TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jadi Kandidat TOP CSR Awards 2026, Ini Program CSR Unggulan YBM BRILiaN

Fauzi
28 March 2026 | 09:21
rubrik: CSR, Event
Jadi Kandidat TOP CSR Awards 2026, Ini Program CSR Unggulan YBM BRILiaN

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — Untuk kali pertama YBM BRILiaN menjadi finalis ajang penghargaan bergengsi TOP CSR Awards yang diselenggarakan Majalah TopBusiness. Seiring dengan itu, untuk keperluan penilaian, YBM BRILiaN mengikuti sesi penjurian yang digelar secara daring, Jumat (27/3/2026).

YBM BRILiaN diketahui menghadirkan pendekatan berbeda dalam program CSR-nya melalui inisiatif pemberdayaan keluarga (Family Strengthening) yang dirancang secara komprehensif dan berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu flagship yang diharapkan mampu menjawab persoalan kemiskinan dari hulu ke hilir.

Manager of Corporate Governance YBM BRILiaN, Irfanul Arifin, menyebut bahwa program ini lahir dari realitas sosial yang masih menunjukkan tingginya angka kemiskinan dan berbagai persoalan turunan lainnya di Indonesia.

“Kami coba ingin menawarkan satu program yang ini mungkin salah satu menjadi program flagship kami di YBM BRILiaN tentang program pemberdayaan keluarga,” ujar di hadapan dewan juri TOP CSR Awards 2026 di antaranya Kusuma Prabandari (Dwika Consulting), Ben De Haan (MSI), Febrizal Efendi (Aspiluki), dan AJ Boesra (Kepak Sayapku).

Latar Belakang

YBM BRILiaN melihat bahwa persoalan kemiskinan di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data dari BPS (Maret 2025), terdapat sekitar 23,8 juta masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Angka ini bahkan berpotensi lebih tinggi jika menggunakan standar lain seperti nisab zakat atau indikator kebutuhan hidup layak.

Tak hanya kemiskinan, berbagai persoalan sosial lain juga menjadi perhatian, mulai dari angka putus sekolah, masalah gizi dan stunting, hingga kesenjangan antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja yang terserap.

“Masih banyak masyarakat kita yang mungkin masih di bawah garis kemiskinan… sekitar 23,8 juta. Tapi kalau kita naikkan standarnya… maka mungkin angkanya lebih banyak lagi,” kata Irfanul.

Irfanul Arifin juga menyoroti kompleksitas persoalan ketenagakerjaan. “Ada 19 juta lowongan pekerjaan, tapi masih ada 7,46 juta yang belum mendapatkan pekerjaan. Tantangannya tidak semudah itu melihat fakta di lapangan,” jelasnya.

BACA JUGA:   OJK dan Tiga SRO Kucurkan CSR ke Bank Sampah

Dalam konteks tersebut, lembaga zakat dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), seperti pengentasan kemiskinan dan kelaparan.

Sebagai lembaga filantropi, YBM BRILiaN menempatkan diri tidak hanya sebagai penyalur bantuan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan.

“Peran lembaga filantropi itu dia punya dana, dia menghimpun, mengelola, dan menyalurkan. Fokusnya kepada isu-isu sosial,” ujar Irfanul.

Menurutnya, pendekatan program tidak bisa lagi bersifat jangka pendek semata. Dibutuhkan keseimbangan antara penanganan kebutuhan mendesak dan pembangunan jangka panjang.

“Harus menjawab kebutuhan hari ini dan bagaimana program bisa sustain di masa depan, tidak sekadar charity, dikasih terus kemudian habis,” tegasnya.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan nasional serta strategi induk perusahaan, termasuk integrasi dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).

Usung 5 Pilar

Dalam menjalankan programnya, YBM BRILiaN mengusung lima pilar utama yang menjadi fondasi seluruh kegiatan CSR.

“Kami berangkat dari lima pilar: Pendidikan, Sosial Kemanusiaan, Ekonomi, Dakwah, dan Kesehatan,” ungkap Irfanul.

Kelima pilar ini dirancang untuk saling terintegrasi, sehingga setiap intervensi program tidak berdiri sendiri, melainkan saling mendukung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Pendekatan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan lokal melalui proses asesmen yang mendalam.

“Semua balik lagi kepada apa yang menjadi kebutuhan di lapangan… kami akan tetap lakukan asesmen dan modifikasi sesuai kebutuhan lokal,” jelasnya.

Program CSR Unggulan

Program CSR unggulan Family Strengthening menjadi diferensiasi utama YBM BRILiaN. Program ini menyasar unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga, sebagai kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan.

“Kami mulai masuk ke isu keluarga, karena isu ini sangat sensitif, tapi akan berdampak besar ketika programnya komprehensif,” kata Irfanul.

BACA JUGA:   Optimalisasi CSR untuk ESG, SSMS Menuju World Class Sustainability

Program ini dirancang menyentuh berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga keharmonisan rumah tangga.

“Kami coba masuk secara komprehensif melalui aspek spiritual, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ujarnya.

Pendekatan ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa banyak persoalan sosial berakar dari kondisi keluarga.

“Masalah ekonomi, sosial, pendidikan anak, itu dari keluarga semuanya. Ketika keluarga baik, insya Allah ke bawahnya juga baik,” tambahnya.

Program Family Strengthening tidak hanya fokus pada satu fase kehidupan, melainkan mencakup siklus hidup keluarga secara utuh.

Intervensi dimulai dari fase pra-nikah, kehamilan, kelahiran, hingga pendidikan anak dan penguatan ekonomi keluarga.

“Pembinaan keluarga ini mulai dari pra-nikah, pernikahan, prenatal saat kehamilan, hingga setelah melahirkan,” jelas Irfanul.

Dalam aspek kesehatan, program ini juga berkontribusi dalam pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak. “Kami memberikan makanan tambahan, karena fokusnya penjagaan di stunting,” ujarnya.

Sementara di bidang pendidikan, YBM BRILiaN menyediakan beasiswa serta menghadirkan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri sebagai mentor dan motivator.

“Mereka didatangkan untuk memberikan pembelajaran dan motivasi, mereka juga bisa kuliah di tempat-tempat yang bagus,” ujarnya.

Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan sekadar memberikan bantuan finansial. “Semua intervensi mengarah kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegas Irfanul.

Pendekatan ini dilakukan untuk memutus siklus kemiskinan yang selama ini terus berulang antar generasi. “Ketika pendidikan rendah, penghasilan rendah, akan kembali lagi ke siklus kemiskinan. Bagaimana kita bisa memutus itu? Harus masuk ke seluruh lini,” jelasnya.

Dengan pendekatan ini, YBM BRILiaN menargetkan para penerima manfaat (mustahik) dapat bertransformasi menjadi individu yang mandiri, bahkan menjadi pemberi zakat (muzaki) di masa depan.

BACA JUGA:   Soal GRC dan ESG, Komitmen Pan Brothers Sudah Terbukti Nyata

Program Family Strengthening disebut telah menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, program tersebut telah mencakup sekitar 6.700 penerima manfaat dalam 1.600 kelompok.

Selain itu, berbagai penghargaan juga berhasil diraih sebagai bentuk pengakuan atas dampak program yang dihasilkan.

“Kami mendapatkan penghargaan Platinum untuk Program Family Strengthening di ASEAN Impact Award,” ungkap Irfanul.

Selain Family Strengthening, YBM BRILiaN juga memiliki sejumlah program CSR lain, di antaranya Bright Scholarship, Mustahik Income Generating Program (MIGP), dan Water Sanitation and Hygiene (WASH).

Bright Scholarship, merupakan program beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa terpilih dari Perguruan Tinggi Negeri terbaik meliputi tuition fee, living allowance, dan dormitory.

Mustahik Income Generating Program, yaitu Program pemberdayaan kepada mustahik perorangan atau kelompok dengan memberikan bantuan dalam bentuk usaha yang bersifat produktif yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mustahik.

Adapun Water Sanitation and Hygiene adalah Program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas dengan intervensi penyediaan sarana-prasarana air bersih dan sanitasi yang memadai sebagai upaya menyelesaikan permasalahan air bersih sekaligus penyuluhan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan.

Ke depan, YBM BRILiaN menargetkan program-programnya semakin selaras dengan target pembangunan global dan nasional, khususnya SDGs.

“Misi kami di 2030 ingin sejalan dengan mendukung peran pemerintah dalam mencapai target SDGs,” kata Irfanul.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, berbasis data, serta berorientasi jangka panjang, YBM BRILiaN optimistis dapat terus memperluas dampak sosial dan mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

Tags: TOP CSR Awards 2026YBM BRILian
Previous Post

Pelindo Terminal Petikemas Paparkan Strategi CSR & ESG di TOP CSR Awards 2026

Next Post

PLN Indonesia Power UBP Grati Dorong Pemulihan Ekosistem Ranu Lewat Program CSR “Ranu Lestari”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR