Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan naik hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Rabu (08/4/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Naik Hari Ini,
Pasar AS sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Selasa (7 April): Dow -0,18%, S&P 500 +0,08%, dan Nasdaq +0,10%. Kemarin, Wall Street sebagian besar berakhir lebih tinggi di tengah tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi seiring berjalannya waktu menuju tenggat waktu Presiden Donald Trump bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun -0,87% menjadi 4,293%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,12% menjadi 99,86.
Pasar komoditas sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Selasa (7 April): Minyak mentah WTI naik 0,48% menjadi USD 112,95/bbl, minyak mentah Brent -0,46% menjadi USD 109,27/bbl, batu bara naik 1,22% menjadi USD 141,00/ton, CPO tetap di MYR 4.765/ton, dan emas +1,22% menjadi USD 4.707/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Selasa (7 April): Hang Seng naik 1,00%, dan Nikkei melonjak 0,03%.
JCI turun 0,26% menjadi 6.971,03, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 1.776,9 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 1.779,4 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 2,5 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BMRI (Rp 371,5 miliar), BBRI (Rp 364,3 miliar), dan ANTM (Rp 306,7 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di BRMS (Rp 40,7 miliar), ADMR (Rp 34,3 miliar), dan ADRO (Rp 32,0 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan paling signifikan adalah BYAN, MEGA, dan BREN, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan paling lambat adalah BBRI, ASII, dan BMRI.
Pagi ini, baik KOSPI (+5,65%) maupun Nikkei (4,69%) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan naik karena perkembangan positif dalam konflik Timur Tengah,” demikian hasil riset.
