Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan turun hari ini.
Dalam laman samuel.co.id, riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Selasa (31/3/2026) memperlihatkan judul JCI Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Senin (30 Maret): Dow +0,11%, S&P 500 -0,39%, dan Nasdaq -0,73%. Wall Street sebagian besar berakhir lebih rendah pada hari Senin karena peringatan baru Presiden AS Donald Trump kepada Teheran dan meluasnya perang di Timur Tengah mengimbangi optimisme atas komentarnya tentang diskusi AS dengan Iran. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 1,80% menjadi 4,348%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,36% menjadi 100,51.
Pasar komoditas ditutup lebih tinggi pada hari Senin (30 Maret): Minyak mentah WTI naik 3,25% menjadi USD 102,88/bbl, minyak mentah Brent +0,19% menjadi USD 112,78/bbl, batu bara +0,28% menjadi USD 144,25/ton, CPO +0,37% menjadi MYR 4.772/ton, dan emas +0,37% menjadi USD 4.511/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Senin (30 Maret): Hang Seng turun 0,81%, Nikkei -2,79%, dan Shanghai naik 0,24%.
JCI turun 0,08% menjadi 7.091,67, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 686,2 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 678,3 miliar di pasar reguler dan penjualan bersih Rp 7,9 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBRI (Rp 461,4 miliar), BBCA (Rp 242,0 miliar), dan BMRI (Rp 229,7 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di AADI (Rp 186,6 miliar), EMAS (Rp 101,2 miliar), dan BRMS (Rp 51,2 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan utama adalah DSSA, DCII, dan ASII, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan lebih lambat adalah BBCA, BBRI, dan BYAN.
Pagi ini, baik KOSPI (-3,70%) maupun Nikkei (2,02%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun di tengah sentimen negatif dari pasar regional,” demikian isi laporan riset.
