, KOSPI Korea Selatan dan ASX 200 Australia bertambah 0,52%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong turun 1,4%, CSI 300 China melemah 0,2% dan Taiex Taiwan ditutup stagnan. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
