TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rekomendasi Saham: Konsumsi, Ritel, hingga Transportasi Menarik Dikoleksi

Nurdian Akhmad
31 March 2026 | 10:08
rubrik: Capital Market
Mandiri Sekuritas  Rekomendasi Buy Saham BBTN, BSDE, dan GOTO

Sumber Ilustrasi: Dhi/Open AI

Jakarta, TopBusiness — Sejumlah saham emiten di Bursa Efek Indonesia dinilai masih memiliki potensi kenaikan harga yang menarik pada 2026. Mandiri Sekuritas dalam laporan Investor Digest terbarunya menyoroti beberapa emiten dengan rekomendasi buy karena didukung pertumbuhan kinerja, ekspansi bisnis, serta prospek sektor yang tetap positif.

Secara umum, pasar saham Indonesia masih berada dalam fase konsolidasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 30 Maret 2026 berada di level 7.091,7, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp12.511 triliun dan nilai transaksi harian Rp13,37 triliun.

Mandiri Sekuritas mencatat valuasi pasar masih relatif menarik dengan proyeksi price to earnings ratio (PER) 10,9 kali pada 2026 dan 9,7 kali pada 2027, serta estimasi pertumbuhan laba sekitar 14,3% pada 2026.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham di perdagangan hari ini, Selasa (31/3/2026), dinilai memiliki katalis positif yang dapat mendorong kenaikan kinerja dan harga saham.

Transportasi: Blue Bird Masih Prospektif

Saham Blue Bird (BIRD) tetap mendapat rekomendasi buy dengan target harga Rp2.400 dari posisi Rp1.655.

Perusahaan transportasi ini mencatat laba bersih Rp153,2 miliar pada kuartal IV 2025, meningkat 4,1% secara kuartalan dan 2,9% secara tahunan. Secara penuh sepanjang 2025, laba bersih mencapai Rp635,8 miliar, tumbuh 8,7% secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan dua digit serta tambahan keuntungan dari pelepasan aset tetap. Meskipun margin sedikit tertekan, pertumbuhan pendapatan yang solid membuat kinerja perusahaan tetap positif.

MAPA dan MAPI Catat Rekor

Di sektor ritel, Mandiri Sekuritas juga merekomendasikan saham MAP Aktif (MAPA) dan Mitra Adiperkasa (MAPI).

MAPA mendapat rekomendasi buy dengan target harga Rp950 dari Rp625. Perusahaan mencatat momentum pertumbuhan pendapatan yang kuat pada kuartal IV 2025, didukung ekspansi toko serta kinerja pasar luar negeri yang membaik.

BACA JUGA:   BEI Suspensi SAMF

Margin laba juga meningkat seiring gross profit margin yang mencapai level tertinggi sejak kuartal II 2023, sehingga laba perusahaan melampaui ekspektasi analis.

Sementara itu, MAPI juga membukukan kinerja kuartal IV 2025 yang sangat kuat, dengan pertumbuhan pendapatan di berbagai segmen bisnis.

Momentum penjualan juga didukung oleh ekspansi toko, peningkatan produktivitas gerai, serta lonjakan permintaan akhir tahun. Selain itu, segmen digital ikut terdongkrak oleh peluncuran produk teknologi terbaru seperti iPhone generasi baru.

Sektor Konsumsi: Indofood dan Kalbe Tetap Solid

Di sektor konsumsi, saham Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) tetap direkomendasikan buy dengan target harga Rp12.000.

ICBP mencatat akselerasi penjualan pada kuartal IV 2025 dengan pertumbuhan 9% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1% pada sembilan bulan pertama 2025. Secara keseluruhan, pertumbuhan penjualan tahun 2025 mencapai 3%.

Sementara itu, perusahaan induknya, Indofood Sukses Makmur (INDF), mencatat pertumbuhan penjualan 7% secara tahunan dan lonjakan laba bersih 24% pada 2025, didukung kinerja kuat segmen agribisnis.

Di sektor farmasi, saham Kalbe Farma (KLBF) juga mendapat rekomendasi buy dengan target harga Rp1.750.

Penjualan Kalbe pada 2025 tumbuh 8%, sesuai dengan panduan manajemen, sementara laba bersih meningkat 13%, melampaui target awal perusahaan.

Properti dan Infrastruktur Masih Menarik

Di sektor properti, saham Pakuwon Jati (PWON) juga dinilai menarik dengan target harga Rp590 dari Rp336.

Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan 6% secara tahunan pada 2025, terutama didorong oleh pendapatan berulang dari sewa pusat perbelanjaan dan hotel.

Laba bersih perusahaan bahkan melonjak 50% secara tahunan pada kuartal IV 2025.

Sementara di sektor semen, saham Semen Indonesia (SMGR) juga tetap direkomendasikan buy dengan target harga Rp3.090 meskipun laba bersih 2025 sedikit di bawah ekspektasi analis.

BACA JUGA:   Awal Pekan, Investor Layak Buru Saham Ini

Perusahaan mencatat peningkatan harga jual rata-rata dan volume penjualan, meskipun tekanan biaya masih membayangi kinerja.Prospek Pasar

Dengan proyeksi pertumbuhan laba emiten yang masih solid dan valuasi pasar yang relatif menarik, sejumlah saham sektor konsumsi, ritel, transportasi, hingga properti diperkirakan masih memiliki ruang kenaikan dalam jangka menengah.

Investor disarankan tetap mencermati faktor eksternal seperti pergerakan suku bunga, arus dana asing, serta harga komoditas global yang dapat memengaruhi pergerakan pasar saham domestik.

Beberapa saham yang direkomendasikan buy dalam riset tersebut antara lain:

BIRD – target Rp2.400
ICBP – target Rp12.000
INDF – target Rp9.900
MAPA – target Rp950
MAPI – target Rp1.690
KLBF – target Rp1.750
PWON – target Rp590
SMGR – target Rp3.090

Previous Post

Menteri PU: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Lebih Aman dan Terkendali

Next Post

Pengunduran Diri Direktur Utama MDLA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR