TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dorong Transisi Energi Bersih dan Pengembangan SDM, Ini Program CSR Unggulan PLN UID Jawa Barat

Fauzi
9 April 2026 | 22:00
rubrik: CSR, Event
Dorong Transisi Energi Bersih dan Pengembangan SDM, Ini Program CSR Unggulan PLN UID Jawa Barat

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat (PLN UID Jawa Barat) mengungkap program CSR unggulan perusahaan saat sesi penjurian TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness, Kamis (9/4/2026).

Hadir membuka paparan di hadapan dewan juri, Nurmalitasari, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat, meyakini bahwa CSR yang dijalankan perusahaan bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari strategi bisnis perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang dan sustainable.

“Kami sebagai perusahaan penyedia energi di PLN juga memiliki tanggung jawab tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan bahwa transformasi energi yang dilakukan ini memberi dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, juga untuk pertumbuhan ekonomi,” lanjut Nurmalitasari di hadapan dewan juri TOP CSR Awards 2026 di antaranya Melani K. Harriman (CEO Melani K. Harriman & Associates), Al Hadhy (LKN), AJ Boesra (Kepak Sayapku), dan Febrizal Efendi (Aspiluki).

Program CSR Unggulan

Sebagai upaya mempercepat transisi energi bersih terus didorong melalui berbagai inisiatif, termasuk di sektor pendidikan vokasi. Dalam hal ini PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat salah satu program CSR unggulan, yakni Penguatan Kompetensi Pembelajaran Konversi Kendaraan Listrik di SMK 8 Bandung. Program ini merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap transisi energi bersih, pengembangan SDM, serta untuk menciptakan dan menguatkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Jadi program ini awalnya kami rancang tidak hanya untuk menjawab kebutuhan industri masa depan tapi juga untuk memastikan adanya link and match di dunia pendidikan, dunia usaha. Jadi mampu menciptakan sumber daya yang adaptif, kompeten untuk menghadapi era elektrifikasi,” jelas Nurmalitasari.

Assistant Manager TJSL PLN UID Jawa Barat, Dika Atib N, yang juga hadir pada sesi penjurian ini menjelaskan bahwa sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar sehingga perlu mendapat perhatian serius.

BACA JUGA:   PT PER: Bergerak Maju dan Terus Tingkatkan Kinerja Berkat Inovasi IT

“Sektor transportasi menyumbang sekitar 24% emisi CO2, di mana pemerintah saat ini merespon sebagai angka positif dengan Perpres Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai,” ujarnya.

Di Jawa Barat sendiri, adopsi kendaraan listrik menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada 2024, tercatat sebanyak 5.695 unit mobil listrik dan 23.770 unit motor listrik telah beroperasi. Namun, jumlah bengkel konversi tersertifikasi masih sangat terbatas.

“Di tahun yang sama jumlah bengkel tersertifikasi untuk konversi di Jawa Barat baru ada sebanyak 17 bengkel. Nah dari kebutuhan ini terlihat sekali ada desakan akan SDM vokasi yang diperlukan terhadap teknologi pengembangan EV di Jawa Barat,” kata Dika.

Melihat kesenjangan tersebut, PLN UID Jawa Barat menjadikan SMK Negeri 8 Bandung sebagai lokasi pengembangan program. Sekolah tersebut dinilai memiliki potensi, meski sebelumnya pembelajaran masih didominasi teori dan belum optimal dalam kolaborasi industri.

Untuk itu, PLN merancang lima intervensi strategis. Pertama, penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Kedua, pelatihan bagi guru dan siswa dengan melibatkan praktisi. Ketiga, penyediaan fasilitas dan media praktikum. Keempat, pembuatan Micro Cargo EV untuk distribusi makanan bergizi gratis di lingkungan sekolah. Kelima, penyelarasan kompetensi bagi SMK jejaring di Kota Bandung.

Seluruh program tersebut didukung pembiayaan sebesar Rp315,6 juta pada tahun pertama. PLN juga menerapkan model kolaborasi pentahelix dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami menerapkan model Pentahelix yaitu PLN berperan sebagai inisiator dan akselerator. Kami bersinergi dengan para akademisi, pemerintah melalui Kementerian SDM, dunia usaha hingga media massa seperti Metro TV sebagai kontrol sosial dan pemberi informasi,” jelasnya.

Hasilnya, program ini menunjukkan dampak yang terukur. Sebanyak 181 siswa dan 24 guru kini telah memahami proses konversi motor listrik. Selain itu, SMK Negeri 8 Bandung kini memiliki fasilitas yang memenuhi standar bengkel konversi tersertifikasi tipe B.

BACA JUGA:   Catatkan SROI 1,87, Ini Inovasi CSR Rebon Lestari PLN NP Muara Tawar untuk Pesisir Berkelanjutan

“Sekolah juga telah memiliki sarana yang lengkap yang mana sarana ini telah memenuhi standar syarat menjadi bengkel konversi motor listrik tersertifikasi dengan tipe B,” ungkap Dika.

Dari sisi manfaat sosial, program ini juga mencatat hasil positif. Berdasarkan kajian Social Return on Investment (SROI) bersama konsultan independen, setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan manfaat sosial sebesar Rp4,79.

“Artinya setiap 1 rupiah yang kami investasikan ini di dalam program di SMK Negeri 8 Bandung ini menghasilkan manfaat sosial senilai 4,79 rupiah,” ujarnya.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap program ini juga tergolong tinggi dengan skor 85,92 atau masuk kategori memuaskan.

Transformasi signifikan pun terlihat di lingkungan sekolah. Dari sebelumnya hanya berfokus pada kendaraan berbahan bakar fosil, kini siswa telah memiliki kompetensi dalam konversi motor listrik berbasis baterai. Fasilitas baru seperti EV Class juga mendukung optimalisasi teaching factory. Bahkan, inovasi Micro Cargo EV yang dihasilkan telah dimanfaatkan untuk distribusi makanan bergizi gratis di sekolah.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, PLN UID Jawa Barat menyiapkan strategi exit yang mendorong kemandirian sekolah. Strategi tersebut mencakup monetisasi teaching factory melalui jasa perbaikan dan pelatihan, pengembangan sekolah sebagai pusat pelatihan dan sertifikasi (edutex), serta perluasan kemitraan dengan industri otomotif dan logistik.

“Sebuah program CSR yang tangguh harus memiliki sebuah exit strategy yang bagus agar bisa mandiri,” ujar Dika.

Melalui program ini, PLN UID Jawa Barat tidak hanya mendukung pengembangan pendidikan vokasi, tetapi juga berkontribusi dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus menciptakan SDM unggul yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.

Lebih lanjut, sebagai wujud komitmen ESG yang holistic, PLN UID Jawa Barat juga menjalankan beberapa inisiatif program lainnya. Misalnya, di bidang ekonomi, perusahaan memiliki Program PUKA yang memberdayakan penyandang disabilitas di kota Bandung dan dalam pembuatan kerajinan tangan yang bersifat komersil.

BACA JUGA:   CSR Unggulan PepsiCo Indonesia ‘Kebun Komunitas Desa Sukamahi’ Dukung Penguatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal

“Selain itu kami juga membina Eduwisata Perlebahan di daerah wilayah penyangga konservasi Gunung Guntur di Kabupaten Garut. Yang ini juga mengintegrasikan ekonomi lokal dengan pelestarian ekosistem di wilayah sana,” ungkap Dika.

Di bidang pendidikan lainnya, perusahaan membangun Kampung Literasi dan Pusmolis (Perpustakan Motor Listrik Keliling) S16 di Kabupaten Indramayu.

Dika meneyebut bahwa program ini salah satu bentuk adaptif perusahaan terhadap perkembangan teknologi yang bertujuan untuk mengurangi kesejangan akses pendidikan serta literasi digital di masyarakat wilayah Indramayu di era yang saat ini cukup globalisasi dan modern.

“Ketiga program tersebut tadi PUKA, Eduwisata, Kampung Lebah dan Kampung Literasi juga dirancang untuk keterkaitan yang kuat Program TJSL PLN UID Jawa Barat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (TBB). Kami memastikan strategi bisnisnya juga selalu dengan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif, pengurangan kesenjangan, pendidikan berkualitas,” kata Dika.

Pada kesempatan ini Dika juga menegaskan bahwa program TJSL yang dijalankan adalah tulang punggung dari Creating Shared Value (CSV).

“Melalui SMK Negeri 8 Bandung ini dan inisiatif program lainnya di Jawa Barat kami tidak hanya mendistribusikan listrik, tapi juga mengalirkan energi untuk mengerakkan pendidikan, ekonomi, dan masa depan lingkungan yang berkelanjutan,” tutup Dika.

Tags: PLN UID Jawa BaratTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Gelar Program “Pindar Mengajar” di Riau, KrediOne Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda

Next Post

PLN NP UP Cirata Usung Program CSR Unggulan, Cirata Geulis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR