TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program CSR Pertamina Patra Niaga RU VII Kasim Sukses Turunkan Stunting hingga 42 Persen di Papua Barat Daya

Nurdian Akhmad
14 April 2026 | 16:03
rubrik: Business Info, CSR, Event
Program CSR Pertamina Patra Niaga RU VII Kasim Sukses Turunkan Stunting hingga 42 Persen di Papua Barat Daya

Jakarta, TopBusiness – Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga RU VII Kasim menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.

Melalui program pemberdayaan masyarakat bertajuk Seget Nenema Fa Soro, perusahaan berhasil meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menurunkan angka stunting hingga 42 persen dan malnutisi 38 persen di Distrik Seget, Kota Sorong.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengelola dampak sosial di wilayah operasi serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam presentasi penjurian TOP CSR Awards 2026 secara daring, Selasa (14/4/2026), tim CSR PT Pertamina Patra Niaga RU VII Kasim yang diwakili Dwi Rezawidya memaparkan, program Seget Nenema Fa Soro lahir dari hasil social mapping yang menunjukkan masih rendahnya ketahanan pangan masyarakat di Distrik Seget yang merupakan wilayah ring 1 perusahaan. Sebagian besar masyarakat di daerah ini masih menggantungkan pemenuhan kebutuhan pangan dari aktivitas berburu dan meramu.

“Sebanyak 65 persen masyarakat Distrik Seget masih bergantung pada hasil buruan, dengan skor Pola Pangan Harapan hanya 49 dari 100, yang mencerminkan kualitas konsumsi pangan yang masih rendah,” ujar Dwi Rezawidya. Hadir pula tim CSR PT Pertamina Patra Niaga RU VII Kasim lainnya yakni Rifky Amri Amrullah, Bambang Imawan, Alan Ambarau, dan Annisa Munashifah.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal serta rendahnya kapasitas masyarakat dalam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Selain berdampak pada kesejahteraan masyarakat, situasi ini juga berpotensi menimbulkan kerentanan sosial ekonomi di wilayah sekitar operasi perusahaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU VII Kasim kemudian mengembangkan program Seget Nenema Fa Soro, yang secara harfiah berarti transformasi dari budaya berburu dan meramu menuju budidaya pangan. Program ini mengusung pendekatan community-based food resilience atau ketahanan pangan berbasis masyarakat.

BACA JUGA:   InJourney Hospitality Perkuat Integrasi ESG dan CSR untuk Ciptakan Nilai Berkelanjutan

Program ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Dalam implementasinya, kata Dwi, program Seget Nenema Fa Soro dijalankan melalui dua pilar utama, yaitu Seget Berdikari dan Seget Terampil dan Sehat.

Pilar Seget Berdikari: Menguatkan Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Pilar pertama, Seget Berdikari, berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan pengolahan produk lokal. Program ini melibatkan 20 anggota masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Kamisalun dan Kelompok Wahmu Tadi. Kedua kelompok tersebut mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan yang terintegrasi dengan pemanfaatan limbah organik.

Melalui kegiatan ini, masyarakat mampu memanfaatkan 144 kilogram limbah kotoran ternak per tahun serta 120 kilogram limbah pertanian untuk diolah menjadi pupuk organik. Pemanfaatan limbah tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menekan biaya produksi pupuk hingga sekitar Rp 6 juta per tahun.

Selain itu, program ini juga mengembangkan usaha berbasis potensi lokal melalui Kelompok Kalifiti di Kampung Kasimle. Kelompok ini bekerja sama dengan UMKM Saribanun dalam mengolah limbah ampas kelapa menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Melalui kolaborasi tersebut, sekitar 3.108 kilogram ampas kelapa per tahun berhasil diolah menjadi produk seperti tepung kelapa dan biskuit kelapa. Proses produksi juga didukung penggunaan teknologi sederhana berupa mesin parut listrik untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Dampaknya, program ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan. Dari sektor pertanian, masyarakat memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp 24 juta per tahun, sementara dari sektor peternakan masyarakat memperoleh tambahan sekitar Rp 15,9 juta per tahun.

BACA JUGA:   Gernas BBI Telah Dorong 13 Juta Pebisnis ke E-Commerce

Sementara itu, usaha pengolahan produk turunan kelapa yang dikelola oleh pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan hingga 33 persen.

“Program ini mendorong masyarakat untuk tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hasil alam, tetapi mulai mengembangkan usaha budidaya pangan yang produktif dan berkelanjutan,” kata Dwi Rezawidya.

Pilar Seget Terampil dan Sehat: Pendidikan dan Intervensi Gizi

Pilar kedua adalah Seget Terampil dan Sehat, yang difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Program ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti reaktivasi ruang belajar, kelas literasi, serta penguatan layanan kesehatan masyarakat melalui posyandu.

Hingga saat ini, kata Dwi, terdapat empat kelas literasi aktif yang dilaksanakan tiga kali dalam seminggu. Kegiatan ini memberikan akses pendidikan tambahan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Sebanyak 97 anak kini memperoleh akses terhadap ruang belajar kreatif yang membantu meningkatkan kemampuan literasi mereka.

Di bidang kesehatan, perusahaan juga memperkuat layanan posyandu dengan melatih lima kader posyandu yang berasal dari masyarakat setempat. Para kader tersebut tidak hanya memberikan layanan kesehatan dasar, tetapi juga melakukan edukasi gizi kepada keluarga dan ibu hamil.

Sebanyak tujuh ibu hamil mendapatkan pendampingan dan peningkatan pemahaman terkait gizi dan kesehatan ibu dan anak.

Dari intervensi tersebut, program ini berhasil menurunkan angka stunting hingga 42 persen serta malnutrisi sebesar 38 persen di wilayah Distrik Seget.

“Integrasi antara program ekonomi, pendidikan, dan kesehatan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menurunkan angka stunting,” ujar Dwi Rezawidya.

Dampak Lingkungan dan Sosial, Dukung Keberlanjutan

Selain memberikan dampak sosial dan ekonomi, program ini juga berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan. Pemanfaatan limbah organik dalam kegiatan pertanian dan pengolahan pangan mampu menurunkan emisi hingga 657,49 kilogram CO₂ per tahun.

BACA JUGA:   Phapros Berhasil Hadirkan Nilai Tambah dengan Integrasikan CSR dan ESG

Untuk memastikan efektivitas program, perusahaan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan. Hasil survei menunjukkan bahwa program ini mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Berdasarkan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), program ini memperoleh nilai 3,59 atau setara 89,66 yang masuk dalam kategori sangat baik. Sementara itu, Social License Index perusahaan tercatat sebesar 3,95, yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap perusahaan.

Dwi Rezawidya menegaskan bahwa program Seget Nenema Fa Soro tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat di wilayah operasional.

“Program ini membantu memperkuat stabilitas sosial dan meningkatkan social license to operate, sehingga mendukung keberlanjutan operasional perusahaan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Tags: PT Pertamina Patra Niaga RU VII KasimTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Inilah Strategi CSR PLN Nusantara Power Rembang

Next Post

PLN NP UP Indramayu Raih Deretan Penghargaan CSR, Tegaskan Komitmen Program Berkelanjutan “Sadulur Tani”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR