Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Rabu (4/03/2026) di PT Bursa Efek Indonesia melemah 43,39 poin atau 0,55 persen ke posisi 7.896,38. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan jual yang masih mendominasi mayoritas saham pada awal sesi.
Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham berkapitalisasi besar dan likuid turut terkoreksi 3,29 poin atau 0,41 persen ke level 802,31.
Pada awal perdagangan sekitar pukul 09.05 WIB, aktivitas transaksi tercatat cukup ramai. Frekuensi perdagangan mencapai sekitar 228 ribu kali transaksi dengan volume saham yang diperdagangkan sekitar 4,76 miliar lembar saham. Adapun nilai transaksi tercatat sekitar Rp2,06 triliun.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 168 saham menguat, 418 saham melemah, dan 375 saham stagnan. Data tersebut menunjukkan tekanan jual lebih dominan dibandingkan aksi beli pada awal sesi.
Sejumlah saham yang menjadi penekan indeks di antaranya INDS, INDO, AMMS, dan VKTR yang bergerak di zona merah dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pelemahan IHSG. Di sisi lain, beberapa saham seperti MPOW, SOTS, dan RMKO masih mencatatkan penguatan, meski belum cukup kuat untuk mengangkat indeks ke zona positif.
Secara sektoral, pelemahan dipimpin oleh saham-saham berbasis komoditas dan industri yang mengalami koreksi lanjutan. Sektor teknologi dan energi juga terpantau tertekan mengikuti sentimen global yang kurang kondusif.
Dari sisi eksternal, pelaku pasar masih mencermati dinamika pasar global, termasuk pergerakan bursa Asia dan Amerika Serikat yang sebelumnya ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global serta fluktuasi harga komoditas turut memengaruhi sentimen investor domestik.
Secara teknikal, posisi IHSG yang turun di bawah level psikologis 7.900 membuka peluang koreksi lanjutan menuju area support berikutnya di kisaran 7.850. Namun, jika mampu bertahan dan terjadi aksi beli selektif, indeks berpotensi bergerak rebound terbatas dengan resistance di area 7.950 hingga 8.000.
Analis menilai investor cenderung melakukan aksi ambil untung setelah penguatan pada periode sebelumnya. Pola distribusi terlihat dari dominasi saham yang melemah dibandingkan yang menguat, serta tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada sesi perdagangan hari ini diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan terbatas, sembari menunggu sentimen baru baik dari dalam maupun luar negeri. Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham dengan fundamental kuat dan memperhatikan level teknikal jangka pendek.
(Diolah AI)
