Jakarta, TopBusiness – PT BPD Kaltim Kaltara atau Bank Kaltimtara terus berinovasi untuk mewujudkan visi perusahaan menjadi the true regional champion yang kuat, kompetitif dan kontributif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutam.
Visi tersebut tampaknya bukan hal yang mustahil dicapai oleh Bank Kaltimtara. Bahkan, sebagian besar dari visi tersebut sudah bisa diwujudkan. Pertama dari sisi performa keuangan Bank Kaltimtara pada 2021 tercatat cukup baik. Total aset Bank Kaltimtara naik 9,60 persen dari Rp 30,14 triliun pada 2020 menjadi Rp 33,04 triliun. Demikian pula dana pihak ketiga (DPK) pada 2021 meningkat 10,73 persen menjadi Rp 25,63 triliun dari Rp 23,15 triliun pada 2020.
Sedangkan total kredit naik 1,29 persen dari Rp16,09 triliun menjadi Rp16,3 triliun. Untuk pencapaian laba, Bak Kaltimtara pada 2021 meraup untung Rp 415,09 miliar, meningkat 14,42 persen dibanding Rp 362,78 miliar pada 2020.
Berdasarkan penilaian tingkat kesehatan PT BPD Kaltim Kaltara per 31 Desember 2021 yang dilakukan secara self assessment berada pada Peringkat Komposit (PK) 2 dengan predikat Baik. Demikian pula untuk pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) diperoleh nilai dengan Peringkat 2 yang mencerminkan manajemen bank telah menerapkan tata kelola yang secara umum Baik.
Bank Kaltimtara adalah bank BUMD yang sebagian besar atau sekitar 37 persen sahamnya dimiliki Pemprov Kalimantan Timur. Sisanya dimiliki Pemprov Kaltara, pemkot dan pemkab di Kalimantan Timur serta Kalimantan Utara.
Menurut Kenda, total jaringan kantor dan layanan Bank Kaltimtara pada 2021 sebanyak 1.505 unit, terdiri atas 299 jaringan kantor dan 1.206 jaringan layanan, serta memiliki 2.104 orang pegawai.
“Sekitar 98 persen kecamatan di Provinsi Kaltim dan Kaltara sudah ada jaringan Bank Kaltimtara. Jaringan kami juga menerima layanan setoran pajak dan retribusi daerah,” tutur dia.
Sebagai pemegang kas daerah, menurut Kenda, Bank Kaltimtara juga melakukan pengelolaan dana Kas Daerah tersebut secara hati-hati terutama dalam hal menjaga likuiditas, sehingga setiap kebutuhan dana Pemerintah Daerah senantiasa tersedia setiap saat diperlukan.
“Dalam pengelolaan dana Pemerintah Daerah baik dalam bentuk Giro maupun dalam bentuk Deposito, Bank juga memberikan jasa Giro dan bunga Deposito dengan suku bunga yang bersaing,” tuturnya.
Jadi, kata Kenda, kontribusi yang diberikan Bank Kaltimtara kepada daerah antara lain berupa pemberian suku bunga yang bersaing dengan bank lain atas dana yang disimpan baik dalam bentuk giro, deposito, maupun tabungan.
“Selain itu, ada peningkatan penyaluran kredit di setiap daerah baik untuk keperluan infrastruktur, jasa, agribisnis, serta UMKM demi mendukung pertumbuhan perekonomian dan pembangunan di daerah,” tutur dia.
Bank Kaltimtara juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi pembukaan jaringan kantor dan layanan di daerah kecamatan yang belum tersentuh layanan perbankan.
“Kami juga ada pemberian dana pembangunan daerah dan dividen sebagai salah satu elemen PAD (pendapatan asli daerah) bagi Pemerintah Daerah,” kata Kenda.
PAD yang disetorkan Bank Kaltimtara kepada pemerintah daerah pada 2021 mencapai Rp 383,99 miliar, turun dibanding 2020 sebesar Rp 428,09 miliar.
Selain PAD, Bank Kaltimtara juga aktif melaksanakan Program Tanggung Jawam Sosial Perusahaan (CSR), baik sifatnya berkelanjutan maupun charity. Untuk CSR yang berkelanjutan antara lain di bidang edukasi dan pendidikan adalah beasiswa, internship, agen edukasi, peduli kasih orang tua, civitas cerdas dan lainnya.
Ada pula program pembinaan UKM. Sedangkan untuk CSR lainnya adalah bantuan sarana dan prasarana umum, serta saranan ibadah. “Kegiatan CSR ini juga dikoodinir oleh seluruh jaringan kantor kami di Kaltim dan Kaltara,” tutur Kenda.
Inovasi TI
Bank Kaltimtara juga melakukan sejumlah inovasi di bidang IT antara lain melalui aplikasi DG bankkaltimtara. Ini merupakan sistem pembayaran berbasis aplikasi smartphone (Android/IOS), mobile banking dan berbasis web (internet banking) yang digunakan untuk transaksi finansial serta sistem pembayaran QRIS
Bank Kaltimtara juga mengembangkan CMS bankkaltimtara yang merupakan sistem pembayaran berbasis web yang digunakan untuk nasabah corporate sebagai monitoring keuangan dan transaksi kepada mitra nasabah . Ada pula aplikasi SP2D Online yang digunakan untuk sistem pengelolaan dana Kas Daerah yang terkoneksi dengan SIMDA untuk pembayaran kepada mitra Daerah serta untuk SKPD sebagai Uang Persediaan (UP).
Bank Kaltimtara juga memiliki aplikasi SIBOS, sebuah sistem pembayaran berbasis web yang digunakan untuk Sekolah sebagai alat pembayaran kepada mitra Sekolah dan monitoring transaksi Dana BOS.
“Inovasi lainnya adalah B-Money, uang elektronik berbasis kartu yang digunakan untuk bertransaksi pada sistem pembayaran yang membutuhkan waktu cepat untuk tol dan parkir,” ujar Kenda.
Bank BUMD ini juga memiliki SMS bankkaltimtara, sebuah sistem pembayaran dan transaksi finansial berbasis SMS. Ada pula aplikasi CMS SPAN yang merupakan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara untuk penyaluran Gaji ASN Vertikal serta penyaluran dana-dana untuk daerah (BOSNAS dan Dana Desa) yang berasal dari Pemerintah Pusat.
Selain itu, ada ATKP (Aplikasi Transaksi Keuangan Pemda). Ini merupakan sistem pembayaran berbasis web yang digunakan oleh Pemerintah untuk kemudahan bertransaksi kepada mitra dan monitoring Dana daerah.
“Kami juga mengembangkan PAYKaltimtara , uang elektronik berbasis server yang diakses pada aplikasi smartphone untuk seluruh pembayaran atau pembelian serta sistem pembayaran QRIS pada merchant,” tuturnya.
Bank Kaltimtara juga melaksanakan Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif, sebuah Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank).
“Kami juga memiliki sistem pembayaran berbasis kartu yang digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM dan EDC,” ucap Kenda.
