TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Anggarkan Capex Rp329,88 Miliar di Tahun Ini, BJTM Terus Perkuat Digitalisasi

Busthomi
30 March 2026 | 22:48
rubrik: Capital Market
Bank Jatim Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank Lampung

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (IDX: BJTM) atau Bank Jatim terus mencatatkan kinerja apiknya. Sepanjang 2025 lalu, perseroan berhasil mengantongi laba bersih mencapai Rp1,54 triliun atau naik 20,65% secara year on year (yoy).

Disebut Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, pertumbuhan yang baik dari sisi laba bersih ini tak lepas dari strategi Bank Jatim yang sukses sinergikan dari sisi funding (pendanaan) dan dana murah (CASA/Current Account Saving Account).

“Dan dana murah ini basisinya adalah dengan digitalisasi. Sehingga dengan adanya funding dan digital ini akan meningkat transaksinya. Dan pada akhirnya membuat pertumbuhan laba yang tinggi,” kata dia kepada media, di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Dalam ranah digitalisasi ini, kata dia, ada 4 hal yang dorong oleh Bank Jatim. Yaitu, penguatan kecepatannya (core banking), penguatan dari sisi security-nya, penguatan dari aspek mobile banking-nya, dan penguatan data analytic Bank Jatim.

Transaksi digital sendiri, kata dia, sepanjang 2025 lalu untuk JConnect ini, berhasil mencetak angka yang positif. Pengguna JConnect Mobile sukses mencapai 993.972 user atau tumbuh 22,40% (YoY). Sementara untuk total transaksinya berada di angka Rp 65,77 triliun, naik 29,55% (YoY).

Selanjutnya, user JConnect IB Corporate berada di angka 11.199 atau naik 14,79% (YoY) dengan jumlah transaksi sebesar Rp 23,36 triliun. Kemudian, QRIS Bank Jatim sendiri sudah mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,94 triliun atau tumbuh 47,25% (YoY).

Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto menambahkan, dalam rangka penguatam digitalisasi ini, Bank Jatim menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang tinggi mencapai Rp329,88 miliar.

“Untuk capex ini kita serius sangat tinggi mencapai Rp329,88 miliar di 2026. Ini berarti naik hingga 38%. Angka capex ini murni untuk Bank Jatim sendiri. Bukan di anak usaha. Sementara di anak usaha, kami juga dorong untuk anggarkan capex besar di security (digitalisasi),” jelas dia.

BACA JUGA:   Summarecon Fokus Pasarkan Hunian di Bawah Rp2 Miliar

Perkuat Bisnis

Selain digitalsiasi, dalam rangka menopang kinerja bisnis dan meningkatkan market share, Bank Jatim juga didukung oleh jaringan fisik kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur dan layanan transaksi via digital tadi.

Selain itu, untuk memaksimalkan layanan perbankan untuk daerah yang memiliki potensi bisnis besar, Bank Jatim juga memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM.

Selain utilitas transaksi perbankan, AGEN JATIM juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit utamanya melalui metode referral dengan total agen sebanyak 14,842 agen.

Winardi menegaskan, Bank Jatim juga manajemen terus berupaya untuk melakukan perbaikan kualitas asset melalui beberapa langkah. Yaitu melakukan mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan prosentase recovery rate sebesar 18,6% atau equivalen Rp192 miliar dan restrukturisasi sebagai langkah penyelamatan debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas. Adapun total kredit yang telah direstrukturisasi oleh Bank Jatim sebesar Rp4,17 triliun.

Tak hanya itu saja, perseroan juga agresif melakukan incentive penagihan extracomtable untuk menstimulus peningkatan penerimaan dari kredit hapus buku, memberikan keringanan bunga dan denda untuk mendorong debitur melakukan pelunasan, hingga pelunasan sebagian agunan dan fleksibilitas dalam penyelesaian penebusan agunan untuk akselerasi penyelesaian kredit.

“Dan tentu saja kami rutin monitoring & controlling secara berkala (mingguan, 2 mingguan dan bulanan) kinerja penanganan kredit bermasalah yang dipimpin oleh Direksi,” terang Winardi.

Tags: Bank JatimBJTMKinerja emiten
Previous Post

Tumbuh 20,65%, Bank Jatim Bukukan Laba Bersih hingga Rp1,54 Triliun

Next Post

BEI Suspensi FITT untuk Cooling Down

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR