TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

InJourney Destination Management Perkuat CSR Berbasis ESG, Dorong UMKM Naik Kelas

Albarsyah
1 April 2026 | 15:08
rubrik: Event
InJourney Destination Management Perkuat CSR Berbasis ESG, Dorong UMKM Naik Kelas

foto: https://www.instagram.com/p/DTP1DVLmEej/

Jakarta, TopBusiness  —  PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko yang kini bertransformasi menjadi InJourney Destination Management (IDM) terus menunjukkan kinerja bisnis yang positif sekaligus memperkuat komitmen terhadap tanggung jawab sosial perusahaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan yang didirikan pada 15 Juli 1980 ini mengelola sejumlah destinasi wisata berbasis warisan budaya, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, hingga Taman Mini Indonesia Indah. Kehadirannya mencerminkan komitmen pemerintah dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia.

Sebagai perusahaan perseroan terbatas, IDM tidak hanya berfokus pada pencapaian keuntungan ekonomi, tetapi juga berupaya memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat, khususnya di sekitar kawasan destinasi wisata yang dikelola.

Corporate Secretary Group Head IDM, Destantiana Nurina, menegaskan bahwa perusahaan mengusung semangat “Dari IDM untuk Semua” dalam menjalankan berbagai program CSR. Program tersebut difokuskan pada pengembangan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan naik kelas.

“Kami terus mendorong pembinaan UMKM secara terstruktur dan terukur agar memiliki daya saing dan keberlanjutan usaha,” ujar Destantiana dalam presentasinya pada ajang TOP CSR Awards 2026 yang digelar secara daring, Rabu (1/4/2026).

Dalam aspek lingkungan, IDM memanfaatkan dominasi ruang terbuka hijau di kawasan wisata sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Di kawasan Prambanan, misalnya, perusahaan mengelola sekitar 1,4  ton sampah organik setiap hari yang berasal dari daun, rumput, dan hasil pemangkasan tanaman.

Melalui sistem pengelolaan limbah terpadu, sampah tersebut diolah menjadi sekitar 70 kilogram pupuk kompos per hari. Pupuk ini kemudian dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan kawasan serta didistribusikan kepada masyarakat sekitar.

BACA JUGA:   Langkah Perumda PAU Pedaringan Kota Surakarta Jadi yang Terbaik Se-Jawa Tengah

Tidak hanya itu, berdasarkan kajian Net Zero Emission periode 2022–2024 serta inventarisasi lingkungan pada 2025, IDM tercatat telah mencapai kondisi net zero emission secara alami atau net-zero by nature. Hal ini didukung oleh kemampuan serapan karbon dari area hijau yang luas.

Tercatat, emisi perusahaan berada pada kisaran 5.000–6.000 ton CO₂e per tahun, sementara kapasitas serapan karbon mencapai sekitar 25.000 ton CO₂e per tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan yang dikelola IDM mampu menyerap emisi karbon jauh lebih besar dibandingkan yang dihasilkan.

Dari sisi sosial, IDM juga mencatat keberhasilan program CSR melalui pengukuran Social Return on Investment (SROI). Pada 2025, tiga program unggulan mencatat nilai positif, yakni Program Cipta Ambara Budaya dengan nilai 5,6, InJourney Hospitality House sebesar 4,6, dan Sanggar Lestari Cagar Budaya sebesar 4,5. Penilaian tersebut dilakukan oleh pihak independen.

Program InJourney Hospitality House sendiri berfokus pada pelatihan layanan bagi pelaku wisata dan UMKM di kawasan Borobudur dan Prambanan. Tujuannya adalah menciptakan standar pelayanan yang seragam dan berkualitas di kawasan destinasi wisata.

Sementara itu, InJourney Creativity House menjadi program inkubasi bisnis yang memberikan pendampingan kepada UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Di sisi pengalaman pelanggan, IDM juga mencatat kinerja yang menggembirakan. Pada 2025, perusahaan meraih skor Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 4,62 dan Net Promoter Score (NPS) sebesar 61 persen. Angka ini menunjukkan tingkat kepuasan dan loyalitas pengunjung yang tinggi.

“Mayoritas pengunjung memiliki kecenderungan untuk merekomendasikan IDM kepada pihak lain. Ini menjadi indikator kuat bahwa kualitas layanan dan pengalaman yang kami berikan sudah sangat baik,” jelas Destantiana.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi IDM sebagai pengelola destinasi wisata berbasis budaya yang tidak hanya unggul secara bisnis, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Tags: InJourney Destination Management
Previous Post

Neraca Perdagangan RI Surplus di Januari-Februari

Next Post

Pasca Diakuisisi INET, PADA Sukses Balikkan Rugi Jadi Laba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR