Jakarta, TopBusiness – Tim riset Mandiri Sekuritas merilis rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan Rabu (4/3/2026), dengan menyoroti sejumlah emiten yang dinilai masih memiliki prospek menarik di tengah dinamika pasar saham domestik.
Salah satu saham yang direkomendasikan adalah Jasa Marga (JSMR) dengan rekomendasi buy dan target harga Rp5.800 per saham.
Analis Mandiri Sekuritas menilai kinerja Jasa Marga pada kuartal IV 2025 masih menunjukkan fundamental yang cukup solid meskipun pertumbuhan pendapatan relatif terbatas. Perseroan mencatat laba bersih sekitar Rp931 miliar pada kuartal IV 2025, atau naik 8,6 persen secara kuartalan, meski masih turun secara tahunan.
Secara kumulatif sepanjang 2025, laba bersih perusahaan mencapai sekitar Rp 3,7 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh stabilitas arus kas dari bisnis jalan tol serta pengelolaan belanja modal yang tetap sesuai dengan panduan perusahaan.
Mandiri Sekuritas menilai prospek jangka panjang Jasa Marga tetap menarik, terutama didorong oleh potensi peningkatan volume lalu lintas serta pengembangan proyek jalan tol baru.
Selain sektor infrastruktur, Mandiri Sekuritas juga menyoroti saham sektor barang konsumsi, khususnya Unilever Indonesia (UNVR).
Namun, untuk saham UNVR analis memberikan rekomendasi neutral dengan target harga Rp2.000 per saham. Saat ini saham tersebut diperdagangkan di kisaran Rp2.080.
Analis menilai kinerja Unilever Indonesia pada 2026 diperkirakan akan kembali ke pola pertumbuhan yang lebih normal setelah sebelumnya terbantu oleh efek basis rendah pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, perusahaan masih memiliki potensi perbaikan margin dan stabilitas permintaan dari produk kebutuhan sehari-hari yang relatif defensif.
Kondisi Pasar Saham
Sementara itu, perdagangan saham pada Selasa (3/3/2026) menunjukkan pergerakan yang melemah. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia ditutup di level 7.939,8, turun sekitar 0,96 persen dibandingkan sesi sebelumnya.
Nilai transaksi harian tercatat sekitar Rp22,7 triliun dengan kapitalisasi pasar mencapai lebih dari Rp14.000 triliun.
Mandiri Sekuritas menilai pergerakan pasar masih dipengaruhi oleh dinamika global serta sentimen eksternal. Meski demikian, sejumlah saham dengan fundamental kuat dinilai masih menawarkan peluang investasi bagi investor jangka menengah hingga panjang.
