TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bursa Saham Asia Dibuka Menguat

Nurdian Akhmad
9 April 2018 | 09:27
rubrik: Business Info
Bursa Asia Dibayangi Perang Dagang AS-China

foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Setelah menurun tajam pada pekan lalu, Bursa saham Asia pagi ini bergerak mixed. Senin (9/4) pukul 8.37 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,15% ke 21.598. Indeks Hang Seng naik 0,60% ke 30.021.

Taiex menanjak 0,31% ke 10.854. Sedangkan Kospi menguat 2.436. Sementara penurunan terlihat di dua brusa Asia Tenggara, yakni Straits Times yang turun 0,42% ke 3.428 dan FTSE Malaysia dengan penurunan 0,14%.

 

Sekadar mengingatkan, Jumat (6/4), Wall Street tumbang akibat rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menaikkan tarif impor China sebesr US$ 100 miliar. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 2,34% ke 23.932. Indeks S&P turun 2,19% ke 2.604 dan Nasdaq Composite turun 2,28%.

 

Dari data ekonomi, pada akhir pekan lalu China mengumumkan cadangan devisa per akhir Maret berada di level US$ 3,143 triliun, lebih rendah dibandingkan ekspektasi yang sebesar US$ 3,146 triliun. Namun, capaian tersebut naik cukup tinggi dari nilai per akhir Februari yang hanya sebesar US$ 3,134 triliun. Sementara itu, Hong Kong dijadwalkan merilis data cadangan devisa periode yang sama pada hari ini.

Pada perdagangan hari ini, investor masih mencermati perkembangan kebijakan perdagangan antara China dan AS, setelah aksi saling balas mengenakan bea masuk terjadi pada minggu lalu antar dua negara dengan nilai ekonomi jumbo tersebut.

Perkembangan terakhir, melalui media sosial Twitter Trump mengatakan bahwa China akan membatalkan kebijakan bea masuknya dikarenakan itu merupakan ‘hal yang tepat untuk dilakukan’. Investor kini menantikan kelanjutan dari kisah tersebut.

Kemudian, investor juga berusaha mencerna makna dari data tenaga kerja AS yang dirilis pada Jumat lalu (6/4/2018). Sepanjang bulan lalu, penciptaan lapangan kerja non-pertanian di AS tercatat sebesar 103.000, jauh lebih rendah dibandingkan konsensus yang sebesar 193.000.

BACA JUGA:   Ditopang Sektor Infrastruktur, IHSG Dibuka Menguat
Tags: bursa saham
Previous Post

Dolar AS Menguat Tipis Terhadap Mata Uang Utama

Next Post

Ikuti Tren Regional, IHSG Dibuka Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR