Jakarta, BusinessNews Indonesia – Mengawali perdagangan awal pekan ini, Senin, (9/4/2018), dolar Amerika Serikat ditransaksikan menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Meski masih dibayangi sentimen perang dagang AS-China, indeks dolar AS mencatat pergerakan greenback terhadap sejumlah enam mata uang utama menguat tipis 0,04% atau 0,038% ke level 90,146, setelah dibuka di posisi 90,134.
Akhir pekan lalu, dolar AS ditutup melemah 0,39% atau 0,352 poin di posisi 90,108. Greenback juga melemah terhadap mata uang safe-haven yen Jepang dan franc Swiss pada Jumat di tengah komentar China yang mengangkat kekhawatiran baru tentang perselisihan perdagangan.
Pada Jumat bahwa China memperingatkan bahwa pihaknya siap melakukan serangan balasan dari langkah-langkah perdagangan baru jika AS tidak menghentikan tindakannya melalui ancaman Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif pada barang asal China senilai US$100 miliar.
Pernyataan-pernyataan yang semakin agresif dari Washington dan Beijing telah menimbulkan kekhawatiran akan perang dagang penuh yang dapat melukai pertumbuhan ekonomi global, meskipun para investor memiliki harapan bahwa perundingan akan menghasilkan kompromi yang jauh lebih baik.
Shinichiro Kadota, ahli strategi senior untuk Barclays di Tokyo mengatakan penghindaran risiko muncul kurang intens daripada beberapa pekan lalu, sebagian karena harapan negosiasi antara AS dan China menuju solusi pragmatis.
“Kami tidak lagi dalam fase di mana dolar terus jatuh terhadap yen,” kata Kadota, seperti dikutip Reuters.
“Tetapi pada saat yang sama, kenaikan dolar kemungkinan akan berat, mengingat kekhawatiran atas perang dagang, serta pergerakan hasil AS dan berakhirnya kenaikan satu arah di saham AS,” tambahnya. .
