TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BRI Perkuat CSR Berbasis Pengukuran Dampak dan Transparansi Publik

Agus Haryanto
27 March 2026 | 18:37
rubrik: Event
BRI Perkuat CSR Berbasis Pengukuran Dampak dan Transparansi Publik

Jakarta, TopBusiness — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pengukuran dampak sosial dan lingkungan secara komprehensif serta transparansi kepada publik.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi program CSR perseroan agar lebih terarah, terukur, dan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, termasuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).

Senior Manager CSR BRI, Agusman M. Latif, menjelaskan bahwa setiap program yang dijalankan tidak lagi semata dinilai dari besaran dana atau jumlah penerima manfaat, melainkan dari dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Dalam implementasinya, kami memastikan setiap program memiliki kontribusi yang jelas dan terukur. Tidak hanya dari sisi output, tetapi juga outcome dan dampak jangka panjang yang dirasakan masyarakat,” ujar Agusman kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, di Jakarta, hari ini.

Menurutnya, BRI mengintegrasikan berbagai inisiatif CSR dalam kerangka keberlanjutan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) serta mengacu pada standar dan praktik global. Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa setiap program memberikan nilai tambah yang berkelanjutan.

Untuk mengukur efektivitas program, BRI menerapkan mekanisme Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) yang terstruktur. Melalui sistem ini, seluruh kegiatan CSR dievaluasi secara berkala menggunakan sejumlah indikator, seperti Social Impact Assessment dan Environmental Impact Assessment.

“Setiap program kami ukur secara komprehensif. Kami tidak hanya berbicara angka, tetapi juga perubahan sosial yang terjadi, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, perseroan juga menggunakan pendekatan analitis seperti Social Return on Investment (SROI) untuk menilai nilai manfaat sosial yang dihasilkan dibandingkan dengan investasi yang dikeluarkan. Pengukuran ini diperkuat dengan indikator Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) guna menangkap persepsi langsung dari penerima manfaat.

BACA JUGA:   PT PER Tetap Cetak Laba di Tengah Pandemi Covid-19

Pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan BRI untuk melakukan evaluasi secara objektif sekaligus menyempurnakan program yang berjalan agar lebih tepat sasaran dan efektif.

Dalam aspek transparansi, BRI secara konsisten mempublikasikan hasil implementasi program CSR melalui berbagai kanal komunikasi. Informasi terkait program disampaikan melalui laporan tahunan (annual report), laporan keberlanjutan (sustainability report), media sosial, siaran pers, hingga publikasi di media massa.

“Kami melakukan publikasi secara luas sebagai bentuk transparansi kepada publik. Bahkan beberapa program juga kami dokumentasikan dalam bentuk artikel ilmiah yang telah dipublikasikan di jurnal internasional,” tambah Agusman.

Tidak hanya itu, BRI juga menyusun dokumentasi praktik terbaik (best practices) dari pelaksanaan program CSR dalam bentuk buku yang telah memiliki nomor International Standard Book Number (ISBN) dan tersedia di Perpustakaan Nasional. Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam mengembangkan program CSR di daerah masing-masing.

Upaya penguatan CSR tersebut dijalankan melalui model manajemen “BRI Peduli”, yang menjadi payung utama seluruh program TJSL perseroan. Model ini mengadopsi prinsip-prinsip dari United Nations Global Compact yang kemudian disesuaikan dengan konteks bisnis dan sosial di Indonesia.

Dalam implementasinya, “BRI Peduli” menerapkan siklus manajemen yang terstruktur, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, hingga komunikasi hasil program.

Pada tahap awal, BRI menyusun grand design program berdasarkan kebijakan internal perusahaan, termasuk arahan direksi terkait pelaksanaan TJSL. Perencanaan tersebut juga mengacu pada roadmap jangka panjang perusahaan hingga tahun 2030, sehingga memastikan kesinambungan antara program CSR dan strategi bisnis perseroan.

Selanjutnya, pada tahap assessment dan perencanaan, BRI melakukan identifikasi isu-isu strategis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Proses ini mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari potensi risiko, peluang, hingga dampak yang dapat dihasilkan.

BACA JUGA:   Melalui Organisasi Berkelanjutan, RedDoorz Sukses dalam Menciptakan Kompetensi HC

Pendekatan berbasis data dan analisis menjadi kunci dalam tahap ini, sehingga program yang dirancang dapat memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan.

Dalam tahap implementasi, program “BRI Peduli” diwujudkan melalui berbagai inisiatif utama, seperti program unggulan (flagship), kegiatan tanggap darurat bencana, serta pelibatan aktif pemangku kepentingan. Strategi ini memungkinkan BRI untuk tidak hanya responsif terhadap kondisi darurat, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan jangka panjang.

Sementara itu, pada tahap evaluasi, seluruh program diukur menggunakan indikator yang terstandarisasi, termasuk Environmental Impact Assessment (EIA), Social Return on Investment (SROI), serta Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Evaluasi ini memastikan bahwa setiap kegiatan memiliki akuntabilitas yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tahap akhir dalam siklus tersebut adalah komunikasi dan publikasi. BRI menempatkan transparansi sebagai elemen penting dalam pelaksanaan CSR, dengan menyampaikan hasil program secara terbuka kepada publik. Selain meningkatkan akuntabilitas, langkah ini juga bertujuan memperluas manfaat pengetahuan serta mendorong replikasi program oleh pihak lain.

Agusman menegaskan bahwa perjalanan panjang program “BRI Peduli” menunjukkan komitmen perseroan dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan. Berbagai program yang telah dijalankan dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Ini yang menjadi fokus utama kami dalam menjalankan program TJSL,” ujarnya.

Melalui pendekatan yang sistematis, berbasis pengukuran dampak, serta didukung transparansi publik, BRI menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga pada pembangunan sosial dan lingkungan.

Ke depan, perseroan berharap model CSR yang dijalankan dapat terus diperkuat dan memberikan kontribusi lebih luas dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus selaras dengan agenda global keberlanjutan.

Previous Post

Akhir Perdagangan Jumat Ini, Tekanan Big Caps Mendominasi

Next Post

Kawal Arus Mudik dan Balik, HKA Optimalkan Seluruh Fasilitas Tol di Wilayah Kelolaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR