Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (18/05/2026).
Pada awal sesi perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG turun 138,56 poin atau terkoreksi 2,06 persen ke level 6.584,76 dari posisi penutupan sebelumnya di level 6.723,32. Pada sesi preopening, indeks juga sempat turun 94,34 poin atau 1,40 persen ke posisi 6.628,97.
Tekanan jual mendominasi hampir seluruh sektor perdagangan, terutama saham-saham sektor perbankan, telekomunikasi, dan energi yang memiliki bobot besar terhadap pergerakan indeks. Aktivitas perdagangan pada awal sesi tercatat cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 2,34 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp1,56 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 202.154 kali transaksi. Sebanyak 455 saham melemah, 103 saham menguat, dan 154 saham stagnan.
Sejumlah saham kapitalisasi besar menjadi penggerak utama pelemahan IHSG pada pembukaan perdagangan, di antaranya:
| Saham | Perubahan | Harga Terakhir |
|---|---|---|
| BBCA | turun 2,1% | ke Rp8.950 |
| BBRI | melemah 2,7% | ke Rp5.150 |
| BMRI | turun 2,4% | ke Rp5.725 |
| TLKM | terkoreksi 1,8% | ke Rp3.720 |
| ASII | melemah 1,9% | ke Rp4.980 |
| BREN | turun 3,5% | ke Rp7.850 |
Pelemahan IHSG dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Pelaku pasar masih mencermati dampak rebalancing indeks global yang memicu aksi jual investor asing pada sejumlah saham unggulan. Selain itu, tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang bergerak melemah turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi arus keluar modal asing dari pasar saham domestik.
Dari sisi teknikal, IHSG saat ini bergerak di bawah area support psikologis 6.700 sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan menuju area 6.550 apabila tekanan jual masih berlanjut. Namun demikian, koreksi tajam pada awal perdagangan juga dinilai dapat membuka peluang technical rebound jangka pendek, terutama apabila investor domestik mulai melakukan akumulasi pada saham-saham blue chip yang telah terkoreksi cukup dalam dalam beberapa hari terakhir.
Data AI
