Jakarta, TopBusiness – PT Mandiri Sekuritas merilis rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan Senin (2/3/2026), dengan mempertahankan sejumlah rating Buy pada saham perbankan, konsumer, hingga telekomunikasi, di tengah sentimen inflasi domestik dan eskalasi ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Berdasarkan laporan Investor Digest edisi 2 Maret 2026, Mandiri Sekuritas menilai pasar masih akan dipengaruhi proyeksi kenaikan inflasi Februari serta risiko lonjakan harga minyak akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Namun, sejumlah saham dinilai tetap menarik secara fundamental.
Sektor Perbankan: BBRI Tetap Buy, BNLI Sell
Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target harga Rp4.500 per saham.
Pada kinerja Januari 2026, laba bank only BBRI melonjak 85 persen secara tahunan (yoy), didorong perbaikan biaya dana (cost of fund) yang turun 70 basis poin menjadi 2,6 persen serta penurunan biaya kredit (credit cost) sebesar 192 basis poin menjadi 3,7 persen. Pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 16 persen yoy dinilai akan menjaga stabilitas margin bunga bersih (NIM) dan mendukung perbaikan return on equity (ROE) sepanjang 2026.
Selain BBRI, rekomendasi Buy juga dipertahankan untuk saham perbankan besar lainnya seperti Bank Central Asia (BBCA) dengan target harga Rp9.800 dan Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan target Rp5.300.
Sebaliknya, untuk Bank Permata (BNLI), Mandiri Sekuritas masih memberikan rekomendasi Sell dengan target harga Rp1.000 per saham. Meski laba Januari 2026 naik 58 persen yoy menjadi Rp425 miliar berkat turunnya pencadangan dan kenaikan pendapatan non-bunga, valuasinya dinilai masih kurang menarik dibanding fundamental.
Sektor Konsumer: CMRY dan SIDO Masih Menarik
Di sektor konsumer, Mandiri Sekuritas merekomendasikan Buy untuk Cimory (CMRY) dengan target harga Rp7.200. Kinerja tahun buku 2025 dinilai solid dengan pertumbuhan penjualan 19 persen yoy dan laba inti naik 34 persen yoy, sesuai ekspektasi analis.
Sementara itu, untuk Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO), rating dipertahankan pada Neutral dengan target harga Rp600. Sepanjang 2025, penjualan SIDO tumbuh 4 persen yoy dan laba bersih naik 5 persen yoy, relatif sejalan dengan proyeksi.
Telekomunikasi dan Energi
Pada sektor telekomunikasi, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi Buy untuk Telkom Indonesia (TLKM) dengan target harga Rp4.000. Saham ini dinilai defensif di tengah potensi volatilitas pasar akibat kenaikan risiko geopolitik.
Untuk sektor energi dan komoditas, analis menyarankan investor mencermati saham berbasis energi seiring lonjakan harga minyak Brent yang naik ke kisaran USD 73 per barel akibat konflik di Timur Tengah. Sektor ini dinilai berpotensi diuntungkan jika premi risiko minyak bertahan dalam jangka pendek.
IHSG Masih Tertekan
Per 27 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.235,49 atau terkoreksi 4,8 persen secara year to date (ytd). Investor asing tercatat masih membukukan arus keluar (outflow) di pasar saham sebesar USD 567,6 juta sejak awal tahun.
Mandiri Sekuritas menilai pergerakan pasar hari ini akan dipengaruhi rilis data inflasi Februari dan neraca perdagangan Januari, serta perkembangan konflik global. Meski volatilitas berpotensi meningkat, saham-saham berfundamental kuat dengan valuasi menarik dinilai masih layak dikoleksi secara selektif.
