Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan naik hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Jumat (10/4/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Naik Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (9 April): Dow +0,58%, S&P 500 +0,62%, dan Nasdaq +0,83%. Kenaikan dipertahankan meskipun harga minyak lebih tinggi, karena optimisme atas ketegangan geopolitik yang terkendali mendukung sentimen investor. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 0,37% menjadi 4,275%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,32% menjadi 98,82.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (9 April): Minyak mentah WTI naik 3,66% menjadi USD 97,87/bbl, minyak mentah Brent naik 1,23% menjadi USD 95,92/bbl, batu bara turun 0,04% menjadi USD 132,40/ton, CPO turun 1,27% menjadi MYR 4.643/ton, dan emas naik 1,01% menjadi USD 4.767/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Kamis (9 April): Hang Seng naik 0,00%, Nikkei turun 0,73%, dan Shanghai turun 0,72%.
JCI naik 0,39% menjadi 7.307,59, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 1.739,3 miliar; Rp -1.767,1 miliar di pasar reguler, dan Rp 27,8 miliar di pasar negosiasi. Arus keluar dana asing terbesar di pasar reguler tercatat oleh BBCA (Rp 611,0 miliar), diikuti oleh BBRI (Rp 339,7 miliar), dan BMRI (Rp 207,0 miliar). Arus masuk dana asing terbesar di pasar reguler tercatat SMMA (Rp 132,0 miliar), diikuti CUAN (Rp 82,9 miliar), dan CPIN (Rp 37,2 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan paling signifikan adalah DSSA, BREN, TPIA, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan paling lambat adalah BBCA, BBRI, BMRI.
Pagi ini, baik KOSPI (+1,92%) maupun Nikkei (+1,20%) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan naik di tengah sentimen positif di pasar regional dan global,” demikian hasil riset.
