Jakarta, BusinessNews Indonesia—Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan bahwa pengelola mal di Jakarta mesti kreatif dalam merespons tantangan dan kendala yang muncul belakangan ini. Di sini, pengelola mal harus bisa membaca tren yang akan muncul.
“Dengan demikian, hal yang muncul seperti tutupnya anchor tenant akibat penetrasi e-commerce, bisa dihindari,” kata Ferry di Jakarta (4/4/2018), dalam paparan hasil riset terbaru ke sejumlah media massa.
Ferry pun mengatakan bahwa pengelola mal bisa melakukan sejumlah hal. Di antara itu adalah menata komposisi penyewa secara lebih berkala.
Kemudian, tren banyaknya komunitas bisnis yang membutuhkan tempat bertemu tatap muka, juga bisa dimanfaatkan oleh pengelola mal.
“Bahwa kini tingkat isian mal di CBD ataupun non-CBD Jakarta masih di kisaran 80% sampai 90%, itu masih bagus,” kata dia.
