Jakarta, TopBusiness — PT Avia Avian Tbk (Avian Brands) memenuhi undangan untuk hadir di sesi penjurian TOP CSR Awards 2026, seiring perusahaan yang menjadi salah satu finalis dari ajang penghargaan bergengsi bidang CSR yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness.
Dari sesi penjurian ini terungkap komitmen Avian Brands terhadap keberlanjutan melalui penerapan kebijakan terintegrasi berbasis standar internasional serta pengembangan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berorientasi pada penciptaan nilai bersama (creating shared value/CSV).
Penanggung Jawab Bidang Sustainability PT Avia Avian Tbk, Dodik Murdiyanto Laksmana Putra, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada bisnis inti, tetapi juga memastikan seluruh operasional berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
“Saat ini Avian sudah berkembang menjadi Avian Brands, di mana produk-produknya tidak hanya cat, tetapi juga semen instan, pipa, mebel, dan lainnya. Seluruh proses tersebut kami kelola secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir,” ujar Dodik di hadapan dewan juri TOP CSR Awards 2026, antara lain Ummu Azizah Mukarnawati (LKN/Komite CSR), Melani K. Harriman (CEO Melani K Harriman & Associates), Peggy A (Corporate Forum for CSR Development), dan Prof. Satya Arinanto (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia), pada Rabu (18/3/2026).
Sebagai perusahaan yang kini memasuki generasi ketiga, Avian Brands mengusung pendekatan vertical raw material integracation, yang memungkinkan kontrol penuh terhadap rantai pasok, mulai dari bahan baku hingga distribusi. Strategi ini sekaligus mendukung implementasi konsep CSV dalam meningkatkan efisiensi dan nilai tambah bisnis.
Integrasi ISO dan Kebijakan Keberlanjutan
Dalam mendukung operasional yang berkelanjutan, Avian Brands telah mengadopsi berbagai standar internasional. Dodik menegaskan bahwa perusahaan telah tersertifikasi sejumlah ISO penting, antara lain ISO 9001 (manajemen mutu), ISO 14001 (lingkungan), ISO 45001 (kesehatan dan keselamatan kerja), ISO 50001 (energi), ISO 27001 (keamanan informasi), ISO 31000 (manajemen risiko), hingga ISO 14064 (emisi gas rumah kaca).
“Kaitannya dengan CSR, kami juga mengadopsi ISO 26000 yang sudah kami kembangkan dalam sistem perusahaan. Seluruh kebijakan ini terintegrasi dan menjadi bagian dari proses bisnis kami,” jelas Dodik yang pada sesi penjurian ini juga ditemani oleh Alviona Fendiriani – Sustainability, Puan Lacmi – Sustainability, dan Ath Thariq A. Gunawan – Sustainability.
Lebih lanjut, Avian Brands juga memiliki roadmap ESG yang ditandatangani langsung oleh top manajemen dan diperbarui secara berkala sebagai bentuk transparansi kepada publik. Proses monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin, baik bulanan maupun kuartalan, mencakup seluruh unit bisnis dan anak perusahaan.
Untuk mendukung tata kelola tersebut, perusahaan mengembangkan sistem digital internal bernama Avian Portal yang mengintegrasikan dokumen, data, serta pemetaan risiko secara real-time.
“Melalui sistem ini, top manajemen dapat mengakses data secara harian, mingguan, hingga bulanan. Ini juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data,” katanya.
Raih Pengakuan Global
Komitmen terhadap keberlanjutan turut tercermin dari berbagai capaian ESG yang diraih Avian Brands di tingkat global. Perusahaan mencatatkan peringkat ke-7 dunia dalam penilaian Sustainalytics dan menempati posisi pertama untuk kategori perusahaan cat dengan risiko rendah.
“Penilaian terakhir kami berada di skor 17,3 dan masih dalam kategori low risk. Ini menunjukkan bahwa proses yang kami jalankan sudah berada di jalur yang tepat,” ungkap Dodik.
Selain itu, Avian Brands juga meraih medali silver dari EcoVadis, masuk dalam indeks FTSE4Good, IDX ESG Leaders, serta MSCI Indonesia Small Cap Index. Di tingkat nasional, perusahaan juga konsisten mempertahankan peringkat PROPER Hijau selama empat tahun terakhir.
Program CSR Unggulan
Dalam implementasi CSR berbasis community development, Avian Brands menghadirkan program unggulan Avian Training Center yang berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga kerja, khususnya tukang dan siswa SMK.
“Program ini melatih tenaga tukang yang belum tersertifikasi, termasuk siswa SMK, dengan kurikulum berbasis produk dan proyek. Kami juga memberikan sertifikasi serta akses terhadap peluang pekerjaan,” jelas Dodik.
Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga terhubung dengan ekosistem bisnis Avian Brands melalui aplikasi Mitra Avian Brand. Sistem ini memungkinkan tukang memperoleh insentif melalui mekanisme kupon dari penggunaan produk.
“Di tahun lalu, kami sudah melibatkan sekitar 200 tukang, dengan nilai redemption kupon mencapai Rp14 miliar. Ini menunjukkan dampak ekonomi yang nyata, baik bagi perusahaan maupun masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, perusahaan juga menjalankan program CSR lainnya seperti Permata Wadungasih yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar, serta dukungan terhadap pendidikan melalui SMK Tanoko.
Strategi Keberlanjutan
Dalam menjalankan strategi keberlanjutan, Avian Brands mengusung Avian Brand Sustainability Strategy (ABSS) yang mencakup empat pilar utama, yakni produk, lingkungan, people and community, serta tata kelola (governance).
Penentuan topik material dilakukan melalui proses sistematis yang melibatkan identifikasi isu, penilaian dampak, validasi oleh ahli, hingga penetapan prioritas bersama manajemen.
“Seluruh proses ini kami lakukan secara terstruktur dan berbasis data, termasuk melalui social mapping dan stakeholder mapping yang melibatkan pihak ketiga,” ujarnya.
Lebih jauh, Avian Brands juga mendorong budaya keberlanjutan di internal perusahaan melalui program continuous improvement, sistem usulan karyawan, serta kewajiban sertifikasi bagi seluruh manajer.
“Setiap ide dari karyawan dapat diusulkan dan dipresentasikan, dan jika berhasil diimplementasikan, akan mendapatkan penghargaan dari manajemen,” kata Dodik.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, berbasis data, serta didukung teknologi digital dan pengembangan AI, Avian Brands optimistis dapat terus memperkuat posisi sebagai perusahaan yang tidak hanya unggul secara bisnis, tetapi juga berkelanjutan.
“Pada prinsipnya, seluruh upaya ini kami lakukan agar dapat memberikan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan secara luas,” pungkasnya
