TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Menguat 1,44 Persen, Saham Tambang dan Perbankan Topang Kenaikan Indeks

Agus Haryanto
10 March 2026 | 09:26
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Selasa (10/3/2026) dengan penguatan signifikan. Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 105,68 poin atau 1,44 persen ke posisi 7.443,05.

Kenaikan juga terjadi pada indeks saham unggulan. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham dengan likuiditas tinggi turut meningkat 9,98 poin atau 1,33 persen ke level 760,56.

Aktivitas perdagangan di awal sesi menunjukkan minat beli investor yang cukup kuat. Hingga awal perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai sekitar 2,23 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,35 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat lebih dari 111 ribu kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 424 saham mengalami kenaikan harga, 96 saham melemah, dan 136 saham tidak mengalami perubahan.

Penguatan IHSG pada awal perdagangan ini didorong oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar serta saham sektor energi dan pertambangan yang mengalami rebound setelah tekanan pada perdagangan sebelumnya. Saham-saham komoditas kembali menjadi penggerak utama indeks seiring meningkatnya minat investor terhadap sektor yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global.

Beberapa saham yang berkontribusi terhadap penguatan indeks antara lain PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DEWA). Saham-saham tersebut mencatatkan penguatan harga dan menjadi salah satu pendorong utama kenaikan IHSG pada awal sesi perdagangan.

Selain sektor pertambangan, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar juga turut menopang pergerakan indeks. Saham bank besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI cenderung bergerak stabil hingga menguat tipis, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan IHSG mengingat bobot kapitalisasi pasarnya yang besar di dalam indeks.

BACA JUGA:   Awal Pekan, IHSG Berpotensi Menguat

Kenaikan IHSG pada perdagangan pagi ini juga dipengaruhi oleh aksi beli investor setelah indeks mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya. Koreksi tajam yang terjadi sebelumnya mendorong sebagian pelaku pasar untuk melakukan akumulasi pada saham-saham unggulan yang dinilai sudah berada pada level harga menarik.

Secara teknikal, pergerakan IHSG pada awal perdagangan menunjukkan adanya potensi rebound jangka pendek setelah tekanan kuat yang terjadi pada awal pekan. Investor memanfaatkan momentum penurunan harga saham untuk kembali masuk ke pasar, terutama pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi.

Sentimen eksternal juga turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan pasar saham domestik. Pergerakan bursa regional yang relatif stabil membantu meningkatkan kepercayaan investor untuk kembali melakukan pembelian saham. Selain itu, stabilnya harga komoditas energi dan logam juga menjadi faktor pendukung bagi saham-saham sektor pertambangan.

Meskipun demikian, pelaku pasar masih mencermati berbagai faktor global yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Di antaranya adalah perkembangan kebijakan suku bunga global, kondisi geopolitik, serta pergerakan harga komoditas dunia yang berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek selama minat beli investor tetap terjaga dan tidak terjadi tekanan signifikan dari faktor eksternal. Namun, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati pergerakan pasar secara hati-hati mengingat volatilitas masih dapat terjadi seiring perubahan sentimen global dan domestik.

Sumber: AI

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Reliance Sekuritas: Saham Pilihan Hari Ini Koleksi BRPT, PTRO, INKP, dan BUVA.

Next Post

Mandiri Sekuritas Rekomendasikan Buy BBNI, CMRY, dan CNMA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR