TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RSJ Kalbar Menuju Rumah Sakit Berbasis Kompetensi, Siap Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa dan Neuro

Albarsyah
7 April 2026 | 13:53
rubrik: Event
RSJ Kalbar Menuju Rumah Sakit Berbasis Kompetensi, Siap Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa dan Neuro

Jakarta, TopBusiness – Kinerja gemilang ditunjukkan BLUD RSUD Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalbar, dalam memberikan layanan kesehatan bagi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta pasien dengan ketergantungan obat-obatan dan narkotika. Memasuki usia ke-91 tahun, RSJ Kalbar kini tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi Rumah Sakit Berbasis Kompetensi (RSBK).

Transformasi tersebut dinilai realistis mengingat RSJ Kalbar telah memiliki kompetensi utama yang menjadi syarat mutlak RSBK, yakni layanan kesehatan jiwa dan neuro (saraf). Selain itu, RSJ Kalbar juga telah menjadi rumah sakit rujukan di wilayah Kalimantan Barat dalam penanganan pasien ODGJ dan rehabilitasi ketergantungan narkoba.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSJ Provinsi Kalimantan Barat, Dedy Shopiardi, S.STP., M.A.P., menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai persiapan menuju RSBK tanpa meninggalkan kekhususan layanan yang telah menjadi kekuatan utama rumah sakit tersebut.

“Kami sedang mempersiapkan RSJ Kalbar menjadi Rumah Sakit Berbasis Kompetensi. Kami tetap fokus pada layanan gangguan jiwa dan neuro, namun juga akan melengkapi layanan kesehatan umum,” ujar Dedy dalam presentasi kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, Senin (6/4/2026), yang dilakukan secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy didampingi oleh jajaran manajemen, yakni Kepala Bagian Tata Usaha Suwarno, S.ST., Kasubag Umum dan Kepegawaian Silvi Viducia, S.STP., serta Plt. Kasubag Perencanaan, Keuangan, dan Perlengkapan Indah Kemilausari, S.T.

Saat ini, RSJ Kalbar melayani sebanyak 451 pasien rawat inap ODGJ serta 40 pasien rehabilitasi narkotika (NAPZA). Dari total pasien tersebut, sekitar 30 persen pasien ODGJ merupakan rujukan keluarga, sedangkan 15 persen pasien rehabilitasi berasal dari Badan Nasional Narkotika (BNN).

Secara historis, RSJ Kalbar memiliki perjalanan panjang. Rumah sakit ini didirikan pada tahun 1935 oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Koloni Orang Sakit Jiwa (KOSJ). Seiring waktu, statusnya meningkat menjadi Rumah Sakit Jiwa Pusat Singkawang kelas C pada 1978, kemudian naik menjadi kelas B pada 1991. Regulasi terbaru terkait kelembagaan RSJ diatur melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Barat.

BACA JUGA:   Konsisten Implementasi GRC, Bisnis Bank Tulungagung Tumbuh Cepat dan Aman

Dalam mendukung peningkatan layanan, RSJ Kalbar telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), Neurofeedback, Electroencephalography (EEG), hingga Mobile X-Ray. Selain itu, pembangunan fasilitas penunjang juga terus dilakukan, meliputi ruang operasi, klinik anak berkebutuhan khusus, ruang rawat inap, gedung rehabilitasi NAPZA wanita, Intensive Care Unit (ICU), gedung isolasi, serta instalasi rekam medis.

Tidak hanya berfokus pada penyembuhan medis, RSJ Kalbar juga mengembangkan program rehabilitasi sosial bertajuk KEMBARA (Rehabilitasi Kembali Berkarya Nyata). Program ini bertujuan membekali pasien dengan keterampilan hidup agar siap kembali ke masyarakat.

“Melalui program KEMBARA, pasien mendapatkan pembinaan seperti berkebun, tata boga, tata rias, hingga kegiatan kerohanian. Ini menjadi bekal penting bagi mereka setelah sembuh agar dapat kembali beraktivitas secara mandiri,” jelas Dedy.

Dari sisi kinerja keuangan, RSJ Kalbar menunjukkan tren yang sangat positif. Pada tahun 2025, rumah sakit ini berhasil melampaui target pendapatan. Dari target sebesar Rp25 miliar, realisasi pendapatan mencapai lebih dari Rp30 miliar.

Capaian tersebut mencerminkan tata kelola yang sehat dan profesional, sekaligus memperkuat posisi RSJ Kalbar sebagai institusi layanan kesehatan yang unggul di bidang kesehatan jiwa dan rehabilitasi narkotika di Kalimantan Barat.

Dengan berbagai capaian dan inovasi yang dilakukan, RSJ Kalbar optimistis dapat mewujudkan transformasi menjadi Rumah Sakit Berbasis Kompetensi, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Tags: RSJ KALBAR
Previous Post

RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo Hadirkan Inovasi Makan Gratis untuk Penunggu Pasien

Next Post

Defisit APBN Berpotensi Tembus 4%, Perlu Efisiensi Program Prioritas Pemerintah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR