Jakarta, TopBusiness – Kegiatan CSR dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Indonesia Power (IP) terus menuai prestasi dan apresiasi dari berbagai kalangan. Terakhir atau pada 14 Desember 2020, anak perusahaan PLN ini meraih dua PROPER Emas, 11 PROPERHijau dan 6 PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk sejumlah program CSR unggulan perseroan. IP menjadi satu-satunya anak perusahaan PLN yang meraih 2 proper emas.
PROPER merupakan salah satu bentuk kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundangan-undangan.
Pencapaian ini tak lepas dari kebijakan dan strategi CSR yang dijalankan PT Indonesia Power selama ini. Manajemen tak sekadar melaksanakan kegiatan sosial, tapi benar-benar dirumuskan secara matang agar selaras dengan strategi bisnis perseroan. Program CSR IP sudah melalui pemetaan sosial (social mapping), masuk rencana jangka panjang perusahaan (RJPP), dan juga memperhatikan stakeholder listing.
Saat ini, Program CSR dan PKBL PT Indonesia Power juga sudah mengadopsi standar ISO 26000 dan Creating Shared Value (CSV) atau Berbagi Manfaat Bersama. Beberapa program CSR yang sudah mengadopsi CSV antara lain adalah Program Pengelolaan Sampah berbasis masyarakat menjadi energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung keberlanjutan perusahaan. Program tersebut adalah Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di Bali, Jeranjang Olah Sampah Setempat (JOSS) di Jeranjang (NTB), dan Biomass Operating System of Saguling (BOSS) di Saguling (Jawa Barat).
“Ini sekarang jadi proyek unggulan kami. Nanti sore Pak Luhut (Menko Perekonomian) ada pembahasan dengan kami untuk percepatan agar sampah menjadi energi. Sampah kota akan bersih karena akan dibakar di pembangkit dengan emisi yang lebh rendah dan ini menjadi EBT. Ini saya kira ada ribuan orang yang bekerja di sana dan berapa banyak penyakit yang dihilangkan,” kata Direktur Utama PT Indonesia Power Muhammad Ahsin Sidqi dalam penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dilakukan secara virtual, 2 Maret 2021.
Selain mengatasi masalah sampah, menurut Ahsin, program CSR tersebut membuat efisiensi biaya perusahaan, mengurangi emisi gas buang, menambah umur waduk dan mewujudkan energi ramah lingkungan.
Program CSR lainnya yang juga mengadopsi pendekatan CSV adalah Employee Voluntary Program (EVP) atau Peningkatan Engagement Pegawai. Kegiatan yang dilakukan antara lain penguatan kapasitas siswa dari tingkat SD hingga SLTA.
“Ini adalah program bagaimana meningkatkan engagement pegawai sekaligus mengenai potensi sekitar dengan edukasi. Salah satunya adalah terkait dengan covid, ” ucap Ahsin yang mengaku ikut mengajar dalamprogram tersebut.
Tak hanya itu, IP juga memiliki program Pemanfaatan FABA menjadi paving block untuk infrastruktur. FABA merupakan limbah padat yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap PLTU, boiler, dan tungku industri. Sebelumnya, FABA oleh pemerintah masuk dalam daftar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
“Ada kejutan dari Pak Jokowi yang mendelisting FABA dari B3. Selama ini kami sangat terganggu dan biayanya triliunan rupiah untuk penanganan FABA. Alhamdulillah sekarang ini menjadi produk unggulan,” kata Ahsin.
Pemanfaatan FABA bisa mengatasi dampak limbah batubara PLTU yang diperasikan Indonesia Power. Selain itu, FABA meningkatkan perekonomian warga binaan yang mengolah produk tersebut menjadi paving block. Indonesia Power sudah memakai paving block berbahan FABA di sejumlah taman atau ecopark yang dibangun perseroan.
Program CSR lainnya yang juga sejalan dengan CSV adalah IP Pintar. Ini adalah program penyediaan SDM dengan kompetensi ketenagalistrikan. Perseroan melakukan penguatan kapasitas siswa dan guru SMK serta penyediaan SDM dengan kompetensi ketenagalistrikan.
Ada juga Program Alih Profesi untuk masyarakat sekitar waduk tempat operasional perusahaan. Sebelumnya masyarakat mengelola keramba jaring apung di waduk Saguling, saat ini beralih menjadi peternak domba atau pengolah enceng gondok jadi briket pengganti batubara. Ada juga program Konservasi Kopi di Banjarnegara. Kegiatan ini selain mengurangi erosi juga mngurangi potensi sedimentasi waduk dan menambah umur waduk. Manfaat lainnya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan adanya efisiensi biaya perusahaan.
Program CSR lainnya yang sejalan dengan CSV adalah Program Sambung Listrik Gratis. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan peningkatan demand energi listrik.

Inisiatif CSR Masa Pandemi
Guna mendukung bisnis di masa pandemi covid-19 dan kenormalan baru, manajemen PT Indonesia Power mengeluarkan kebijakan tentang Antisipasi Penyebaran virus Corona yang termuat dalam Surat Edaran Direksi No 07.E/012/IP/2020 tanggal 5 Maret 2020.
Direksi Indonesia Power dalam petikan risalah rapat tanggal 16 April 2020 sepakat mengalokasikan 20 persen Anggaran Comdev untuk bantuan sosial kemanusiaan Covid-19. Karena ada WFH, IP menggunakan portal digital untuk berkomunikasi dan mengabarkan kepada semua pegawai tentang perkembangan-perkembangan informasi dari Tim Crisis Covid-19.
Selama 24 jam Tim Crisis Center ini bekerja, terutama di awal-awal pandemi. Sampai hari ini operasional kami tidak terganggu sama sekali dengan adanya covid,” tegas Ahsin.
PT Indonesia Power juga melakukan penggalangan donasi untuk membantu masyarakat terdampak covid-19. Bantuan yang terkumpul dari BOD dan seluruh pegawai IP mencapai Rp 4.181.715.946, serta disalurkan melalui Yayasan BUMN Hadir untuk Negeri.
Di masa pandemi ini, menurut Ahsin, Indonesia Power mendorong diversifikasi produk mitra binaan menjadi barang-barang untuk keperluan anti covid seperti masker kain batik, face shields, sabun cuci tangan, hand sanitizer, disinfectant, wastafel portable, jamu herbal, masker sahabat tuli, dan lainnya.
“Khusus di daerah-daerah binaan yang menghasilkan produk herbal, luar biasa larisnya, bahkan ada yang sampai dikirim ke Belanda terutama untuk temulawak dan jahe merah,” ujar dia.
Untuk membantu roda bisnis UMKM binaan IP tetap bergerak di masa pandemi, menurut Ahsin, pihaknya belanja produk mitra binaaan hampir Rp1 miliar. Produk tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh pegawai IP yang berjumlah sekitar 4.200 orang dan sebagian jadi souvenir untuk partner bisnis.
“Pada waktu gathering virtual yang diikuti seluruh pegawai, saya menginstruksikan kepada semua pegawai untuk mengucapkan terima kasih kepada mitra binaan kami,” kata dia.
Saat ini, IP memiliki 401 anggota binaan CSR dengan 79 produk. Produk-produk mitra binaan tersebut sudah dijual di marketplace seperti Shoppee dan Tokopedia. Produk tersebut juga ada di display dan katalog produk binaan di kantin PT Indonesia Power Head Office.
Konsistensi perusahaan melaksanakan program CSR dan PKBL tersebut membuat kinerja bisnis PT Indonesia Power dalam lima tahun terakhir terus menanjak. Tahun 2018, keuntungan perseroan masih sekitar Rp 3,9 triliun dan tahun 2020 sudah mencapai Rp10,8 triliun.
“Itu salah satunya karena dukungan masyarakat. Dan kinerja bisnis kita nilainya sudah 95 dari awalnya (tahun 2018) sebesar 90, jadi sekarang sudah tripple A,” tutur Ahsin.
