TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KILAS Balik Ramadan: Evaluasi Perjalanan Hilirisasi Pertambangan dan Resiliensi Industri Nasional

Busthomi
20 March 2026 | 14:58
rubrik: Ekonomi
KILAS Balik Ramadan: Evaluasi Perjalanan Hilirisasi Pertambangan dan Resiliensi Industri Nasional

Ilustrasi sektor pertambangan yang dijalankan MIND ID. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Ramadan selalu menjadi jeda untuk berhenti sejenak, menengok ke belakang, dan memastikan arah yang ditempuh tetap selaras dengan tujuan yang ditetapkan.

Dalam semangat refleksi tersebut, MIND ID Mendukung KILAS (Kupas Isu Lintas Sektor Strategis) Balik Ramadan, sebuah forum yang secara khusus ditujukan untuk mengevaluasi perjalanan hilirisasi sekaligus mengukur resiliensi industri pertambangan nasional ke depan.

Forum ini dibangun untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan sektor pertambangan agar berbicara dalam satu agenda, bekerja di atas dasar data yang sama, dan melangkah pada program prioritas yang disepakati bersama.

Dalam dua tahun terakhir, arsitektur penciptaan nilai tambah di dalam negeri bergerak kian solid. Pemerintah mencatat realisasi investasi hilirisasi sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp 431,4 triliun, meningkat 58,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka ini menegaskan bahwa strategi pengolahan mineral dan batu bara di dalam negeri bukan lagi wacana, melainkan kerja nyata yang menyumbang porsi signifikan terhadap total investasi nasional dan mengubah struktur industri kita dari penjual bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah. 

Grup MIND ID berada di garis terdepan mendukung akselerasi tersebut. Sejumlah proyek strategis yang telah beroperasi dan terus dikembangkan antara lain fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium, smelter pengolahan dan pemurnian tembaga beserta Precious Metal Refinery di Gresik, tiga proyek pengolahan dan pemurnian nikel di Sulawesi, serta proyek pengembangan infrastruktur logistik batu bara Tanjung Enim–Keramasan.

Rangkaian inisiatif ini dirancang untuk memperkuat rantai nilai di dalam negeri dan meningkatkan kapasitas produksi.

Kendati demikian, perjalanan hilirisasi nasional terus dihadapkan pada tantangan. Volatilitas harga komoditas global, pergeseran rantai pasok, perubahan teknologi terutama pada bahan baku baterai, ketegangan geopolitik, hingga perubahan kebijakan dagang di pasar mitra menuntut biaya produksi dan strategi komersial pelaku industri bergerak dinamis.

BACA JUGA:   QRIS dan blu by BCA Digital: Solusi Keuangan untuk Generasi Digital
FOTO Bersama wartawan dengan tim dari MIND ID, usai menggelar diskusi KILAS (Kupas Isu Lintas Sektor Strategis) Balik Ramadan, di Jakarta, beberapa hari lalu. FOTO: Istimewa

Di dalam negeri, penataan kebijakan ekspor mineral mentah memberikan angin baru bagi pengembangan midstream dan downstream.

Tujuannya jelas, yakni Indonesia harus memiliki kapasitas untuk membangun rantai pasok yang lebih utuh di dalam negeri dan naik kelas menjadi pemasok produk jadi bernilai tambah dan berteknologi tinggi. 

Basis sumber daya kita memang memungkinkan. United States Geological Survey (USGS) menempatkan Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, sekitar 55 juta ton, memperkuat posisi Indonesia dalam agenda hilirisasi berbasis nikel.

Di sisi bauksit, data Badan Geologi ESDM mencatat cadangan bijih bauksit sekitar 2,865 miliar ton. Sementara untuk batu bara, cadangan nasional tercatat sekitar 31,96 miliar ton pada akhir 2024. 

Angka-angka ini menjadi landasan kebijakan hilirisasi dan keamanan pasok energi bahan baku untuk jangka menengah–panjang. 

Oleh karenanya, sejumlah isu domestik memerlukan penegasan tindak lanjut, antara lain ketersediaan dan keandalan energi untuk fasilitas pengolahan, tata kelola niaga yang disiplin dan transparan, serta insentif fiskal yang tepat sasaran untuk mempercepat tahap lanjut investasi. 

Semua temuan tersebut kemudian dibahas secara tuntas dalam KILAS Balik Ramadan. “KILAS menjadi ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi capaian program strategis dan memastikan setiap tantangan yang dihadapi mampu terselesaikan dengan langkah strategis yang disepakati bersama,” kata Division Head Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika, dalam keterangannya kepada media, Jumat (20/3/2026).

FOTO: Istimewa

“Hilirisasi merupakan proses jangka panjang yang menuntut konsistensi, dan kolaborasi berbagai pihak. Melalui KILAS, sektor industri pertambangan akan semakin mampu memberi manfaat yang lebih besar dan inklusif bagi perekonomian nasional,” imbuhnya, memastikan.

KILAS Balik Ramadan pada akhirnya diharapkan mampu menjadi kompas institusional yang lahir dari momen refleksi, tetapi bekerja untuk hari-hari sesudahnya.

BACA JUGA:   3 Tips Wujudkan Ibadah Haji yang Aman dan Tenteram untuk Keluarga ala Astra Life Syariah

Ketika program hilirisasi bergerak semakin dalam dan tantangan di dalam maupun di luar negeri kian kompleks, ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa besar investasi mengalir, melainkan seberapa kokoh fondasi struktur industri yang kita bangun.

Dengan KILAS sebagai acuan evaluasi dan penyelaras, MIND ID menegaskan komitmen untuk melanjutkan perjalanan hilirisasi agar manfaatnya kian besar bagi perekonomian dan masyarakat luas.

Tags: hilirisasi tambangMID ID
Previous Post

Produksi Gas Lampaui Target, Sumur Idle Bentu-2 Kembali Beroperasi

Next Post

Jelang Idulfitri, PGEO Pastikan Energi Panas Bumi Andal Dukung Pasokan Listrik Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR