JAKARTA – PT Dharma Polimetal Tbk (IDX: DRMA) optimistis mampu mencapai target pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen pada 2026 setelah membukukan kinerja positif sepanjang semester I tahun ini. Optimisme tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang terjadi di seluruh segmen bisnis serta langkah ekspansi yang terus dijalankan perseroan.
Hingga semester I-2026, Dharma Polimetal membukukan pendapatan sebesar Rp3,157 triliun atau meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,774 triliun. Sejalan dengan itu, laba perseroan naik 18% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp288,383 miliar.
Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk Irianto Santoso mengatakan pertumbuhan yang terjadi secara merata di seluruh lini usaha menunjukkan ketahanan bisnis perseroan di tengah dinamika industri otomotif.
“Pertumbuhan pendapatan yang terjadi merata di seluruh segmen usaha Perseroan ini menunjukkan solidnya kinerja DRMA sebagai grup usaha. Dan tentu saja, pertumbuhan yang terjadi di seluruh segmen bisnis ini merupakan petunjuk tentang tingginya tingkat ketangguhan Perseroan dalam mengarungi pasar yang bergerak sangat dinamis,” ujar Irianto dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).
Segmen roda dua (2W) masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp1,847 triliun, naik 7% dibandingkan semester I-2025. Sementara itu, segmen roda empat (4W) mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, yakni 36% menjadi Rp848 miliar dari Rp622 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun segmen usaha lainnya membukukan pendapatan Rp462 miliar atau meningkat 11% dibandingkan semester I-2025.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun, perseroan terus memperluas kapasitas produksi melalui pengembangan pabrik di kawasan Jababeka dan Bekasi. DRMA juga memperkuat bisnis kendaraan listrik melalui unit usaha Dharma Connect yang berfokus pada pengembangan teknologi kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Perseroan menilai langkah ekspansi tersebut akan menjadi pendorong utama untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus mencapai target kenaikan pendapatan dua digit yang telah ditetapkan pada 2026.
