Jakarta, TopBusiness — Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Sumur Bentu-2 yang sebelumnya berstatus shut in (idle well) di Lapangan Bentu, Kabupaten Pelalawan, Riau, kini berhasil diaktifkan kembali dan mencatatkan kinerja produksi yang melampaui target.
Operator lapangan, PT EMP Bentu Ltd, bersama SKK Migas, telah menyelesaikan pekerjaan perawatan sumur (well service) yang dimulai sejak 18 Februari 2026 dan rampung pada 11 Maret 2026.
Rangkaian pekerjaan tersebut mencakup perforasi baru, yakni penembakan lubang pada sumur bor menuju lapisan reservoir yang berada di bawah zona perforasi sebelumnya, serta kegiatan recompletion untuk mengoptimalkan kembali aliran hidrokarbon.
Setelah pelaksanaan perforasi pada zona Lower Binio 5a (kedalaman 2104–2112 ftMD) dan pemasangan completion, dilakukan uji alir (flow test). Hasilnya menunjukkan capaian produksi gas sebesar 4,6 MMSCFD, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 3,2 MMSCFD.
Secara operasional, kegiatan well service ini menggunakan Rig Arjuna-2 berkekuatan 550 HP dengan total durasi pekerjaan selama 22 hari. Dari sisi efisiensi biaya, realisasi pengeluaran tercatat sebesar 984.865 dolar AS, atau sekitar 71 persen dari nilai AFE (Authorization for Expenditure) yang telah disetujui.
Saat ini, operator tengah menyelesaikan proses penyambungan pipa baru dari sumur menuju fasilitas produksi yang sudah ada. Proses tersebut berjalan paralel dengan pengajuan persetujuan Put in Service (PIS) beserta pembiayaannya kepada SKK Migas.
Keberhasilan reaktivasi Sumur Bentu-2 ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan lifting gas nasional, sekaligus mendukung pencapaian target produksi migas Indonesia pada tahun 2026.
Dengan capaian yang melampaui ekspektasi ini, sinergi antara SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama kembali menunjukkan hasil nyata dalam mengoptimalkan potensi sumur idle menjadi sumber produksi yang produktif.
Optimisme pun menguat bahwa upaya-upaya serupa dapat terus dilakukan guna menjaga ketahanan energi nasional. “Lifting naik: bisa, bisa, bisa,” menjadi semangat yang mengiringi keberhasilan ini.
