TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jumat Pagi, IHSG Dibuka Turun ke Level 8.211

Agus Haryanto
27 February 2026 | 09:20
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada awal perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, seiring tekanan jual yang masih mendominasi pasar saham domestik. Pada sesi pembukaan, IHSG turun 23,95 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.211,31. Sementara Indeks LQ45 minus 2,99 poin atau 0,36 persen ke posisi 834,90.

Tekanan berlanjut hingga beberapa menit setelah bel pembukaan. Pada pukul 09.10 WIB, IHSG tercatat melemah lebih dalam sebesar 104,83 poin atau sekitar 1,27 persen ke level 8.130. Penurunan tersebut mencerminkan pelemahan signifikan dibandingkan posisi penutupan Kamis, sekaligus menempatkan indeks kembali menjauhi area resistance jangka pendek.

Data perdagangan menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi pada awal sesi. Volume transaksi tercatat sekitar 5,9 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai kurang lebih Rp2,1 triliun. Frekuensi perdagangan mendekati 290 ribu kali transaksi. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, mayoritas berada di zona merah, sementara jumlah saham yang menguat jauh lebih sedikit, mencerminkan dominasi aksi jual oleh pelaku pasar.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama pergerakan indeks. Saham sektor energi dan petrokimia terkoreksi cukup dalam dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan IHSG. Selain itu, saham perbankan papan atas juga bergerak melemah sehingga menambah tekanan terhadap indeks. Mengingat bobot kapitalisasi yang besar, pergerakan negatif pada saham-saham ini secara langsung menyeret IHSG ke zona merah.

Secara sektoral, pelemahan terjadi pada sektor teknologi, energi, infrastruktur, dan keuangan. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung setelah dalam beberapa waktu terakhir indeks bergerak di area tinggi. Sentimen global turut memengaruhi arah perdagangan, terutama pelemahan bursa saham Amerika Serikat dan Asia yang memberikan tekanan psikologis pada pelaku pasar domestik.

BACA JUGA:   IHSG Naik 0,55% Ketimbang Pekan Sebelumnya

Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG saat ini tengah menguji area support terdekat di kisaran 8.100–8.120. Jika tekanan jual berlanjut dan indeks menembus level tersebut, maka terdapat potensi pelemahan lanjutan menuju area 8.050 hingga 8.000 sebagai support berikutnya. Namun apabila IHSG mampu bertahan dan kembali ke atas 8.200, peluang rebound teknikal masih terbuka, terutama jika terjadi akumulasi beli pada saham-saham unggulan yang telah terkoreksi cukup dalam.

Analis menilai volatilitas masih akan mewarnai perdagangan sepanjang hari ini. Dengan penurunan lebih dari 100 poin pada awal sesi, pelaku pasar disarankan untuk mencermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar karena kontribusinya yang dominan terhadap arah IHSG. Selain itu, sentimen eksternal dan dinamika harga komoditas global tetap menjadi faktor penting yang akan memengaruhi arah indeks dalam jangka pendek.

Dengan dominasi saham yang melemah dan tekanan jual yang masih terasa di awal perdagangan, IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dalam rentang 8.050–8.200 sepanjang sesi, sambil menunggu sentimen baru yang dapat mengubah arah pergerakan pasar.

(Sumber Data AI)

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Industri Pengolahan Masih di Jalur Ekspansi

Next Post

IHSG Tertekan, SUN Diburu di Tengah Penguatan Rupiah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR