TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program CSR Unggulan WANUA WAILAN PLN IP UP PLTP Lahendong Hadirkan Transformasi Desa Berbasis EBT

Irawan Djoko Nugroho
1 April 2026 | 15:31
rubrik: CSR, Event
Program CSR Unggulan WANUA WAILAN PLN IP UP PLTP Lahendong Hadirkan Transformasi Desa Berbasis EBT

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — PT PLN Indonesia Power (IP) Unit Pembangkitan (UP) PLTP Lahendong terpilih menjadi nominator TOP CSR Awards 2026. Sebagai perusahaan yang merupakan bagian dari PLN Group yang bergerak sebagai penyedia solusi energi, khususnya melalui pembangkitan tenaga listrik berbasis energi panas bumi ini, baru saja mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP CSR Awards 2026, Selasa (31/3/2026).

Hadir dalam penjurian, Manajer Unit PLTP Lahendong UBP Kamojang Indonesia Power H.S.M Saragih serta Community Development Officer Panji Okta Triswianto dan Dinatika Ummami.

Dalam Penjurian, Saragih menyatakan bila perusahaan yang berlokasi di Kota Tomohon, Sulawesi Utara ini, tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga mengembangkan bisnis beyond kWh serta mendorong efisiensi operasional, peningkatan kapasitas, dan pengembangan energi terbarukan.

Dan dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui pendekatan ESG (Environmental, Social, and Governance), termasuk dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Khusus program CSR, perusahaan dalam melaksanakan program CSR selain melalui pendekatan ESG, juga tidak hanya menyelesaikan masalah, namun menciptakan nilai tambah melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan,” kata Saragih.

Social Mapping dan Program Unggulan

Menurut Saragih lagi, pelaksanaan program CSR di PT PLN Indonesia Power UP PLTP Lahendong diawali dari social mapping. Seperti misalnya, mendata tantangan baik sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah sekitar operasi serta mendata seluruh potensi yang ada. Selanjutnya, perusahaan kemudian melakukan perencanaan. Di antaranya, melalui 5 langkah. Specifi, Achievabl, Measurable, Relevant, dan Time-bound.

Setelah melalui tahap-tahap perencanaan, perusahaan kemudian menghadirkan program CSR. Program CSR yang dihadirkan tersebut, sebelumnya juga telah dipersiapkan untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan yang diformulasikan dari sejak direncanakannya program, hingga monitoring dan evaluasi.

BACA JUGA:   Mizu To Ikiru, Kunci Sukses Suntory Garuda Beverage Ber-CSR

Dari semua program CSR yang telah dilaksanakan, perusahaan dicatat menghadirkan 2 program CSR unggulan. Kedua program unggulan tersebut adalah MAENGKET (Maju Sejahterakan Keluarga Melalui Usaha Komposting dan Pertanian) dan WANUA WAILAN (Wadah Menuju Sejahtera Melalui Wawasan Edukasi Lingkungan dan Pertanian.

Dari kedua program unggulan tersebut, WANUA WAILAN merupakan program unggulan utama. WANUA WAILAN berasal dari kata Wanua dan Wailan. Wanua berarti Desa, dan Wailan berarti Orang Kaya yang Baik Hati / Sejahtera.

Sebagai program CSR, WANUA WAILAN merupakan model integratif yang menggabungkan 5 hal. Pertama, pertanian restoratif berbasis mikroba local. Kedua, electrifying agriculture (pemanfaatan energi listrik dalam pertanian). Ketiga, pengelolaan limbah organik. Keempat, penguatan UMKM ramah lingkungan. Kelima, pengembangan ekonomi sirkular.

Sebagai program CSR pertama di Kota Tomohon, WANUA WAILAN mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, pengelolaan sampah, dan UMKM dalam satu ekosistem berkelanjutan. Banyak program unggulan lain yang menjadi bagian dari implementasi WANUA WAILAN. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pertanian Rica Kolombi, yaitu program pengembangan pertanian berbasis komunitas dengan pendekatan ramah lingkungan.
  2. UMKM Kawangunan, yaitu program penguatan usaha mikro untuk hilirisasi produk pertanian.
  3. Maesaan Hydrofarm, yaitu program inisiatif pertanian hidroponik untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan.
  4. Peternakan Ayam Petelur Double W, yaitu program untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.
  5. Budidaya Maggot “Ba Mapalus Jo!”, yaitu program pemanfaatan limbah organik sebagai pakan alternatif bernilai ekonomi.
  6. Kelas Multimedia Fillmotion, yaitu program peningkatan kapasitas generasi muda dalam bidang digital dan kreatif.

“Semua program yang dihadirkan tersebut, dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif, melibatkan pemerintah daerah, institusi pendidikan, kelompok masyarakat, serta tokoh lokal (local hero) sebagai agen perubahan,” kata Saragih.

BACA JUGA:   Achmad Daniri: CSR Sebaiknya Dilakukan dengan Pendekatan CSV

Inovasi Atasi Masalah Lingkungan

Sebagai sebuah program unggulan, Program WANUA WAILAN dicatat menghadirkan banyak inovasi. Seperti di antaranya, pemanfaatan air kondensat dari cooling tower yang mengandung bakteri bacillus thermophilic sebagai pupuk cair.

Selain itu, pengembangan produk BIOMOL berbasis mikroorganisme lokal untuk mengatasi degradasi lahan. Terakhir, implementasi ekonomi sirkular, di mana limbah diolah menjadi sumber daya produktif.

Semua inovasi tersebut tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya produksi dan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Dampak Program CSR WANUA WAILAN

Kehadiran Program WANUA WAILAN, dicatat mampu memberikan dampak multidimensional. Baik sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Dampak Sosial misalnya adalah:

  1. Terbentuknya 6 kelembagaan/kelompok masyarakat baru.
  2. Peningkatan kapasitas dan partisipasi masyarakat.
  3. Social License to Operate Index mencapai 85,28 (kategori sangat baik).

Sementara itu, dampak Ekonomi yang dihadirkan, misalnya adalah:

  1. Sebanyak 53 kepala keluarga miskin mengalami peningkatan pendapatan hingga mencapai UMP Sulawesi Utara.
  2. Rata-rata peningkatan pendapatan petani dan buruh tani sebesar Rp500.000/orang/bulan (2025).
  3. Terbukanya peluang usaha baru berbasis komunitas

“Adapun untuk dampak lingkungan yang berhasil dihadirkan, antara lain, pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 100,4357 ton CO₂ (2025). Dengan nilai ekonomi dari pengurangan emisi mencapai sekitar Rp6,67 juta. Juga ada perbaikan kualitas lahan dan pengurangan limbah organik. Serta integrasi dengan Strategi Bisnis dan ESG,” ujar dia.

Terintegrasi dengan Strategi Bisnis

Secara umum, Program CSR WANUA WAILAN tidak berdiri sendiri. Program ini terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. Yaitu, memperkuat social license to operate, mendukung pencapaian target ESG dan PROPER, mengurangi risiko sosial di sekitar wilayah operasi, dan meningkatkan reputasi dan hubungan dengan stakeholder.

Program WANUA WAILAN juga menggunakan pendekatan Creating Shared Value. Pendekatan ini memandang persoalan sosial dan lingkungan sebagai peluang untuk menciptakan nilai bersama antara perusahaan dan masyarakat.

BACA JUGA:   Serumpun Ogan, CSR Andalan PLN Indonesia Power di Indralaya

“Inisiatif CSR PT PLN Indonesia Power UP PLTP Lahendong melalui program WANUA WAILAN menunjukkan bahwa integrasi antara energi terbarukan, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi sirkular mampu menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Dengan berbasis pada potensi lokal dan kearifan budaya seperti Mapalus, program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang,” pungkas Saragih

Tags: PLN IP UP PLTP LahendongTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Pasca Diakuisisi INET, PADA Sukses Balikkan Rugi Jadi Laba

Next Post

Melesat 1.742%, Laba Bersih INET Capai Rp24,49 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR