Jakarta, TopBusiness – PT Mandiri Sekuritas dalam laporan Investor Digest edisi 2 Maret 2026 memproyeksikan inflasi tahunan Februari 2026 meningkat menjadi 4,5 persen secara year on year (yoy), dari 3,8 persen pada Januari 2026. Secara bulanan, inflasi diperkirakan mencapai 0,4 persen month to month (mom), berbalik dari deflasi 0,2 persen pada Januari.
Tim riset Mandiri Sekuritas menjelaskan, lonjakan inflasi terutama dipengaruhi efek basis rendah dari diskon tarif listrik tahun lalu serta kenaikan harga pangan. Inflasi inti juga diperkirakan naik tipis menjadi 2,5 persen yoy dari 2,4 persen pada bulan sebelumnya, dengan inflasi bulanan sekitar 0,3 persen.
Data resmi inflasi dan neraca perdagangan Januari dijadwalkan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2 Maret 2026.
Dari sisi eksternal, Mandiri Sekuritas memperkirakan surplus neraca perdagangan barang pada Januari 2026 melebar menjadi sekitar USD 2,8 miliar, meningkat dari USD 2,5 miliar pada Desember 2025.
Meski secara bulanan ekspor diproyeksikan terkontraksi 4,8 persen akibat penurunan volume komoditas, secara tahunan pertumbuhan ekspor diperkirakan naik menjadi 17 persen yoy dari 11,6 persen pada Desember. Kenaikan harga komoditas global menjadi salah satu penopang, tercermin dari indeks Commodity Terms of Trade internal Mandiri Sekuritas yang meningkat ke level 137,6 dari 133 pada bulan sebelumnya.
