TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hadapi Musim Kemarau, Kementerian PU Pastikan Bendungan Karian Tetap Penuhi Kebutuhan Air Masyarakat

Albarsyah
29 July 2026 | 20:20
rubrik: Business Info
Hadapi Musim Kemarau, Kementerian PU Pastikan Bendungan Karian Tetap Penuhi Kebutuhan Air Masyarakat

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ketersediaan air di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat serta mendukung suplai air irigasi ke Daerah Irigasi (D.I.) Ciujung selama musim kemarau.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pengelolaan sumber daya air harus mampu menjamin ketersediaan air bagi masyarakat sepanjang tahun, terutama pada periode musim kemarau.

“Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan,” kata Menteri Dody.

Bendungan Karian melepaskan debit air sebesar 24 m3/detik sebagai suplesi irigasi dari intake Bendungan Karian menuju Bendung Gerak Pamarayan Baru untuk melayani D.I. Ciujung. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan air bagi lahan pertanian di wilayah layanan tetap dapat terpenuhi.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Dedi Yudha Lesmana mengatakan dinamika tampungan air Bendungan Karian yang mengalami penurunan elevasi muka air sehingga sebagian area daratan lama kembali terlihat merupakan kondisi yang wajar pada musim kemarau dan tidak mengganggu fungsi bendungan sebagai penyedia air baku, layanan irigasi, maupun pengendali banjir.

“Tampungan Bendungan Karian masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun irigasi. Penurunan muka air sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau dan masih berada dalam batas aman operasi waduk,” kata Dedi.

Terkait munculnya kembali bangunan lama di area genangan, Dedi menjelaskan bahwa bangunan tersebut merupakan bekas permukiman di Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Lokasinya berada di bagian hulu bendungan pada elevasi di atas +64,50 meter dan berjarak sekitar 16 kilometer dari as bendungan. Sehingga meskipun muka air waduk berada pada elevasi normal, sebagian lahan maupun bangunan tersebut akan kembali terlihat ketika muka air mengalami penurunan karena memang hanya tergenang sebagian.

BACA JUGA:   Hadapi Ancaman El Nino, Menteri PU Perkuat Irigasi dan Amankan Pasokan Air untuk Pangan Nasional

Seluruh lahan pada area genangan Bendungan Karian telah dibebaskan sesuai ketentuan pada saat pembangunan bendungan. Namun, pekerjaan konstruksi hanya melakukan pembersihan vegetasi (clearing), sementara tidak seluruh bangunan eksisting dibongkar (demolition). Kondisi tersebut menyebabkan sisa bangunan dapat kembali terlihat ketika muka air waduk surut secara alami pada musim kemarau.

BBWS C3 memastikan akan terus melakukan pemantauan kondisi hidrologi serta mengoperasikan Bendungan Karian sesuai pola operasi waduk yang telah ditetapkan agar kondisi tampungan air tetap dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat selama musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus mendatang.

Pengelolaan Bendungan Karian yang tetap optimal selama musim kemarau ini merupakan implementasi nyata semangat PU608, ketersediaan air baku bagi masyarakat serta layanan irigasi bagi lahan pertanian yang tetap terjaga menunjukkan bahwa infrastruktur Kementerian PU tidak hanya dibangun sebagai aset fisik, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaga ketahanan pangan, mendukung aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim.

Tags: Kementerian PUKementerian PUPR
Previous Post

Bantuan Air Bersih Mengalir ke Situbondo untuk Warga Terdampak Kekeringan

Next Post

DRMA Optimistis Capai Target Pertumbuhan Pendapatan 10 Persen Tahun Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR