Program CSR PLN Indonesia Power UBP Kamojang mendorong ekonomi sirkular berbasis komunitas, memperkuat konservasi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.
Jakarta, TopBusiness – Kabut tipis kerap menyelimuti kawasan Kamojang, sebuah wilayah pegunungan di Kabupaten Bandung yang dikenal sebagai salah satu pusat energi panas bumi di Indonesia. Di balik lanskap hijau tersebut, aktivitas pembangkit listrik panas bumi berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat desa yang telah lama menggantungkan hidup pada alam.
Di kawasan inilah PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Kamojang menjalankan sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berupaya menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan. Program tersebut dikenal dengan nama Kahuripan Kamojang, sebuah konsep pengelolaan lingkungan terpadu yang berpijak pada semangat lokal: Selaras Sareung Alam, Tumbuh Babarengan.
Semangat itulah yang dipaparkan dalam ajang TOP CSR Awards 2026, yang digelar secara daring pada Rabu (11/3/2026). Dalam sesi penjurian tersebut, Dito Hasta Krisandy, Comdev Officer PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang, mempresentasikan program bertajuk “Kahuripan Kamojang, Selaras Sareung Alam, Tumbuh Babarengan.”
Dito tidak sendiri. Ia didampingi oleh Reza Mardian, Manager Administrasi, serta tim Community Development yaitu Ahsani Paramitasari, M. Ali Sabbit Zamzani, Fahmi, dan Rifky Taufiq Fardian. Presentasi mereka dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Ummu Azizah Mukarnawati dan Al Hadhy dari LKN Asta Cita, Nurul Y. Setyabudi dari IDTUG, serta Teguh Imam Suyudi dari Majalah TopBusiness.
Ajang TOP CSR Awards sendiri bertujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berhasil menjalankan program tanggung jawab sosial secara efektif dan berdampak, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas implementasi CSR di Indonesia.
Berangkat dari Tantangan Sosial dan Lingkungan
Di sekitar wilayah operasional pembangkit panas bumi Kamojang, berbagai tantangan sosial dan lingkungan pernah menjadi perhatian utama.
Hasil pemetaan sosial menunjukkan adanya persoalan pengelolaan sampah rumah tangga yang belum sistematis, keberadaan lahan kritis yang berpotensi menimbulkan longsor, hingga keterbatasan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Di sisi lain, kelompok perempuan, lansia, dan pemuda juga masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan dan pekerjaan yang layak.
Bagi PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi, tetapi juga dengan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Ilustrasi Kahuripan Kamojang Program CSR PLN Indonesia Power UBP Kamojang
“Kami melihat bahwa keberlanjutan operasional perusahaan tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah kerja,” ujar Dito dalam presentasinya.
Dari pemikiran itulah lahir Program Kahuripan Kamojang—sebuah pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam satu ekosistem program.
Ekonomi Sirkular Berbasis Komunitas
Kahuripan Kamojang dikembangkan dengan pendekatan ekonomi sirkular, yaitu sistem yang berupaya memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan dengan meminimalkan limbah.
Pendekatan ini diwujudkan melalui sejumlah kelompok masyarakat yang menjadi motor penggerak program.
Salah satunya adalah Kelompok Tani Hutan Gunung Kamojang, yang mengembangkan budidaya dan pengolahan kopi sekaligus menjalankan kegiatan konservasi kawasan hutan.
Di sisi lain, Kelompok Wanita Tani Rengganis Kamojang mengembangkan pertanian terpadu yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi perempuan desa.
Ada pula Kamojang Bersih, sebuah komunitas yang berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mulai dari pemilahan hingga pengolahan limbah organik dan anorganik.
Program konservasi juga dijalankan melalui Bina Mitra Karya Mandiri Endemik, yang mengajak masyarakat membudidayakan tanaman endemik sekaligus melakukan penghijauan kawasan.
Sementara itu, peran generasi muda hadir melalui Kamojang Pesat, kelompok pemuda yang aktif mengkampanyekan edukasi lingkungan sekaligus mengembangkan potensi wisata edukasi di kawasan tersebut.
Bagi masyarakat setempat, berbagai inisiatif tersebut bukan sekadar program bantuan, melainkan ruang pembelajaran bersama untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjaga lingkungan.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Seiring berjalannya waktu, dampak Program Kahuripan Kamojang mulai dirasakan oleh masyarakat.
Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 575 kepala keluarga, dengan 73 penerima manfaat langsung yang terlibat aktif dalam berbagai kelompok binaan.
Dari sisi ekonomi, kelompok masyarakat binaan berhasil mencatatkan akumulasi pendapatan hingga Rp671,5 juta pada 2025.
Bahkan, komoditas pertanian yang dihasilkan masyarakat seperti baby buncis berhasil menembus pasar ekspor. Sebanyak 4,8 ton baby buncis dikirim ke Prancis dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp62 juta.
Peningkatan nilai ekonomi juga terlihat dari harga jual komoditas yang naik signifikan. Jika sebelumnya baby buncis hanya dihargai sekitar Rp5.000 per kilogram, kini nilainya dapat mencapai Rp13.000 per kilogram.
Di bidang lingkungan, berbagai kegiatan konservasi turut memberikan dampak positif. Lebih dari 6.000 pohon telah ditanam di kawasan Kamojang sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem dan mengurangi emisi karbon.
Pengelolaan limbah pertanian dan limbah baglog jamur juga berhasil mengurangi potensi emisi gas metana sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Menguatkan Hubungan Perusahaan dan Masyarakat
Bagi PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang, keberhasilan program CSR tidak hanya diukur dari angka capaian ekonomi atau jumlah kegiatan yang dilakukan.
Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari hubungan yang terbangun antara perusahaan dan masyarakat.
Melalui Program Kahuripan Kamojang, hubungan tersebut semakin kuat. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap keberadaan perusahaan telah mencapai level approval, dengan skor 62,61 persen.
Bagi perusahaan, capaian ini menjadi indikator penting bahwa program pemberdayaan yang dijalankan mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat social license to operate.
Menyelaraskan CSR dan ESG
Partisipasi PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang dalam TOP CSR Awards 2026 juga sejalan dengan upaya perusahaan untuk menyelaraskan program CSR dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development.”
Tema tersebut menekankan pentingnya integrasi antara program tanggung jawab sosial dan praktik keberlanjutan perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang.
TOP CSR Awards diselenggarakan oleh Majalah Top Business yang diterbitkan oleh PT Madani Solusi Internasional (MSI Group), bekerja sama dengan berbagai asosiasi CSR, asosiasi bisnis, praktisi GCG, konsultan, akademisi, serta pakar di bidang tanggung jawab sosial perusahaan.
Menuju Model Pemberdayaan Berkelanjutan
Bagi PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang, Program Kahuripan Kamojang bukanlah sebuah program jangka pendek.
Program ini dirancang melalui tahapan yang sistematis, mulai dari fase inisiasi, penguatan, pengembangan, hingga menuju fase kemandirian masyarakat.
Ke depan, perusahaan menargetkan pengembangan pusat pembelajaran masyarakat atau learning center yang memungkinkan transfer pengetahuan kepada komunitas lain.
Dengan demikian, Kahuripan Kamojang diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berdampak di tingkat lokal, tetapi juga dapat direplikasi di berbagai wilayah.
Di tengah upaya transisi menuju energi bersih dan pembangunan berkelanjutan, pengalaman Kamojang menunjukkan bahwa pembangunan industri dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Seperti makna yang terkandung dalam namanya, Kahuripan—yang berarti kehidupan—program ini menjadi gambaran tentang bagaimana manusia dan alam dapat tumbuh bersama.
Selaras dengan alam, dan berkembang bersama masyarakat.
